Nike: Dari Kembang Tidur Sampai “Just Do It” yang Bikin Semua Penasaran!

Nike: Dari Kembang Tidur Sampai “Just Do It” yang Bikin Semua Penasaran!

Siapa sih yang belum denger Nike? Brand sepatu, apparel, dan gear olahraga ini udah jadi ikon global. Tapi lo tau gak, nama Nike asalnya dari kembang tidur? Yuk, kita kulik bareng-bareng cerita seru di balik merk yang selalu hits ini.

Perluasan Merk Nike

Supaya makin nge‑hit di pasar, Bill Bowerman mulai eksperimen dengan sol sepatu. Dia nyampur karet cair ke dalam cetakan kue wafel besi milik istrinya—bener‑bener DIY level tinggi! Hasilnya? Sepatu dengan sol karet inovatif yang bikin lari terasa ringan.

Pada 1972, Nike Moon Shoes diluncurin dan langsung dipake atlet di percobaan Olimpiade di Eugene, Oregon. Siapa lagi yang pertama nyelip di finish line pake Nike? Itu Mark Covert, pelari legendaris yang bikin brand ini makin dikenal.

Gak lama setelah itu, tenis pro dari Rumania, Ilie Nastase, setuju pakai Nike buat turnamen, sekaligus ngasih endorsement yang ngebantu promosi.

Pada 1977, mantan insinyur luar angkasa Frank Rudy kolab sama Nike bikin sol udara pertama. Hasilnya? Nike Air yang booming sejak 1979, bikin semua orang pengen nyobain sensasi “bouncing” tiap langkah.

Nike: Just Do It

Tahun 1984 jadi momen krusial buat Nike. Bintang basket Michael Jordan tandatangan kontrak eksklusif, dan setahun kemudian Nike Air Jordan dirilis. Meski NBA sempet larang produk Nike karena “tidak harmonis” sama seragam, larangan itu malah jadi PR gratis yang bikin brand makin viral.

Pada 1986, pendapatan Nike udah nyentuh angka $1 miliar. Gak puas, mereka terus push brand positioning dengan slogan Just Do It yang diluncurin tahun 1988. Slogan ini langsung jadi catchphrase generasi, bikin semua orang termotivasi buat “nge‑go” tanpa ragu.

Sejarah Nike

Pada 1964, Bill Bowerman (instruktur lari Univ. Oregon) gabung sama Phil Knight, pelari jarak menengah yang punya visi besar. Mereka mulai dengan perusahaan Blue Ribbon Sports dan impor sepatu Onitsuka Tiger dari Jepang buat jual di Amerika.

Setahun kemudian, Jeff Johnson join sebagai marketer dan buka outlet ritel pertama. Pada 1971, Johnson ngusulin nama Nike—dewi kemenangan Yunani—setelah mimpi tentang dewi itu. Nama ini langsung diterima.

Untuk logo, mereka rekrut mahasiswi desain grafis Carolyn Davidson. Dengan honor cuma $35, dia ciptain logo Nike Swoosh yang sekarang udah jadi simbol global.

Nike di Era Modern

1990, toko Nike Town pertama dibuka di Portland, Oregon, jadi spot wajib buat sneakerhead. Enam tahun kemudian, golfer legendaris Tiger Woods tandatangan kontrak kerjasama, nambahin kredibilitas brand di dunia golf.

Setelah Bill Bowerman wafat pada 1999, Nike terus melaju. Pada 2003, mereka akuisisi Converse dengan nilai $305 juta, menyelamatkan brand yang hampir bangkrut. Tahun berikutnya, Phil Knight mengundurkan diri sebagai CEO, tapi Nike tetap jadi salah satu perusahaan terbesar dan paling berpengaruh di dunia.

Hingga kini, Nike terus inovasi, mulai dari teknologi Nike Air terbaru, kolaborasi fashion, sampai kampanye Just Do It yang tetap relevan buat generasi muda. Jadi, kalau lo lagi nyari sepatu atau apparel yang ngasih vibe kekinian dan inspiratif, Nike tetap jadi pilihan utama.