Kamu tahu nggak sih kalau raksasa perbankan syariah di Indonesia yang sekarang kita kenal, dulunya punya pondasi yang super kokoh dari BRIsyariah? Nah, kali ini kita bakal nostalgia dikit buat ngeliat gimana perjuangan awal bank kece ini sebelum akhirnya melebur menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI). Resmi beroperasi sejak 17 November 2008, langkah gokil ini diambil setelah manajemen BRI sukses mengakuisisi Bank Jasa Arta di akhir tahun 2007. Awalnya emang berjalan layaknya bank konvensional biasa, tapi akhitnya bertransformasi total mngikuti prinsip syariah Islam yang penuh berkah.
Nggak butuh waktu lama, posisinya makin mantul pas unit usaha syariah dari Bank BRI resmi melebur ke dalamnya di awal tahun 2009. Penggabungan bersejarah ini ditandatangani langsung oleh Direktur Utama masing-masing pihak. Hasilnya? Bank ini langsung melesat jadi salah satu kekuatan finansial syariah terbesar di Indonesia yang ramah banget buat UMKM dan nasabah ritel kayak kita-kita ini.
1. Jejak Awal Perjalanan BRIsyariah Menembus Batas
Perjalanan tumbuh kembang bank ini bener-bener asyik buat diikuti. Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya kesadaran generasi muda akan transaksi yang halal, BRIsyariah terus mencatatkan pertumbuhan yang sangat pesat. Hal ini bisa kamu lihat langsung dari lonjakan total aset, dana pihak ketiga yang terkumpul, hingga penyaluran pembiayaan yang terus meroket. Kerennya lagi, fokus utama merka adalah melayani masyarakat menengah ke bawah, sehingga manfaatnya bener-bener berasa nyata.
2. Visi Kece dan Misi Mulia BRIsyariah untuk Masyarakat
Sebagai lembaga keuangan yang lahir di tengah-tengah masyarakat, visinya bener-bener bikin kagum. Tujuan besarnya adalah menjadi bank ritel modern terkemuka dengan ragam layanan finansial yang pas dengan kebutuhan nasabah, plus jangkauan termudah biar hidup jadi lebih bermakna. Biar visi ini bukan sekadar omon-omon, manajemen langsung merumuskan misi yang konkret.
Misi utamanya adalah memahami keragaman kebutuhan finansial kamu, mnyediakan akses super nyaman kapan pun dan di mana pun kamu berada, serta menyajikan produk yang menjunjung tinggi etika syariah. Dengan begitu, kamu bisa meningkatkan kualitas hidup dengan pikiran yang tenang tanpa perlu khawatir soal riba.
3. Deretan Tokoh Hebat di Balik Layar BRIsyariah
Mengawal jalannya bisnis biar tetap berada di jalur yang tepat sesuai syariat Islam tentu bukan tugas yang enteng. Di sinilah peran penting Dewan Pengawas Syariah yang dipimpin oleh tokoh karismatik, Prof. Dr. H. Didin Hafidhuddin, MSc. Beliau adalah sosok yang udah akrab bangat di dunia dakwah dan ahli ekonomi syariah nasional. Lahir di Bogor pada tahun 1951, beliau juga aktif menjabat sebagai guru besar di IPB dan memegang posisi penting di berbagai lembaga zakat dunia. Selain beliau, ada juga Muhammad G. Yasni, SE, MM, CIFA yang setia mendampingi sebagai anggota pengawas. Beliau punya segudang penfalaman keren di berbagai lembaga keuangan sebelum akhirnya fokus mengawal syariat di bank ini.
Nggak cuma dewan pengawasnya aja yang top, jajaran direksinya juga diisi oleh para profesional yang luar biasa. Ada Ventje Rahardjo yang menjabat sebagai President Director saat itu. Lulusan Universitas New England Australia ini emang udah makan asam garam di dunia perbankan tanah air. Beliau mngawali karier gemilang di Bapindo hingga menduduki posisi strategis di berbagai bank besar nasional.
Lalu ada Ari Purwandono, lulusan Ekonomi UI yang dipercaya mengurusi divisi direksi keuangan. Beliau dikenal sangat memahami lanskap bisnis lokal. Ada juga Eko B. Suharno, alumnus IPB dan Virginia Commonwealth University, yang merintis karier perbankannya dengan sangat gemilang. Terakhir, ada Budi Wisakseno yang punya portofolio luar biasa di berbagai bank swasta dan syariah nasional sebelum akhirnya mendedikasikan keahlian beliau untuk memajukan lembaga ini.
4. Segudang Prestasi Gokil yang Pernah Diraih
Kerja keras emang nggak pernah mengkhianati hasil, guys! Dedikasi penuh dalam mngembangkan sistem perbankan syariah dapet apresiasi luar biasa dari berbagai pihak. Buktinya, bank ini sukses menyabet penghargaan bergengsi seperti Brand Equity Champion of Islamic Banking dan Top Sharia Banking Brand selama beberapa tahun berturut-turut.
Bahkan, inovasi mereka sempat tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai pelopor filantropi pertama yang menyalurkan dana bantuan menggunakan kartu ATM. Berbagai penghargaan di bidang kepuasan nasabah, sertifikasi ISO 9001:2008, hingga penghargaan di bidang properti juga sukses diraih secara beruntun. Prestasi gokil ini membuktikan kalau bank syariah lokal bisa bersaing ketat dan dapet kepercayaan penuh dari masyarakat luas sebelum akhirnya bertransformasi menjadi lebih besar lagi sekarang.