Lewati ke konten

Spill Rahasia Tumbuh Kembang Anak: Kenalan sama Teori Psikososial ala Erik Erikson yang Relate Banget!

Yo! Buat kamu yang nanti bakal jadi orang tua, atau sekarang lagi penasaran banget sama dunia pengasuhan modern, wajib paham nih soal bagaimana karakter si kecil terbentuk. Mengasuh anak zaman sekarang tuh nggak bisa asal-asalan, lho. Ternyata, ada banyak pakar hebat yang sudah merumuskan teori perkembangan anak biar kita punya panduan yang jelas. Mengetahui hal ini bakal bantu kamu memberikan pola asuh terbaik agar mental mereka tumbuh sehat dan optimal.

1. Mengenal Karakter Spesial Erik Erikson sang Maestro Psikologi

Sebelum kita bahas teorii psikososialnya yang fenomenal, yuk kenalan dulu sama sosok jenius di baliknya. Beliau adalah Erik Erikson, seorang psikolog legendaris yang lahir di Jerman pada tahun 1902. Kisah hidup beliau ini ternyata sangat memengaruhi pemikiran besarnya. Sejak kecil, beliau harus berjuang keras mencari identitas dirinya sndiri karena beliau tidak pernah tahu siapa ayah kandungnya, dan dibesarkan oleh ayah tirinya yang bernama Dr. Theodore Homberger.

Keadaan makin rumit karena beliau memiliki fisik khas Eropa Utara dengan rambut pirang dan mata biru, namun dibesarkan dalam tradisi Yahudi. Hal ini sempat memicu konflik batin yang mendalam dalam diri beliau. Sebagai bentuk kemandirian dan pembuktian diri, saat dewasa beliau memutuskan untuk menggunakan nama belakang Erikson. Di Eropa, beliau sempat belajar langsung di bawah bimbingan Anna Freud, putri dari Sigmund Freud, sebelum akhirnya memutuskan pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1933 untuk mengajar di universitas bergengsi di sana.

2. Intip Tahapan Seru Tumbuh Kembang Anak ala Teori Psikososial

Berbeda dengan teorii Freud yang menganggap perkembngan manusia selesai di masa kanak-kanak, Erik Erikson percaya bahwa manusia terus berkembang sepanjang hayatnya melalui delapan tahapan psikososial. Namun, untuk fase awal anak-anak, ada beberapa poin krusial yang wajib kamu ketahui biar nggak salah langkah:

Fase pertama adalah Trust vs Mistrust yang terjadi pada usia 0 hingga 1 tahun. Di masa bayi ini, rasa percaya dibangun lewat kasih sayang yang tulus dari pengasuh terdekatnya. Kalau kebutuhan dasarnya terpenuhi dengan baik, si kecil bakal tumbuh jadi pribadi yang optimis. Tapi kalau diabaikan, nyesel deh, karena rasa curiga dan kecemasan bakal membayangi karakter beliau hingga dewasa.

Fase berikutnya adalah Autonomy vs Shame and Doubt yang terjadi pada rentang usia 1 hingga 3 tahun. Di fase ini, anak mulai belajar mandiri seperti melakukan toilet training atau memilih mainannya sendiri. Tugas kita sebagai support system adalah memberikan ruang gerak yang aman tanpa membuat mereka merasa bersalah atau meragukan kemampuan dirinya sendiri.

3. Alasan Pentingnya Memahami Fase Perkembangan Mental Sejak Dini

Memahami tahapan perkembangan psikososial dari Erik Erikson ini gokil bangeet manfaatnya buat masa depan generasi muda. Dengan mengetahui konflik emosional yang dihadapi anak di setiap usianya, kamu bisa membantu mereka menyelesaikan krisis identitas tersebut dengan cara yang positif. Beliau menekankan bahwa kegagalan menyelesaikan konflik di satu fase akan berdampak pada fase kehidupan berikutnya.

Jadi, lewat pendekatan yang tepat dan penuh empati, kita bisa mencegah potensi masalah kepribadian saat mereka dewasa nanti. Teori psikososial dari beliau ini dinilai sangat lengkap dan humanis karena memandang perkembangan manusia secara menyeluruh dan terus berjalan hingga masa tua.

Artikel Lain di Anak Anak