1. Spot Wisata Keren di Tangerang Selatan
Yuk, explore beberapa tempat yang lagi nge‑trend di Tangerang Selatan. Dari hutan kota yang asri sampai pulau kecil yang sepi, semua siap jadi backdrop Instagram kamu!
Tanah Tingal – Tempat yang pas buat liburan keluarga. Di sini kamu bisa coba kegiatan petualangan alam kayak flying fox, kano, atau sekadar foto bareng pohon kelapa yang rindang. Ada juga workshop keramik dan program birdwatching yang bikin liburan makin seru. Jangan lupa mampir ke kafe dan kolam renang yang ada di area.
Pulau Situ Gintung – Cuma 10 menit dari Pondok Indah, pulau ini cocok buat escapade singkat bareng temen atau keluarga. Luasnya lebih dari 5 hektar, dipenuhi pepohonan tua dan pemandangan danau yang menenangkan. Ideal buat piknik atau sekadar lepas‑penat dari hiruk‑pikuk kota.
BSD City – kota terencana terbesar di Indonesia dengan luas 6.000 hektar. Di sini ada pusat perbelanjaan kayak BSD Plaza, BSD Junction, dan Giant Hypermarket, plus OceanPark Water Adventure yang jadi spot waterpark hits di Asia Tenggara.
2. Visi & Misi Tangerang Selatan yang Bikin Kota Ini Semakin Keren
Pemerintah kota Tangerang Selatan (yang dipimpin sama kepala daerah yang visioner) punya visi “Kota Mandiri, Damai, Asri, dan Sejahtera”. Intinya, kota ini mau jadi tempat tinggal yang nyaman buat semua kalangan, tanpa memandang suku, agama, atau status sosial.
Visi:
- Mewujudkan kota mandiri yang ramah lingkungan.
- Menjadi pusat bisnis dan hunian urban dengan kualitas hidup tinggi.
- Menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan.
Misi:
- Meningkatkan kualitas hidup masyarakat lewat fasilitas publik yang modern.
- Menata ruang kota dengan desain berwawasan lingkungan.
- Bangun infrastruktur dasar yang berkelanjutan (sustainable development).
- Perkuat layanan pendidikan dan kesehatan.
- Jadikan kota sebagai sentra perdagangan dan jasa yang dinamis.
- Optimalkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
3. Sejarah Ringkas Tangerang Selatan yang Bikin Kamu Tahu Asal‑Usul Kota Ini
Kota Tangerang Selatan resmi jadi kota pada 29 Oktober 2008, diresmikan oleh Mardiyanto selaku Menteri Dalam Negeri waktu itu. Sebelumnya, wilayah ini bagian dari Kabupaten Tangerang.
Wilayah ini dulu masuk dalam Keresidenan Batavia masa penjajahan Belanda, dengan tiga etnis utama: Betawi, Sunda, dan Tionghoa. Karena kurangnya perhatian dari pemerintah kabupaten, warga mulai dorong pembentukan kota otonom supaya fasilitas publik lebih terjangkau.
Pada 2000, tokoh‑tokoh lokal mulai sebut‑sebut nama “Cipasera” (Ciputat, Cisauk, Pamulang, Pondok Aren, Pagedangan, dan Serpong) sebagai calon kota baru. DPRD Kabupaten Tangerang setuju pada 27 Desember 2006, dan akhirnya Kecamatan Ciputat dipilih jadi pusat pemerintahan pada 22 Januari 2007.
Awalnya, pemerintah kabupaten nyiapin dana Rp 20 miliar buat operasional kota selama satu tahun pertama. Dana ini dipakai buat biaya awal dan kapital wilayah hasil pemekaran. Secara bertahap, Tangerang Selatan jadi mandiri dengan tujuh kecamatan: Serpong, Serpong Utara, Ciputat, Ciputat Timur, Pondok Aren, Pamulang, dan Setu.
Serpong, misalnya, dulu cuma kecamatan di Kabupaten Tangerang, tapi kini terkenal dengan BSD City yang terus berkembang sejak jalan Tol Antasari‑BSD dibuka.
Dengan sejarah yang dinamis, visi‑misi yang ambisius, dan spot‑spot wisata yang keren, Tangerang Selatan siap jadi destinasi favorit kamu untuk belajar, kerja, atau sekadar lepas‑penat.