Kamu pasti udah gak asing lagi kan sama lagu "Garuda di Dadaku"? Lagu kece ini emang udah kayak lagu kebangsaan kedua pas timnas bertanding di stadium. Nah, tahukah kamu kalau karya luar biasa ini lahir dari kreativitas grup musik rock indonesia legendaris yang dulu bernama Netral dan kini lebih dkenal sebagai NTRL? Lewat musik yang energik dan penuh semangat, beliau-beliau ini sukses bikin generasi muda Indonesia terus bergelora.
1. Anthem Pemersatu Bangsa dan Era Baru
Pas merilis lagu bertema nasionalisme tersebut, beliau-beliau di dalam band pengen memberikan sesuatu yang beda dan penuh aura positif. Karya ini bahkan terpilih jadi soundtrack film hits serta dinyanyikan oleh jutaan suporter sepak bola tanah air. Liriknya yang membakar semangat punya magis luar biasa:
Garuda di dadaku
Garuda kebanggaanku
Ku yakin hari ini pasti menang..
Kobarkan semangatmu
Tunjukkan keinginanmu
Ku yakin hari ini pasti menang..
2. Awal Mula Nongkrong Berujung Karya
Kisah seru ini bermula dari persahabatan anak sekolah di SMA Negeri 55 dan SMA Negeri 60 Jakarta pada tahun 1992. Saat itu, Om Bagus Dhanar Dhana bersama dua rekannya, yaitu Gabriel Bimo Sulaksono dan Ricy Dayandani alias Miten, mulai rajin main musik bareng. Beliau-beliau ini awalnya sering cover lagu dari band alternatif luar negeri kayak Nirvana, Metallica, dan Jimi Hendrix di berbagai acara sekolah maupun kampus.
Karakter musk mréka yang jujur dan tampil murni dari hati bikin produser melirik. Pada tahun 1994, di bawah naungan PT Indosemar Sakti, beliau-beliau merilis album perdana netral bertajuk "Wa...lah" yang sukses jual puluhan ribu kopi! Gebrakan ini dilanjutkan dengan rilisan album "Tidak Enak" dan "Album Minggu Ini" yang makin melambungkan nama beliau di skena musik lokal.
3. Masuknya Energi Baru dan Formasi Solid
Setiap perjalanan pasti ada fase bertumbuh, gengs. Pas Bimo memutuskan undur diri buat eksplorasi rona musik baru, posisi beliau digantikan oleh Eno pada tahun 1999. Pukulan drum dinamis dari beliau bikin gaya musik rock band ini makin segar dan matang di album "PATEN". Kemudian pas Miten pamit buat menimba ilmu ke Amerika, posisi beliau digantikan oleh Coki lewat proses audisi yang ketat.
Dengan formasi anyar ini, beliau-beliau merilis album "Kancut", "Hitam", dan "Putih". Konsep album "Hitam" terbilang sangat unik bgt karena dicetak eksklusif cuma 7.000 keping DVD. Karena antusiasme fans yang luar biasa, beliau-beliau merilis album "Putih" buat menjawab kerinduan penikmat karya musik alternatif di seluruh Indonesia.
4. Deretan Album Legendaris yang Selalu Hits
Sepanjang perjalanannya, beliau-beliau ini emang gak pernah berhenti berkarya secara konsisten. Dari single hits pilihan kayak "Bobo", "Boring Day", "Cahaya Bulan", sampai "Terbang Tenggelam", semuanya selalu dapet tempat spesial di hati penikmat musik. Video klip karya beliau juga sering meraih penghargaan bergengsi karena digarap oleh sutradara berbakat seperti Rizal Mantovani dan Dimas Jayadiningrat.
Filosofi nama yang dipilih oleh beliau-beliau ini mengandung makna bebas, tanpa batasan, dan selalu menyebarkan energi positif. Sampai saat ini, dedikasi beliau dalam industri musik indonesia tetap jadi inspirasi besar buat kamu yang pengen terus berkarya jujur dan jadi diri sendiri!