Lewati ke konten

Gak Mau Ketinggalan, Cerita Keren Band Hijau Daun yang Bikin Kamu Terpukau

Hey kamu! Udah denger tentang Hijau Daun belum? Kalau belum, siap-siap deh dapet info seru yang bakal bikin kamu makin ngefans. Band ini ngasih warna baru buat musik pop progresif Indonesia, jadi jangan sampai ketinggalan!

1. Cara Cepat download Video

Kalo kamu pengen nonton video klip download video Hijau Daun tanpa ribet, ikutin langkah simpel ini:

  • Ketikin keyword Hijau Daun di YouTube atau platform video lain, terus pilih video yang lo mau.
  • Gunain situs online kayak keepvid.com (atau sejenisnya) buat ngambil link download.
  • Copy-paste link video ke kolom yang disediain, pilih format (MP4 buat video, MP3 buat audio), terus klik download.
  • Simpan file-nya ke folder musik kamu, biar gampang nyari lagi.

Tip: Pilih kualitas tinggi biar suara tetap jernih, dan jangan lupa cek hak cipta dulu ya!

2. Album Hits

Band Hijau Daun udah rilis dua album yang udah jadi favorit banyak orang. Album pertama, album Ikuti Cahaya (2008), ngasih 10 lagu yang ngehits, terutama "Suara (Ku Berharap)" yang sempat jadi anthem di radio. Album kedua, Bersama Terang (2010), cuma butuh 1-2 bulan buat diproduksi, tapi tetap ngasih 12 trek yang catchy, kayak "Setiap Detik" dan "Aku Dan Air Mata".

Kedua album ini nunjukin kemampuan Hijau Daun buat ngegabungin melodi pop dengan sentuhan progresif yang fresh. Jadi, kalo lagi mood santai atau pengen semangat, playlist mereka cocok banget.

3. Sejarah Band Hijau Daun

Awalnya, Hijau Daun dibentuk sama lima orang: Dide (vokalis), Array (gitar), Arya (gitar), Richan (bass), dan Deny (drum). Nama panggung mereka dipilih biar lebih catchy, contohnya Dide yang aslinya Dedi Irawan.

Band ini lahir di Lampung sekitar awal 2000-an, terus pada 2002 mereka dapet formasi tetap yang masih aktif sampai sekarang. Nama Hijau Daun diambil dari kata klorofil, simbol oksigen yang ngasih hidup, sama kayak musik mereka yang mau nyebarin semangat baru ke pendengar.

Setelah sukses di daerah asal, mereka mutusin buat pindah ke Jakarta buat nggapai panggung nasional, ikutan barengan band-band besar kayak Peterpan, Dewa, dan Ungu. Usaha keras mereka berbuah, akhirnya album debut Ikuti Cahaya rilis Agustus 2008 lewat Sony BMG, produksi 6 bulan di Bandung.

Album itu dapet respon luar biasa: single "Suara (Ku Berharap)" nyampe 1,5 juta RBT dalam tiga bulan, terus naik jadi 6 juta di tahun berikutnya. Band ini bahkan dapet platinum 6 kali, plus penghargaan "Band Pendatang Baru" di Dahsyat Award 2008 dan beberapa kategori di Indigo Awards 2009.

Sejak itu, Hijau Daun terus touring keliling Indonesia, dapet sambutan hangat, terutama di Lampung. Dengan track yang selalu fresh dan vibe yang positif, mereka tetap jadi salah satu band pop progresif yang paling diidolakan generasi muda.

Artikel Lain di Musik