Sistem Politik

Sistem Politik



Pengamatan

Sebelum membuat makalah sistem politik , sebaiknya membaca dan mendengar banyak hal tentang sistem perpolitikan di banyak negara. Ada baiknya berpikir seperti akan membuat sebuah resensi buku. Semakin banyak hal nan dibaca nan berkaitan dengan buku nan akan diresensi, akan semakin bermutulah apa nan akan dituliskan. Begitu juga dengan makalah seperti ini. Semakin banyak infromasi nan didapatkan, maka akan semakin berisilah makalah tersebut. Misalnya, membuat perbandingan sistem politik di Brunai Darussalam dengan sistem politik nan ada di Saudi Arabia.

Kedua negara sama-sama mempunyai sistem politik monarki. Kedua negara juga merupakan negara nan kaya. Penduduknya mempunyai taraf pendapatan per kapita nan sangat tinggi. Pembahasan tentang sistem politiknya mungkin dapat dibuat sangat menarik. Selanjutnya dapat juga membandingkan apa nan terjadi di Brunai dan Saudi Arabia dengan apa nan terjadi di Inggris dan Belanda. Keempat negara itu mempunyai sistem monarki nan masih dipertahankan hingga saat ini. Tentu saja ada disparitas nan sangat mencolok antara apa nan terjadi di Belanda dan apa nan terjadi di Inggris.

Mengapa orang lebih memperhatikan putra mahkota kerajaan Inggris dibandingkan dengan putra mahkota kerajaan Belanda. Kekayaan dan sistem politik mungkin berjalan seimbang. Ketika kekayaan tak menjadi masalah, biasanya monarki ini masih dapat dipertahankan sebagai bagian dari menarik bangsa lain buat mempelajarinya dan berkunjung ke negara bersangkutan. Namun ketika kekayaan menjadi masalah, biasanya kerajaan akan dikebiri. Pola pikir penduduk juga menjadi bagian dari tetap dipertahankannya sistem monarki ini.

Perhatikan apa nan terjadi di Rusia. Kekaisaran Rusia dihancurkan sehingga para pembaru negara Beruang Merah itu memulai babak baru kehidupan negara dengan sistem politik nan baru. Walaupun akhirnya sistem politik Uni Soviet tetap tak sukses membuahkan kesejahteraan rakyat sehingga Uni Soviet pun hancur dan kini menyisakan banyak negara kecil. negara-negara pecahan Uni Soviet ini berjuang buat bangkit. Ada nan berusaha masuk ke Uni Eropa. Namun, mereka malah keteteran. Tidak mudah untik bangkit dari satu sistem politik ke sistem politik nan lain. Rusia pun kini terus berusaha memiliki sistem politik nan stabil.

Dari negara dengan sistem politik komunis, mereka berusaha menjadi negara nan demokrastis. Yang terjadi ialah banyaknya korban dari sistem nan berebut kuasa. Hal ini tentu saja sangat disayangkan. Yang cukup sukses mengubah sistem politik dan sukses menyatukan dua negara lagi ialah Jerman. Ketika tembok Berlin masih berdiri, Jerman Timur dan Jerman Barat terpisah. Disparitas pembangunan nan sangat jauh berbeda di antara keduanya akhirnya dapat disatukan. Walaupun tak sedikit nan meninggal global hanya berusaha menembus dan melompati tembok Berlin nan sangat kokoh itu.

Kini Jerman memang tetap berjuang buat tak terpuruk ke dalam krisis moneter nan sedang menimpa banyak negara di Eropa, namun, Jerman tetap mampu menjadi salah satu negara Eropa nan berdiri kokh di kakinya sendiri. Bersama denagn Inggris, Jerman masih dianggap sebagai negara nan kuat. Tidak seperti Spanyol nan terus terpuruk dan bahkan akan menjual banyak aset negaranya. Begitu juga dengan Yunani nan akan menjual banyak pulau kepada orang asing nan mampu mengucurkan dana kepada negara tersebut.

Portugis juga seperti itu. Sistem politik nan kuat seharusnya mampu memberikan kekuatan ekonomi. Kenyataannya efek nan didapatkan dari negara lain telah membuat banyak negara akhirnya menyerah dan mendapatkan donasi dari negara lain dengan sistem imbal balik nan terkadang tak adil. Tetapi itulah perpolitikan dunia. Afrika Selatan nan kini termasuk dalam salah satu negara dengan perekonomian nan cukup baik, pernah juga mengalami suatu sejarah kelam dalam sisitem politik nan membedakan rona kulit.



Tokoh Politik

Mantan Persiden kulit hitam pertama,, Nelson Mandela, bahkan harus mendekam didalam penjara selama puluhan tahun. Demi keyakinannya nan dianggapnya dapat menyelamatkan rakyatnya, Mandela rela berada di penjara. Perjuangannya membuahkan hasil dan kini ia menjadi bapak bangsa nan tak hanya disegani di negerinya namun juga disegani oleh bangsa lain. Ia nan sangat bahagia mengenakan baju batik ini kini sedang sakit. usianya nan menginjak angka 90an lebih itu tak membaut orang surut mencintainya. Inilah salah satu bukti bahwa memegang teguh apa nan diyakini itu membutuhkan perjuangan nan besar.

Tokoh politik seperti ini tak hanya di Afrika Selatan. Myanmar juga memiliki Aung Sang Suu Kyi. Wanita perkasa ini harus menjadi tahanan rumah selama puluhan tahun. Ia konfiden bahwa dengan perubahan sistem politik, maka negaranya akan mendapatkan penghargaan nan lebih baik dari negara lain. Dengan demikian, bangsanya dapat sejajar dengan bangsa lain. Ia telah membuktikan bahwa perjuangan memang harus banyak mengorbankan segala sesuatunya termasuk kehidupan keluarga. Bahkan kisah Aung Sang Suu Kyi ini telah difilmkan. Keharuan dan inspirasi nan dituangkan dalam film itu akan mampu membangkitkan jiwa juang orang lain.

Dengan banyaknya pengetahuan tentang sejarah dan sistem politik dari banyak negara, liputan dan ulasan dalam makalah akan semakin dalam sehingga konklusi dan bahkan usulan dapat diambil sebagai sesuatu nan masuk akal. Ketika tulisan ini banyak kegunaan dan bisa mempengaruhi orang lain dalam berpikir, itulah tulisan nan akan menginspirasi. Tulisan nan menginspirasi akan memberikan nilai lebih tak hanya kepada penulisnya namun juga kepada orang banyak. Hal ini niscaya akan sangat menyenangkan. Itu artinya investasi waktu dan pemikiran dalam membuat makalah itu tak sia-sia.



Sistem Politik

Makalah sistem politik akan membahas topik sistem politik. Itu sebuah syarat mutlak. Berikut ini beberapa sistem politik nan dapat Anda jadikan referensi. Ada beberapa sistem politik nan dapat dicermati, di antaranya adalah:
* Sosialisme. Sistem politik ketika negara masih berperan besar (intervensi). Tata kelola ekonomi merujuk pada keputusan pusat.
* Demokrasi. Sistem politik ketika hak asasi manusia dijamin. Partisipasi masyarakat dalam Pemilu. Pembagian cabang kekuasaan menjadi tiga, yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
* Mix. Sistem ekonomi campuran. Kombinasi antara sosialisme dan demokrasi.

Menyusun makalah sistem politik harus pandai memilih topik. Beberapa macam topik nan dapat jadi pilihan ialah sebagai berikut.


1. China. Sistem politik China unik. Komunisme, tetapi mengakomodasi kapitalisme. China mejadi negara maju nan berkembang pesat, mulai mengusik tahta AS. Bahkan, China menggeser Jerman dalam juara dagang dunia. Politik di China masih konservatif. Memegang teguh komunisme. Namun, sejak era Den Xiaoping pada 1978, China mulai membuka diri. China meneguhkan diri sebagai state capitalism bukan market capitalism.

2. Indonesia. Sistem politik Indonesia berganti sejak rezim reformasi dimulai. Sistem politik Indonesia menarik sebab sebagai negara muslim terbesar di dunia, namun tak menjadikan agama eksklusif sebagai dasar negara. Mencermati politik di Indonesia kian menarik setelah pemilihan generik nan telah dihelat dua kali secara terbuka. Politik Indonesia mengalami perkembangan pesat seperti nan dicatat beberapa forum internasional. Misalnya, Freedom House.

3. Kuba. Sistem politik di Kuba masih identik dengan Fidel Castro. Sistem politik sosialistik masih kuat di sana. Namun, unik sebab Kuba ternyata negara dengan kesehatan nan bagus di dunia. Bahkan, di sana pendidikan dan kesehatan dapat perdeo dan murah. Sistem politik Kuba nan tertutup tapi masih dapat merawat publik jadi menarik.

4. Singapura. Trah Lee Kuan Yeew di sistem politik Singapura kental terasa. Namun, Lee Kuan Yew dipandang sukses membuat Singapura jadi satu Macan Asia. Negara kecil ini menjelma jadi negara besar dari segi ekonomi. Sistem politik di sana tak riuh rendah. Terkesan adem ayem. Namun, mampu menopang pertumbuhan ekonomi Singapura nan maju.