Pernah nggak sih kamu kepikiran buat menginjakkan kaki di Tanah Suci selagi masih muda? Beribadah ke baitullah emang jadi impian terbesar buat setiap muslim. Selain ibadah haji yang menjadi penyempurna rukun Islam, ada juga ibadah umroh yang super fleksibel secara waktu dan bisa kamu laksanakan kapan aja tanpa harus nunggu antrean bertahun-tahun. Tapi sebelum berangkat, pastikan kamu udah paham betul sama tata cara umroh yang benar ya!
1. Refleksi Diri dari Layar Kaca
Kalau kita ngomongin soal pergi ke Tanah Suci, pasti ingatan kamu langsung melayang ke beberapa karya sinema yang legendaris banget di Indonesia. Masih ingat dong dengan film mengharukan "Emak Ingin Naik Haji"? Film yang dibintangi oleh aktor berbakat Reza Rahadian ini bener-bener bikin mewek. Peran beliau sebagai anak yang berbakti sangat menyentuh hati, di mana beliau berusaha keras mewujudkan impian mulia emak beliau untuk beribadah ke baitullah.
Nggak cuma film layar lebar, ada juga sinetron populer "Tukang Bubur Pengen Naik Haji" yang belakangan ini hadir dengan versi yang lebih segar dan kekinian. Tokoh utamanya, Sulam, mndapatkan banyak rintangan saat ingin memberangkatkan ibunda beliau. Ketulusan beliau berbuah manis, hingga akhirnya beliau dan keluarga bisa berangkat ke Tanah Suci. Melalui tayangan ini, kita juga belajar dari karakter H. Muhidin. Sifat gengsi beliau menjadi cermin buat kita semua agar selalu menjaga kebersihan hati dan menjauhkan diri dari sifat pamer setelah beribdaah.
2. Bedanya Haji dan Umroh yang Wajib Kamu Tahu
Biar nggak bingung pas ngobrol bareng sirkel kamu, yuk spill perbedaan mendasar antara kedua ibadah ini. Secara gampangnya, haji dan umroh itu beda di waktu dan durasi pelsanaan. Kalau haji itu cuma bisa dilakukan pada bulan Dzulhijjah aja, sedangkan umroh bisa kamu laksanakan kapan pun sepanjang tahun sesuai kesiapan waktu dan finansial kamu.
Rasulullah SAW juga pernah menegaskan pentingnya ibadah haji dalam sabda beliau yang sangat terkenal, yaitu "Alhajju Arafah" yang artinya haji itu adalah wukuf di Padang Arafah. Jadi, wukuf ini merupakan inti utama yang membedakan haji dengan umroh, karena dalam aplkasi umroh kita tidak melakukan wukuf di Arafah.
3. Syarat Beserta Rukun Umroh Biar Ibadah Sah
Biar ibadah haji dan umroh kamu berjalan lancar dan sah, ada beberapa panduan penting yang wajib kamu pahami dan praktikin secara tertib. Yuk, catat poin-poin penting di bawah ini:
Berikut adalah syarat wajib umroh yang harus dipenuhi terlebih dahulu:
- Islam
- Baligh (cukup umur)
- Berakal sehat
- Merdeka (bukan budak)
- Istitha'ah (mampu secara fisik, mental, dan finansial)
Nah, kalau syarat di atas udah terpenuhi, sekarang perhatikan rukun umroh yang wajib kamu lakukan saat berada di sana:
- Ihram: Memakai pakaian ihram dan berniat untuk memulai ibadah umroh.
- Tawaf: Mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali putaran.
- Sa'i: Berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali.
- Tahalul: Mencukur atau memotong sebagian rambut kepala.
- Tertib: Melakukan semua rukun di atas secara berurutan, nggak boleh ada yang diloncati.
Selain rukun, ada juga yang namanya wajib umroh, yaitu berniat ihram dari miqat (titik awal yang ditentukan) serta menjauhi segala hal yang dilarang selama kamu masih dalam keadaan ihram.
4. Menjaga Niat Biar Ibadah Mabrur Bukan Mardud
Tujuan utama kita melakukan perjalanan spiritual ini pastinya pengen dapet predikat mabrur, yaitu ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Salah satu tanda orang yang mabrur adalah sepulang dari ibadah, perilaku dan spiritualitas kamu jadi meningkat ke arah yang lebih positif dan membawa vibes baik buat lingkungan sekitar.
Sebaliknya, hindari sejauh mungkin sifat mardud atau ibadah yang tertolak. Hal ini biasanya terjadi kalau niat awal kita udah melenceng, misalnya cuma pengen pamer di media sosial atau sekadar berburu gelar sosial di masyarakat agar dihormati. Yuk, mulai sekarang kita luruskan niat murni karena Allah SWT agar perjalanan spiritual kamu menjadi momen terbaik yang mengubah hidupmu menjadi lebih berkah!