Sejarah Vietnam - Dukungan Amerika Perkumpulan pada Vietnam Selatan
Sejarah suatu negara -termasuk di dalamnya sejarah Vietnam - sangat menarik buat dipelajari. Banyak hal nan dapat kita peroleh dengan mempelajari sejarah suatu negara. Nah, sebagai bagian dari proses mempelajari sejarah, artikel ini akan mengulas mengenai sejarah Vietnam dan hal-hal menarik nan terdapat di dalamnya.
Bukti diri bangsa Vietnam terbentuk melalui konflik panjang, baik konflik internal maupun konflik dengan kekuatan asing. Sejarah Vietnam dimulai pada 111 SM. Saat itu, Dinasti Han dari China menaklukkan Delta Sungai Merah di Vietnam bagian utara. Dinasti-dinasti China memerintah Vietnam hingga 1.000 tahun kemudian.
Sejarah Vietnam mencatat, pada 939 M, Vietnam memperoleh kemerdekaan dari dinasti-dinasti China dan mulai diperintah oleh dinasti pribumi. Setelah menaklukkan Kerajaan Champa pada 1471, bangsa Vietnam bergerak ke selatan, hingga akhirnya tiba di Delta Mekong nan subur.
Dalam catatan sejarah Vietnam, negara ini awalnya berbentuk kedinastian. Namun, ketika Dinasti Le mengalami kemunduran, keluarga-keluarga kuat dari utara dan selatan, Trinh dan Nguyen, berperang memperebutkan kekuasaan pada abad ke-17 dan ke-18.
Setelah perang tersebut, muncul sebuah upaya revolusi dari para petani nan ingin merasakan kesejahteraan hidup. Revolusi petani nan muncul pertama kali di daerah Tay Son sukses mengalahkan keluarga Nguyen maupun Trinh. Revolusi tersebut menyatukan negeri Vietnam pada akhir abad ke-18, tetapi kemudian dikalahkan oleh salah seorang keluarga Nguyen nan kemudian mengangkat dirinya sebagai Kaisar Gia Long pada 1802.
Sejarah Vietnam - Penjajahan Prancis dan Perjuangan Antikolonial
Pada 1858, sejarah Vietnam dimulai saat Perancis memulai penaklukan Vietnam dari arah selatan. Mereka menganeksasi seluruh Vietnam pada 1885. Kaisar-kaisar Vietnam tetap berada di Hue, tetapi kewenangan mereka sangat terbatas sebab pejabat Prancis menguasai hampir semua fungsi pemerintahan.
Pada awal abad ke-20, para cendekiawan Vietnam, nan kebanyakan mendapat pendidikan dari Prancis, mengorganisasi gerakan antikolonial nasionalis dan nasionalis-komunis. Pendudukan militer Jepang di Vietnam selama Perang Global II menyulut sentimen nasionalisme, juga perasaan antipati terhadap rezim kolonial Vichy Prancis.
Kaum komunis Vietnam, di bawah pimpinan Ho Chi Minh mengorganisasi sebuah koalisi kelompok-kelompok antikolonial, Viet Minh. Viet Minh mendapat laba dari ketidakpastian politik setelah Jepang menyerah. Mereka sukses menguasai Hanoi dan Vietnam bagian utara.
Ho Chi Minh mengumumkan kemerdekaan Republik Demokratik Vietnam pada 2 September 1945. Sejak saat itu, sejarah Vietnam nan identik dengan negeri jajahan Perancis sedikit-demi sedikit mulai terkikis dan sejarah Vietnam pun telah bersiap buat memulai lembaran baru.
Sejarah Vietnam - Pembagian Vietnam Utara dan Vietnam Selatan
Sejarah Vietnam terbagi menjadi 2 wilayah berawal dari keputusan Perancis mengenai wilayah kolonialnya. Ya, meskipun sudah menyatakan merdeka, negara Vietnam belum sepenuhnya lepas dari kontrol negara Prancis. Keputusan Prancis buat memulihkan kekuasaan kolonial di Vietnam menyebabkan segala perundingan menjadi mustahil.
Sejak saat itu, banyak konflik nan terjadi di Vietnam. Setelah konflik senjata pecah di Haiphong pada akhir 1946, berlangsung perang gerilya selama 8 tahun antara Viet Minh nan dipimpin komunis di satu pihak dan Prancis serta sekutu nasionalis antikomunis mereka di pihak lain.
Setelah Prancis menderita kekalahan di Dien Bien Phu pada Mei 1954, Prancis dan Inggris, China, Uni Soviet, dan Amerika Serikat, serta pemerintah Viet Minh dan Bao Dai berjumpa di Geneva, Swiss, buat mengadakan perundingan damai.
Pada 29 Juli 1954 Persetujuan Penghentian Permusuhan ditandatangani Prancis dan Republik Demokratik Vietnam. Pemerintahan kolonial Prancis di Vietnam pun berakhir. Vietnam benar-benar telah menjadi negara nan merdeka.
Persetujuan Geneva 1954 memerintahkan gencatan senjata antara pasukan komunis dan nasionalis antikomunis. Wilayah Vietnam dibagi menjadi dua, yakni utara (komunis) dan selatan (nonkomunis).
Persetujuan Geneva juga memerintahkan dilaksanakannya pemilihan generik sebelum Juli 1956 buat menyatukan utara dan selatan dalam sebuah pemerintahan. Namun, pemerintah Vietnam Selatan menolak diadakannya pemilihan umum. Pada 26 Oktober 1955, Vietnam Selatan mendeklarasikan diri sebagai Republik Vietnam.
Setelah 1954, para pemimpin komunis Vietnam Utara mengkonsolidasikan kekuatan mereka dan melaksanakan program reformasi agraria. Selama periode ini, sekitar 450.000 orang, termasuk sejumlah umat Katolik Vietnam melarikan diri dari utara ke selatan. Sementara itu, beberapa orang mantan pejuang Viet Minh pindah ke utara.
Pada akhir 1950-an, para pemimpin Vietnam Utara mengaktifkan kembali jaringan gerilya komunis nan masih tersisa di selatan. Mereka berencana merebut wilayah bagian Selatan buat disatukjan dengan wilayah Eropa dengan kekuasaan paling tinggi berasal dari pihak utara. Para pejuang nan disebut Viet Cong tersebut diam-diam dibantu oleh pihak utara.
Sejarah Vietnam - Dukungan Amerika Perkumpulan pada Vietnam Selatan
Pada Desember 1961, atas permintaan Presiden Vietnam Selatan, Ngo Dinh Diem, Presiden Kennedy mengirim penasihat militer ke Vietnam Selatan buat membantu menghadapi Viet Cong. Amerika Perkumpulan meningkatkan dukungannya setelah terjadi pergolakan politik di selatan, yakni perebutan kekuasaan para jenderal nan berujung pada kematian Presiden Diem pada November 1963.
Pada Maret 1965, Presiden Johnson mengirimkan pasukan tempur AS ke Vietnam. Peran militer Amerika memuncak pada 1969. Saat itu, ada 534.000 orang personel militer AS di Vietnam.
Serangan terhadap Viet Cong pada Januari 1968 melemahkan infrastruktur Viet Cong dan meruntuhkan moril Amerika dan Vietnam Selatan. Pada Januari 1969, Amerika Serikat, pemerintah Vietnam Utara dan Selatan, serta Viet Cong buat pertama kali mengadakan rendezvous pendahuluan buat perundingan damai di Paris, Prancis.
Akhirnya, mereka menandatangani persetujuan damai, Paris Accord, pada 27 Januari 1973.
Setelah dicapai persetujuan, pemerintah Vietnam Selatan dan perwakilan politik pasukan komunis di Selatan, Pemerintah Revolusioner Sementara, berusaha merebut kendali di sejumlah loka di Vietnam Selatan. Amerika Perkumpulan menarik pasukannya, tetapi donasi militer mereka masih berlanjut.
Sejarah Vietnam - Reunifikasi Vietnam
Awal 1975, sejarah Vietnam berubah. Pasukan militer reguler Vietnam Utara memulai agresi besar ke selatan. Pihak komunis merebut Saigon pada 30 April 1975, dan mengumumkan maksud mereka buat menyatukan negeri. Republik Demokratik Vietnam (utara) mencaplok Republik Vietnam (selatan) dan membentuk Republik Sosialis Vietnam pada 2 Juli 1976.
Sejarah Vietnam Pasca Perang Vietnam
Sejarah Vietnam pasca Perang Vietnam setelah kekuasaan diambil alih, berdampak pada komunis Vietnam melarang partai politik lain dan menahan tersangka nan dipercayai melakukan kolaborasi dengan Amerika Serikat. Selain itu, akibat lain dari pengambilalihan kekuasaan ialah kampanye massal mengenai kolektivitas pertanian dan pabrik-pabrik.
Rekonstruksi negara nan porak poranda dampak perang berlangsung sangat lambat. Selain itu, imbas perang seperti masalah humanisme dan masalah-masalah ekonomi nan sangat serius dihadapi oleh rezim komunis.
Pada 1978, militer Vietnam melakukan pencaplokan terhadap Kamboja. Invasai tersebut dilakukan buat membebaskan rekan mereka, Khmer Rouge, dari penindasan. Aksi ini semakin memperburuk interaksi dan mengakibatkan agresi mendadak terhadap Vietnam Utara pada 1979. Konflik ini mengakibatkan Vietnam semakin bergantung pada donasi ekonomi dan donasi militer dari Uni Soviet.
Pada 1986, Partai Komunis Vietnam mengimplementasikan reformasi pasar bebas ( free market ). Reformasi pasar bebas ini dikenal dengan nama Doi Moi (Renovasi). Program tersebut membuat kuasaan negara tetap tidak tertandingi. Selain itu, kepemilikan pribadi atas pertanian dan perusahaan-perusahaan dilakukan deregulasi dan investasi asing dilaksanankan. Walaupun begitu, kekuatan Partai Komunis Vietnam atas semua aspek pemerintahan tetap kuat.
Nah, itulah sedikit ulasan mengenai sejarah Vietnam. Cukup rumit memang, sebab sumber sejarah Vietnam berbeda dengan sumber sejarah nan ada di Indonesia. Sejarah Vietnam tak memiliki cukup banyak bukti buat diekspose. Kalaupun ada nan diekspose di global internasional, hampir semuanya tentang sejarah Vietnam ketika pasukan Viet Cong berperang dengan tentara Amerika.