Lewati ke konten

Teknik Penulisan Berita

Basis penulisan warta ialah peristiwa nan benar-benar terjadi dan bukan gagasan atau pendapat dari penulis. Karena menerangkan tentang berita, penulisan warta minimal harus memuat hal-hal nan ingin diketahui oleh pembaca.

Setiap pembaca warta selalu ingin mengetahui peristiwa apa nan terjadi, kapan peristiwa itu terjadi, siapa saja nan terlibat, di mana peristiwa itu terjadi, mengapa peristiwa itu dapat terjadi, dan bagaimana runtutan kejadian peristiwa itu. Secara sederhana, prinsip ini menjadi kerangka berpikir dasar bagi tiap penulisan warta dan dikenal dengan rumus 5W+1H.

Dalam menuliskan suatu peristiwa, penulis harus dapat menjaga jeda dengan subjek warta agar tak melibatkan emosinya. Netralitas penulisan warta memiliki nilai penting.

Penulis warta secara etis tak boleh menghakimi atau mengambil konklusi atas terjadinya suatu peristiwa sebab itu di luar domainnya. Ada pihak lain nan lebih berwenang buat mengambil konklusi atas suatu peristiwa.

1. Penulisan Warta - Membentuk Opini

Penulisan berita dalam suatu media, mau tak mau akan berdampak pada pembentukan opini eksklusif bagi masyarakat. Opini masyarakat (common opinion) terhadap suatu warta dapat positif dan dapat juga negatif.

Yang patut disadari juga, terbentuknya opini sebagai dampak dari suatu penulisan warta dapat menjadi faktor nan mendorong masyarakat buat melakukan tindakan tertentu.

Misalnya, pemberitaan tentang kasus penculikan anak nan masiv di media massa. Pemberitaan ini telah mengakibatkan sebagian masyarakat waspada dan bersikap over protektif.

Sayangnya, hal ini juga diikuti dengan makin meningkatnya rasa curiga terhadap orang asing nan masuk ke wilayahnya. Akibatnya, seperti kita lihat di TV, banyak kasus pengeroyokan terhadap orang asing nan melintas atau mampir di suatu wilayah eksklusif sebab korban dicurigai sebagai pelaku penculikan anak.

Tentu saja kita tak ingin warta nan kita tulis malah makin memperkeruh suasana atau menimbulkan korban orang nan tak bersalah hanya sebab rasa curiga dan berpretensi sehubungan dengan warta nan kita tulis.

Permasalahan berikutnya, penulisan warta nan berkaitan dengan profil seseorang atau produk ada kalanya hanya kedok dari suatu kegiatan public relation nan dimaksudkan buat membangun citra. Warta nan seperti ini sering tak berimbang dalam menceritakan profil seseorang atau produk sebab biasanya hanya mengeksploitasi sisi positifnya.

Tulisan nan seperti ini secara hakiki tak termasuk penulisan berita, tetapi penulisan artikel advertorial atau pariwara. Dengan kedudukan nan demikian jelas, subjek warta harus membayar kepada media massa nan memuatnya.

Kecenderungan buat memanipulasi pariwara sebagai warta sudah jamak dilakukan media saat ini. Memang sang pemimpin redaksi dapat berkelit bahwa tulisan itu ialah pariwara sebab ditandai dengan titik api. Sayangnya, tanda itu tak diketahui oleh masyarakat secara luas.

Penulisan warta seperti ini sebenarnya dimaksudkan buat memanipulasi masyarakat. Dengan harapan, pencerahan masyarakat dapat termanipulasi ketika membaca iklan warta tersebut, serta dapat mengambil simpulan bahwa apa nan tertulis di situ ialah sahih dan objektif.

2. Penulisan Warta - Trial by The Press

Dalam penulisan warta nan berkaitan dengan kasus-kasus hukum, sebuah warta nan ditulis dapat menjadi hal nan kontraproduktif bagi upaya penegakan hukum.

Kita dapat lihat kasus Bibit-Candra setahun lalu. Gencarnya pemberitaan tentang kasus ini telah melahirkan gerakan sosial dari masyarakat buat membela Bibit-Candra dan memojokkan Polri.

Kenapa dapat demikian?

Pertama, kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri dan instansi lain nan memiliki kewenangan buat menegakkan hukum sudah semakin lemah.

Adanya asumsi ini dengan sendirinya telah menggiring keberpihakan moral masyarakat buat berdiri di pihak Bibit-Candra nan juga komisioner KPK. Yang menyedihkan, keberpihakan ini terjadi dengan serta merta dan diikuti dengan sikap tak mau tahu terhadap substansi kasus nan menjerat kedua komisioner KPK ini.

Akibatnya cukup fatal sebab kasus itu tak diselesaikan secara hukum sehingga tak ada kepastian hukum bagi Bibit-Candra dan sekarang kasus itu mulai terungkit kembali. Tentu saja cara seperti ini tak menguntungkan semua pihak nan tersangkut.

3. Teknik Penulisan Berita

Sebuah warta ditulis dengan menggunaan teknik penulisan berita nan benar, sebelum membahas seputar teknik penulisan berita, ada baiknya kita ketahui dulu unusr-unsur warta itu sendiri. Berikut unsur-unsur warta nan harus diketahui.

  • Aktual (baru). Informasi-informasi baru lebih mempunyai nilai warta daripada kejadian-kejadian nan sudah terjadi di masa lalu.
  • Jarak (jauh atau dekat). Para pembaca warta lebih tertarik dengan peristiwa nan terjadi di sekitar mereka dibanding dengan peristiwa nan terjadi jauh dari loka mereka.
  • Penting. Suatu hal atau peristiwa menjadi warta ketika hal tersebut dianggap krusial sebab berpengaruh pada kehidupan secara langsung, misalnya UU embargo merokok di loka umum.
  • Akibat. Sebuah peristiwa menjadi warta sebab mempunyai akibat nan besar, misalnya penayangan film Fitna di situs YouTube.
  • Pertentangan atau konflik.
  • Dunia seks, misalnya kasus perceraian, perselingkuhan, dan lain-lain.
  • Ketegangan, misalnya seperti ketika berlangsungnya pelantikan presiden.
  • Kemajuan-kemajuan, penemuan baru, dan perubahan.
  • Emosi, segala hal nan jika diberitakan akan membuat marah, sedih, dan kecewa. Misalnya, kabar tentang bayi baru lahir nan ditemukan di loka sampah.
  • Humor. Artinya, berisi hal-hal lucu.

Itulah tadi unsur-unsur di dalam berita, sekarang kita lanjutkan ke teknik penulisan berita. Bagaimana cara penulisan warta nan baik dan benar? Agar hasil penulisan warta nan dibuat menjadi enak dibaca oleh mayarakat, dibutuhkan sedikit teknik buat penulisan berita. Berikut ini akan disajikan teknik-teknik penulisan warta nan mudah-mudahan membantu para jurnalis pemula dalam penulisan berita.

  • Teknik pertama penulisan warta ialah penulisan judul berita. Buatlah judul warta dengan menggunakan kalimat nan singkat dan jelas, tetapi tetap bisa menyampaikan pokok warta secara menyeluruh. Judul nan dibuat menarik dalam penulisan berita, niscaya hal ini akan membuat pembaca lebih tertarik terhadap isi warta tersebut.
  • Teknik kedua penulisan warta ialah memahami unsur 5W+1H, yaitu What (apa), Where (di mana), When (kapan), Why (mengapa), Who (siapa), dan How (bagaimana). Dalam penulisan berita, kumpulkanlah bahan warta secara lengkap dari narasumber nan valid. Bahan dan narasumber dalam penulisan warta ialah hal nan cukup krusial buat dituliskan sehingga penulisan warta tersebut dianggap facktual, akurat, dan juga bertanggung jawab.
  • Teknik ketiga penulisan warta ialah susunan berita. Susunlah warta dengan baik sehingga penulisan warta nan berisi suatu informasi mampu disampaikan secara akurat, jelas, dan menarik tentunya. Bahasa nan digunakan dalam penulisan warta haruslah menarik bagi para pembaca. Susunan warta nan ditulis secara kronologis akan membuat para pembaca menaganggap warta tersebut sebagai sebuah cerita. Hal ini tentunya berbeda jika penulisan warta disajikan dengaqn susunan nan tak sistematis atau tak tuntas.
  • Teknik keempat penulisan warta ialah bahasa. Bahasa merupakan elemen krusial dalam penulisan berita. Oleh sebab itu, pakailah bahasa nan mudah dipahami oleh para pembaca (dari semua kalangan).
  • Teknik kelima penulisan berita ialah cara menulis berita. Penulisan warta atau menulis warta artinya menyuguhkan informasi dengan seksama dan sinkron dengan fakta. Penulisan warta nan baik yaitu penulisan warta nan tak menggurui, tetapi memperlihatkan atau menyajikan.

Artikel Lain di Menulis

  • Spill Rahasia Bikin Karya Tulis Ilmiah Anti Ribet: Biar Tugas Auto Dapet A

    Siapa bilang cara bikin karya ilmiah itu horor dan ngebosenin banget? Buat kamu yang lagi dapat tugas sekolah atau kampus, nyusun paper emang kadang bikin palak pening. Padahal nih ya, kalo kamu udah paham pola dasar penulisan...

  • Bongkar Rahasia Menulis Cepat ala Geng Kreatif: Dari Ide Sampai Publikasi

    Siapa sih yang nggak pengen jadi penulis hits kayak JK Rowling, John Grisham, atau bahkan Raditya Dika? Di Indo, nama‑nama kayak Kang Abik Ayat‑Ayat Cinta , Andrea Hirata, dan Raditya Dika udah jadi idolanya anak‑anak muda....

  • Menulis dan Membaca

    Menulis nan baik bukan sekadar menggoreskan huruf dan merangkaikan kata. Sebuah tulisan disebut baik jika memiliki daya tarik dan “ruh”. Untuk menghadirkan daya tarik atau "ruh" itu tentu membutuhkan latihan nan...

  • Bongkar Rahasia Sinopsis Cerita yang Bikin Pembaca Langsung Nge‑Love

    Kenapa Sinopsis Penting Buat Kamu? Yo, kamu pasti pernah liat sampul belakang buku atau deskripsi film yang cuma 2‑3 paragraf, kan? Itu dia apa itu sinopsis ! Sinopsis itu ringkasan singkat yang nge‑capture inti cerita tanpa...

  • 2. Novel Indonesia ke Film - Di Bawah Lindungan Ka'bah

    Layar lebar di Indonesia mulai menggeliat. Ini telihat dari jumlah film nan diproduksi semakin meramaikan industri perfilman. Kualitasnya pun boleh dibilang makin membaik. Tak hanya berkisar film bertema horor dan lawak nan...

  • Sulitkah Membuat Parafrase Puisi Itu?

    Puisi ialah ungkapan jiwa seseorang nan dilakukan dalam kata-kata singkat dan padat. Kata-kata nan dipergunakan dalam menulis puisi seringkali hanyalah kata-kata kiasan atau bermakna konotasi. Dengan kondisi seperti ini,...

  • Bongkar Cara Nulis Karya Ilmiah Kekinian: Ide, Sistem, & Format yang Bikin Kamu Jadi Peneliti Hits

    Hai, generasi muda! Kalo lo lagi pusing mikirin karya ilmiah yang harus dibikin buat tugas kuliah atau proyek riset, santai dulu. Di artikel ini, gue bakal kasih bocoran lengkap mulai dari cara nemuin ide karya ilmiah yang...

  • Mengirim artikel

    Orang nan bahagia menulis umumnya bahagia membaca. Sebaliknya, orang nan suka membaca biasanya terdorong buat menulis. Apa nan ditulis dan bentuk apa nan dipilih tentu tergantung pada minat masing-masing orang. Ada nan lebih...

  • Cara Menulis Warta Sederhana

    Sekarang bukan zaman kabar burung lagi. Rumor dan desas-desus bukan lagi sumber nan dipercaya. Sekarang zamannya internet, teknologi IT dengan akses super cepat nan paling di andalkan. Warta berbasis teknologi IT merupakan...

  • Langkah-langkah Membuat Resensi Karya Sastra

    Mengenal Resensi Karya Sastra Resensi karya sastra berarti rangkuman, review atau kompendium dari sebuah karya sastra. Baik itu berupa novel, cerpen maupun buku kumpulan puisi. Dalam resensi karya sastra tersebut, selain...