Lewati ke konten

Spill Surga Tersembunyi di Ujung Jawa: Vibes Kece Banyuwangi yang Wajib Masuk Bucket List Kamu!

Yo, gaes! Pernah kepikiran gak sih kalau ujung timur Pulau Jawa itu punya permata tersembunyi yang gak kalah saing ama Bali? Yup, kita lagi ngomongin Banyuwangi! Seringkali wisatwan cuma numpang lewat pas mau nyebrang dari Pelabuhan Ketapang ke Gilimanuk. Padahal, kota ini tuh punya sejuta pesona yang asyik bangt buat dieksplor bareng circle kamu. Yuk, kita kupas tuntas kenapa kamu wajib masukin kota ini ke list destinasi liburan keluarga atau solo traveling kamu selanjutnya!

1. Rekomendasi Spot Liburan Estetik yang Wajib Masuk Bucket List Kamu

Banyuwangi itu paket komplit. Buat kamu pencinta feed Instagram estetik, destinasi di sini bener-bener juara. Pertama, ada Kawah Ijen dengan pesona blue fire-nya yang mendunia. Lalu, ada tempat wisata alam estetik lainnya seperti Taman Nasional Alas Purwo yang punya hutan eksotis super magis, dan Taman Nasional Meru Betiri pelindung flora fauna langka.

Buat anak pantai, wajib banget mampir ke Pantai Plengkung (G-Land) yang jadi surga para peselancar dunia karena ombaknya yang kece badai. Ada juga Pulau Merah dengan tanah pantainya yang unik kemerahan, Pantai Rajegwesi tempat peneluran penyu yang edukatif, dan Pantai Grajagan yang punya goa buatan eksotis. Jangan lupakan Watu Dodol dengan batu hitam mengkilatnya yang ikonik. Kalau mau nuansa budaya, langsung meluncur ke Desa Wisata Osing atau foto-foto di Gumuk Kancil yang kental dengan sejarah persatuan Jawa-Bali. Seru abis, kan?

2. Mengenal Suku Osing dan Ragam Seni Tradisional yang Unyu Banget

Gak cuma alamnya yang bikin takjub, kebudayaan di sini juga kaya destnasi sejarah, lho! Suku asli yang mendominasi di sini adalah Suku Osing. Bahasa sehari-hari mereka adalah bahasa Osing, salah satu ragam bahasa tertua di tanah Jawa yang dipengaruhi vibe Bali.

Salah satu kesenian tradisional jawa timur yang paling hits dari sini adalah Tari Gandrung Banyuwangi. Tarian ini adalah simbol rasa syukur setelah panen dan penghormatan kepada Dewi Padi. Penarinya bakal tampil bareng paju (penari pria). Gak heran kalau Banyuwangi dijuluki Kota Gandrung! Ada juga kesenian keren lainnya seperti Seblang, Janger, Jaranan Butho, hingga Kebo-Keboan. Alat musiknya pun unik, seperti Gamelan Banyuwangi yang pakai triangle besi bernama "kuncling", kendhang, kempul, dan kethuk. Bahkan, musik tradisional di sini sudah dikemas modern ala Janger Campursari biar makin disukai anak muda kayak kamu!

Setelah capek jalan-jalan, waktunya manjakan lidah lewat kuliner khas banyuwangi. Kamu wajib cobain Rujak Soto yang memadukan rujak segar dengan kuah soto babat gurih. Jangan lupa juga icipin Sego Tempong yang pedasnya nampol, atau Sego Cawuk yang gurih kelapa parutnya benern bikin nagih!

3. Usul Nama Banyuwangi dan Sejarah Epik di Baliknya

Biar liburan kamu makin bermakna, yuk kita ulik sejarah kota banyuwangi. Dulu pada abad ke-17, wilayah ini merupakan bagian dari Kerajaan Blambangan yang dipimpin oleh Pangeran Tawang Alun. Beliau dikenal sebagai sosok pemimpin yang hebat. Di bawah kepemimpinan beliau, wilayah ini berkembang pesat hingga akhirnya terjadi pertempuran Puputan Bayu melawan VOC pada 18 Desember 1771. Tanggal bersejarah inilah yang diperingati sebagai hari jadi Banyuwangi.

Nah, legenda nama "Banyuwangi" sendiri punya kisah romantis sekaligus haru tentang Putri Sritanjung. Beliau adalah sosok wanita yang sangat setia dan tulus. Sayangnya, suami beliau termakan fitnah dan meragukan kesetiaan beliau. Suami beliau menuduh bahwa janin di dalam rahim beliau bukanlah anaknya. Untuk membuktikan kebenaran, sebelum beliau wafat di tepi sungai, beliau bersumpah jika darahnya berbau amis berarti beliau bersalah, namun jika baunya wangi berarti beliau suci. Keajaiban terjadi, air sungai tersebut bener-bener berbau harum! Suami beliau pun menyesal setengah mati. Kisah perjuangan dan kejujuran beliau inilah yang menginspirasi nama Banyuwangi (air yang wangi). Nilai kejujuran dari legenda beliau ini patut kita teladani sampai sekarang, lho!

Artikel Lain di Tempat