Lewati ke konten

Identitas Kebudayaan Sa Huynh

1. Pengaruh Kebudayaan Sa Huynh Kepada Indonesia

Mungkin tak banyak nan tahu bahwa bangsa Vietnam memberi sumbangan cukup besar bagi perkembangan kebudayaan bangsa Indonesia. Salah satunya ialah kebudayaan Sa Huynh, nan merupakan kebudayaan pantai dan berkembang di akhir zaman logam, sekitar 600 SM - 1 M.

Vietnam merupakan sebuah negara dengan kebudayaan nan cukup kental. Coraknya nan sama dengan kebudayaan Indonesia, memberikan sedikit pengaruh, dan salah satunya ialah kebudayaan Sa Huynh.

Seperti kita ketahui, zaman logam atau nan biasa disebut dengan zaman perundagian, ialah sebuah masa perkembangan kebudayaan di mana mulai dikenal penggunaan alat dari logam secara dominan. Sebelumnya, kebudayaan prasejarah menggunakan batu sebagai alat dalam kehidupan mereka. Dan kebudayaan Sa Huynh menjadi salah satu kebudayaan nan identik dengan logam.

Zaman logam sendiri dibagi menjadi tiga periodisasi sinkron dengan kemajuan teknologi di dalamnya, yakni: zaman tembaga, zaman perunggu, dan zaman besi. Kebudayaan Sa Huynh menjadi saksi bisu ketiga zaman tersebut.

Penamaan itu merujuk pada jenis logam nan dieksplorasi pada masa tersebut. Indonesia sendiri - dan Asia Tenggara secara generik - tak mengalami zaman tembaga tetapi langsung memasuki zaman perunggu dan besi.

Teknologi nan digunakan kebudayaan Sa Huynh buat membuat logam dicurigai merupakan hasil taaruf dan pengaruh dari kebudayaan Cina. Benda perunggu nan ditemukan di wilayah Sa Huynh berupa seperti gelang dan lonceng. Dua benda logam tersebut disinyalir ikut memengaruhi kebudayaan dan keberadaan lonceng dan gelang di Indonesia.

2. Identitas Kebudayaan Sa Huynh

Kebudayaan Sa Huynh berasal dari kampung pesisir di selatan Da Nang, diantara Thua Thein dan delta sungai Dong Nai di provinsi Quang Nam, Vietnam, dan memiliki keahlian tinggi dalam bidang kerajinan logam, terutama perunggu.

Kebudayaan Sa Huynh memiliki corak nan sangat mirip dengan kebudayaan Dongson, nan selama ini kita kenal memiliki pengaruh kuat di Asia Tenggara. Kebudayaan Sa Huynh ini berlangsung antara 600 SM hingga 1 M.

Penduduk Sa Huynh sebagai pelaku kebudayaan Sa Huynh menggunakan bahasa Cham. Cham sendiri ialah kebudayaan nan memiliki corak khas dengan rona budaya India Champa, dan merupakan kelompok masyarakat nan menggunakan bahasa Austronesia.

Bangsa Cham disinyalir memiliki interaksi kebangsaan dengan dengan masyarakat orisinil kepulauan Indonesia. Dari situlah interaksi antara kebudayaan Sa Huynh dengan Indonesia terlihat begitu akrab dan saling terkait.

Ciri khas kebudayaan Sa Huynh nan membedakan dari kebudayaan Dong Son maupun kebudayaan lain, ialah kubur tempayan. Yakni prosesi penguburan dengan memasukkan jenazah ke dalam tempayan sebelum menguburkannya ke dalam tanah.

Budaya inilah nan diyakini dibawa oleh orang Cham ke Kepulauan Indonesia, berdasarkan bukti-bukti arkeologis berupa inovasi tempayan kubur di Bahari Sulawesi nan memiliki kemiripan dengan tempayan kubur di Sa Huynh.

Penemuan tempayan kubur di Bahari Sulawesi mendukung teori jalur perkembangan kebudayaan Sa Huynh nan ada di Vietnam masuk ke Indonesia. Selama ini, kebudayaan Vietnam diyakini masuk ke Indonesia melalui dua jalur, yakni jalur barat, melewati pulau Sumatra, Jawa, dan Kalimantan; dan jalur timur, melalui Formosa, Filipina, Sulawesi, Maluku, Irian Jaya.

Penyebaran kebudayaan Sa Huynh terlihat dari jejak jalur barat dapat dan dapat dilihat pada berbagai motif hias gerabah di kompleks gerabah Buni, (Bekasi), maupun komplek gerabah Gilimanuk (Bali). Sementara jejak jalur timur terlihat pada kompleks gerabah Kalumpang (Sulawesi Selatan).

Pengaruh kebudayaan Sa Huynh bukan saja terlihat pada motif hias, tetapi juga pada teknologi nan dipakai. Dari sana terlihat bahwa bangsa Sa Huiynh telah mencapai taraf pengetahuan dan teknologi nan cukup tinggi dibandingkan bangsa-bangsa semasanya. Dan, hal nan sama terlihat pula pada gerabah-gerabah nan ditemukan pada situs-situs gerabah di Indonesia.

Satu hal nan harus diakui ialah kebudayaan itu terlahir dari Norma para manusianya. Kebiasaan masyarakat suatu wilayah. Jika kebudayaan Sa Huynh memiliki kecenderungan atau dinilai memiliki pengaruh besar dalam kebudayaan Indonesia, itu semua dapat jadi dampak persamaan Norma para masyarakatnya.

Jejak Pengaruh Kebudayaan Sa Huynh di Indonesia

Mungkin tak banyak nan tahu bahwa bangsa Vietnam memberi sumbangan cukup besar bagi perkembangan kebudayaan bangsa Indonesia. Salah satunya ialah kebudayaan Sa Huynh, nan merupakan kebudayaan pantai dan berkembang di akhir zaman logam, sekitar 600 SM - 1 M.

Seperti kita ketahui, zaman logam atau nan biasa disebut dengan zaman perundagian, ialah sebuah masa perkembangan kebudayaan di mana mulai dikenal penggunaan alat dari logam secara dominan. Sebelumnya, kebudayaan prasejarah menggunakan batu sebagai alat dalam kehidupan

Zaman logam sendiri dibagi menjadi tiga periodisasi sinkron dengan kemajuan teknologi di dalamnya, yakni: zaman tembaga, zaman perunggu, dan zaman besi. Penamaan itu merujuk pada jenis logam nan dieksplorasi pada masa tersebut. Indonesia sendiri - dan Asia Tenggara secara generik - tak mengalami zaman tembaga tetapi langsung memasuki zaman perunggu dan besi.

Sa Huynh

Sa Huynh ialah kampung pesisir di selatan Da Nang, diantara Thua Thein dan delta sungai Dong Nai di provinsi Quang Nam, Vietnam, dan memiliki keahlian tinggi dalam bidang kerajinan logam, terutama perunggu. Kebudayaan Sa Huynh memiliki corak nan sangat mirip dengan kebudayaan Dongson, nan selama ini kita kenal memiliki pengaruh kuat di Asia Tenggara.

Penduduk Sa Huynh menggunakan bahasa Cham. Cham sendiri ialah kebudayaan nan memiliki corak khas dengan rona budaya India Champa, dan merupakan kelompok masyarakat nan menggunakan bahasa Austronesia. Bangsa Cham disinyalir memiliki interaksi kebangsaan dengan dengan masyarakat orisinil kepulauan Indonesia.

Ciri khas kebudayaan Sa Huynh nan membedakan dari kebudayaan Dong Son maupun kebudayaan lain, ialah kubur tempayan. Yakni prosesi penguburan dengan memasukkan jenazah ke dalam tempayan sebelum menguburkannya ke dalam tanah. Budaya inilah nan diyakini dibawa oleh orang Cham ke Kepulauan Indonesia, berdasarkan bukti-bukti arkeologis berupa inovasi tempayan kubur di Bahari Sulawesi nan memiliki kemiripan dengan tempayan kubur di Sa Huiynh.

Penemuan tempayan kubur di Bahari Sulawesi mendukung teori jalur perkembangan kebudayaan Vietnam masuk ke Indonesia. Selama ini, kebudayaan Vietnam diyakini masuk ke Indonesia melalui dua jalur, yakni jalur barat, melewati pulau Sumatra, Jawa, dan Kalimantan; dan jalur timur, melalui Formosa, Filipina, Sulawesi, Maluku, Irian Jaya.

Jejak jalur barat dapat dilhat pada berbagai motif hias gerabah di kompleks gerabah Buni, (Bekasi), maupun komplek gerabah Gilimanuk (Bali). Sementara jejak jalur timur terlihat pada kompleks gerabah Kalumpang (Sulawesi Selatan).

Pengaruh kebudayaan Sa Huiynh bukan saja terlihat pada motif hias, tetapi juga pada teknologi nan dipakai. Dari sana terlihat bahwa bangsa Sa Huiynh telah mencapai taraf pengetahuan dan teknologi nan cukup tinggi dibandingkan bangsa-bangsa semasanya. Dan, hal nan sama terlihat pula pada gerabah-gerabah nan ditemukan pada situs-situs gerabah di Indonesia.

Artikel Lain di Dunia

  • Sistem Politik Amerika: Dari Demokrasi Liberal Sampai Isu Kontroversial yang Bikin Heboh

    Yo, generasi milenial dan Gen‑Z! Kalian pasti udah denger banyak soal sistem politik Amerika yang selalu jadi bahan obrolan di TikTok, IG, atau bahkan di kelas sejarah. Yuk, kita kulik bareng‑bareng dengan bahasa yang santai,...

  • Nge‑Explore Sungai Nill: Dari Piramida ke Spot Instagram di Kairo

    Yo, generasi Z! Siap‑siap deh ngulik cerita Sungai Nill yang udah jadi ikon sekaligus "back‑drop" paling epic buat foto‑foto di Mesir. Dari zaman peradaban Mesir Antik yang legendaris sampe spot hiburan modern yang bikin...

  • Ngulik ASEAN: Sejarah, Lambang, & 10 Negara Keren di Peta Asia Tenggara

    Yo, generasi Z! Mau tau gimana peta ASEAN terbentuk, apa arti lambang ASEAN yang keren, sama siapa‑siapa aja yang nongkrong di dalamnya? Yuk, intip ringkasannya dengan gaya santai tapi tetap informatif. Siap? Lambang & Moto...

  • Rahasia dari Balik Taj Mahal

    Jalan-jalan ke India terutama Kota Agra tak akan lengkap rasanya bila Anda tak mengunjungi Taj Mahal . Bangunan magnificient atau luar biasa latif ini sejatinya ialah mausoleum nan dibangun oleh Kaisar Mughal Shah Jahan demi...

  • Bahasa Indian

    Membicarakan Suku Indian, selalu menarik rasanya. Suku orisinil Amerika ini terkenal memiliki kebudayaan nan unik serta ciri nan kuat. Tidak terhitung banyaknya film nan mengupas tentang orang Indian, juga buku-buku nan ditulis...

  • Tari Thailand Khon

    Anda mengenal kesenian tari Thailand ? Sebelum mengenal kesenian tarinya, ada baiknya kita mengenal Thailand lebih dekat. Thailand ialah negara berbentuk monarki konstitusional di Asia Tenggara. Kepala negaranya dipimpin...

  • Sejarah Singkat Filipina

    "Mabuhay". Mungkin ketika mendengar kata tersebut, Anda akan teringat dengan karakteristik khas kata nan sering diucapkan oleh orang Filipina terhadap tamunya atau wisatawan asing nan datang ke Filipina. Jika Anda sering...

  • Makanan Khas Filipina nan Unik

    Seperti Indonesia, Filipina ialah salah satu negara kepulauan di Asia tenggara nan beriklim tropis. Itulah nan membuat makanan khas Filipina bahan dasarnya tak jauh berbeda dengan makanan Indonesia. Hal nan membuat beda yaitu...

  • Rangkaian Trekking

    Gunung Berembun ialah salah satu gunung nan dimiliki oleh negeri Jiran nan terletak di Trengganu, salah satu negara bagian Malaysia. Terengganu atau lengkapnya Terengganu Darul Iman terletak di Pantai Timur Semenanjung Malaysia...

  • Tip Persiapan Mencoba Lowongan Australia

    Mencari lowongan kerja Australia, siapa takut? Selama ini tenaga kerja Indonesia menyasar Timur Tengah dan Korea Selatan sebagai sasaran pencarian kerja. Alasannya, kerja di Timur tengah lebih mudah daripada cari kerja di...