Portal Informasi Gaya Hidup Sehat, Edukasi Nutrisi, dan Tips Praktis Sehari-hari.

10 Gitaris Indonesia yang Bikin Musik Tanah Air Melejit

Hai kamu! Kalo ngomongin musik Indonesia, gitaris terbaik Indonesia pasti jadi topik yang nggak pernah habis dibahas. Mereka bukan cuma ngasih melodi keren, tapi juga nyiptain vibe yang bikin band‑band nasional makin legendaris. Yuk, intip siapa aja yang udah jadi ikon gitar Indonesia dan gimana perjalanan mereka sampai sekarang.

Abdee Negara: Raja Blues‑Rock Slank

Abdee Negara, lahir di Donggala, Sulawesi Tengah 28 Juni 1968, adalah gitaris sekaligus vokal pendukung band legendaris Slank. Gaya mainnya nggabungin rock sama blues, bikin tiap lagu Slank terasa kekinian terus. Bareng temennya, Ridho, mereka nyetir musik Slank supaya tetap eksis di era digital. Abdee juga pernah kolaborasi sama gitaris internasional kayak Paul Gilbert, dan sempat bikin proyek side‑band bernama Serieus yang digawangi Candil. Sejak 1988, beliau udah aktif ngebentang di panggung, dan terus ngasih warna baru buat musik rock Indonesia.

I Wayan Balawan: Maestro Jazz Bali

Balawan, atau lebih dikenal sebagai I Wayan Balawan, lahir di Bali 9 September 1973. Beliau adalah gitaris jazz papan atas yang pernah menimba ilmu di Australia. Teknik touch‑tapping yang beliau kuasai bikin penampilan di Java Jazz Festival selalu jadi highlight. Balawan juga memimpin band Batuan Ethnic Fusion, yang mengangkat musik tradisional Bali ke level internasional. Uniknya, gitar milik beliau punya dua dawai, sehingga suara yang dihasilkan terasa lebih rich dan dinamis.

Eet Sjahranie: Penggerak Rock Bandung

Lahir di Bandung 3 Februari 1962, Eet Sjahranie adalah salah satu motor musik rock Indonesia setelah Ian Antono. Beliau terinspirasi dari aksi Koes Plus, khususnya Yon Koeswoyo, yang memicu semangatnya buat ngulik gitar. Gaya bermain Eet selalu penuh energi, dan beliau dikenal sebagai gitaris yang disegani di kalangan musisi rock tanah air.

Ian Antono: Pelopor Rock Nasional

Jusuf Antono Djojo, atau lebih dikenal dengan Ian Antono, lahir di Malang 29 Oktober 1950. Beliau adalah pelopor gitaris rock Indonesia lewat grup legendaris God Bless. Awalnya, beliau sempat jadi penggebuk drum, tapi setelah terinspirasi dari The Shadow, insting gitarisnya muncul. Sejak 1974, beliau resmi jadi gitaris God Bless dan membantu merilis album ikonik seperti Lahan di Atas Bukit (1975) dan Semut Hitam (1989).

Erross Chandra: Nyawa Sheila on 7

Erross Chandra, lahir di Yogyakarta 3 Juli 1979, adalah otak kreatif di balik grup band Sheila on 7. Selain jago main gitar, beliau juga penulis lagu utama, sehingga hampir 90% lagu Sheila on 7 berawal dari coretan tinta emas Erross. Selain itu, beliau aktif di proyek Jagostu dan pernah tampil di layar lebar, misalnya di film 30 Hari Mencari Cinta dan Mati Bujang Tengah Malam.

Andra Junaidi: Gitaris Setia Dewa 19

Andra Junaidi, lahir di Surabaya 17 Juni 1972, adalah gitaris setia Dewa 19 sejak berdiri. Beliau juga sempat menggelar proyek sampingan Andra and The Backbone. Bersama Ahmad Dhani, Andra menjadi motor pendiri Dewa 19, dan sejak 1992, beliau terus mengisi panggung dengan riff‑riff yang kekinian. Selain gitar, beliau juga bisa main drum, menambah nilai plus di grup.

Tohpati Ario Hutomo: Jazz‑Fusion Maestro

Tohpati, lahir di Jakarta 25 Juli 1971, dikenal sebagai gitaris sekaligus komponis yang menggabungkan unsur jazz, akustik, dan musik tradisional. Beliau terinspirasi dari Pat Metheny dan sejak remaja sudah demam panggung. Pada usia 14 tahun, beliau sudah dinobatkan gitaris terbaik DKI, dan pada 1989 menjadi gitaris terbaik Jawa. Tohpati terus mengembangkan proyek musik yang memadukan budaya tradisional dengan modernitas.

Piyu (Satriyo Yudi Wihono): Lead Guitar Padi

Piyu, atau Satriyo Yudi Wihono, lahir di Surabaya 15 Juli 1973, adalah lead guitar grup band Padi. Beliau tidak hanya menulis lagu, tapi juga aktif di luar musik sebagai alumni Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga. Gitarnya selalu memberikan warna rock alternatif Indonesia yang khas.

Dewa Budjana: Gitaris Jazz dari Gigi

Dewa Budjana, lahir di Sumba Barat 30 Agustus 1963, pertama kali dikenal lewat grup band Gigi. Sejak SD, beliau sudah mencuri uang neneknya untuk beli gitar seharga Rp 10.000. Gitar menjadi nomor satu dalam hidupnya, hingga ia menekuni musik jazz dan merilis lima album solo antara 1997‑2012. Gaya bermainnya memadukan elemen jazz dengan nuansa tradisional Indonesia.

Itulah sepuluh gitaris yang udah mengukir sejarah musik Indonesia. Semoga kamu terinspirasi buat ngulik lebih dalam atau bahkan nyoba main gitar sendiri. Keep rocking, bro!

Artis Selebritis