Lewati ke konten

Spill the Tea: Rahasia Komunikasi Organisasi biar Circle Kerja Kamu Gak Toxic!

Pernah gak sih kamu ngerasa kerja kelompok atau bikin kepanitiaan acara tuh ribet banget? Kadang ada aja drama misscomm yang bikin iklim kerja jadi gak asyik. Nah, di sinilah pentingnya gaya komunikasi milenial yang santai tapi tetep profesional di dalam sebuah tim. Biar tujuan bareng bisa tercapai tanpa bikin mental health terganggu, kita wajib paham bangettt yang namanya komunikasi organisasi.

Gampangnya, komunikasi organisasi itu adalah cara kita berinteraksi, berbagi info, dan membangun vibe kerja di dalam suatu wadah, entah itu kepanitiaan kampus, komunitas game, atau bahkan di budaya kerja startup digital. Menurut pakar kece Katz dan Kahn, beliau berpendapat kalau komunikasi organisasi itu adalah aliran informasi dan pertukaran makna di dalam wadah tersebut. Bayangin aja kayak kamu lagi main game multiplayer, koordinasi real-time lewat voice chat itu krusial banget kan biar gak salah langkah dalah game?

1. Bikin Anggota Betah, Ini Rahasia Kepuasan Komunikasi dalam Tim

Pernah gak kamu ngerasa betah banget di satu komunitas meskipun tugasnya numpuk? Itu tandanya ada kepuasan komunikasi internal yang mantap di sana. Dua tokoh keren, Downes dan Hazen, pernah meneliti hal ini. Dalam pandangan beliau, kepuasan komunikasi itu bisa diukur dari beberapa hal praktis, nih.

Pertama, seberapa jauh komunikasi dalam tim bisa memotivasi kamu buat ikutan aktif dan loyal. Kedua, apakah para mentor atau leader di sana open-minded, mau dengerin ide-ide kamu, dan ngasih bimbingan buat memecahkan masalah saat kamu lagi nemuin jalan buntu. Beliau juga menekankan pentingnya transparansi informasi tentang kondisi internal tim saat itu, biar gak ada kecurigaan di antara sesama anggota.

Selain itu, rapat-rapat yang terjadwal rapi, instruksi kerja lewat Slack atau Discord yang singkat tapi jelas, serta minimnya gosip gaje alias desas-desus yang gak bener juga jadi kunci kenyamanan. Di akhir hari, komunikasi orgnisasi yang sehat itu selalu menghargai kontribusi sekecil apa pun dari setiap anggotanya.

2. Formula Biar Komunikasi di Komunitas Kamu Makin Efektif

Supaya setiap pesan yang kamu kirim gak cuma dibaca doang alias di-read tapi bener-bener dipahami, kamu butuh strategi yang oke. Dalam buku legendaris milik Cutlip dan Center, beliau berdua merumuskan beberapa faktor penting biar kita bisa mewujudkan komunikasi organisasi efektif.

Pertama, ada aspek Credibility alias rasa saling percaya. Kalau dari awal udah gak saling percaya, obrolan apa pun bakalan mental. Kedua adalah Context, di mana situasi saat komunikasi itu berlangsung harus pas. Jangan sampai kamu bahas urusan serius pas temen satu tim lagi pusing dikejar deadline tugas kuliah, dijamin bakal gak nyambung deh.

Faktor berikutnya adalah Content atau kepuasan informasi yang disampaikan, serta Clarity alias kejelasan pesan tanpa istilah yang bikin dahi mengkerut. Beliau juga mengingatkan pentingnya kesinambungan (Continuity) dan kemampuan penerima pesan (Capability of Audience). Terakhir adalah Channel atau saluran pesan. Di era serba digital ini, gunakan platform yang emang udah biasa dipake bareng, misalnya WhatsApp grup, Notion, atau aplikasi kolaborasi kekinian lainnya biar koordinasi smakin mulus.

3. Bedah Konsep Dasar Komunikasi Organisasi ala Pakar

Biar pemahaman kamu makin lengkap, yuk kita intip pemikiran Goldhaber. Dalam tulisan beliau, komunikasi organisasi didefinisikan sebagai proses bertukar pesan dalam suatu jaringan hubungan yang saling tergantung satu sama lain untuk menghadapi ketidakpastian lingkungan. Definisi dari beliau ini punya tujuh pilar utama yang gokil banget buat dibahas.

Pilar pertama adalah proses, karena komunikasi itu mengalir terus tanpa henti. Kedua adalah pesan, bisa berupa verbal seperti chat dan memo, atau non-verbal seperti ekspresi wajah pas meeting online. Ketiga adalah jaringan, yaitu jalur distribusi informasi di dalam tim. Selanjutnya, ada sifat saling tergantung, hubungan antarmanusia, faktor lingkungan internal-eksternal, dan terakhir adalah ketidakpastian.

Selain itu, William U. Hamey juga ikut urun rembug. Menurut beliau, organisasi itu butuh koordinasi, dan koordinasi mutlak butuh komunikasi. Senada dengan hal itu, Keith Davis juga menyatakan bahwa suatu tim gak bakal bisa bertahan tanpa adanya komunikasi yang baik. Tanpa itu, kolaborasi harmonis antara leader dan anggota cuma bakal jadi mimpi di siang bolong.

Artikel Lain di Sosial