Fenomena Cerita Seks dan Penanggulangannya
Anekdot ini pun selalu disajikan berdasarkan pada kejadian konkret atau temporer, dapat melibatkan orang-orang nan sebenarnya ataupun tidak, dan anekdot ini biasanya menggambarkan suatu loka nan bisa diidentifikasi.
Namun seiring berjalannya waktu, terdapat modifikasi dan perubahan terhadap anekdot itu sendiri, anekdot bisa menjadi sebuah cerita fiksi atau sesuatu nan bisa diceritakan kembali. Terkadang cerita anekdot bukanlah lelucon, sebab tujuan utamanya tak hanya buat membangkitkan tawa, tetapi buat mengungkapkan suatu kebenaran aau fakta nan lebih generik daripada kisah singkat itu sendiri.
Selain itu, cerita anekdot melukiskan suatu karakter dengan ringan sehingga anekdot menghentak dalam kilasan pemahaman nan langsung pada intinya. Saat ini, anekdot banyak nan dikemas buat menyampaikan suatu aspirasi dan kritikan, baik pemerintah, pejabat publik, maupun masyarakat itu sendiri.
Pascareformasi, majemuk hal banyak dilakukan buat menyampaikan aspirasi, tak hanya dilakukan melalui demonstrasi, tetapi melalui anekdot ataupun tulisan lain. Hal tersebut bisa dilakukan dan turut memberikan imbas nan cukup positif. Seperti halnya, tokoh Bang One di TV One nan menjadi tokoh anekdot TV One , nan selalu memberikan opini-opini nan menyentil tentang pemerintah ataupun isu-isu terhangat.
Tak hanya dalam bentuk tayangan televisi, anekdot pun dari dulu banyak dituangkan dan dikemas pada kaos-kaos nan dipakai oleh anak muda, baik berupa tulisan ataupun gambar kartun, biasanya gambar dan tulisan anekdot tersebut disimpan dibagian belakang kaos, jadi bisa dibaca oleh setiap orang nan melihatnya dan memberikan kesan tersendiri bagi pemakainya.
Kaos-kaos tersebut biasanya dijual dengan harga nan terjangkau dan menjadi ajang usaha dan kreativitas anak muda. Begitu pula dari sisi edukasi , anekdot pun bisa memberikan pengaruh nan positif. Terutama bagi anak-anak dalam menerima pembelajaran.
Anak-anak nan bahagia dengan gambar-gambar animasi dalam anekdot tentu bisa dengan mudah menerima ilmu-ilmu nan disampaikan dalam anekdot tersebut. Bagi para remaja nan sangat bahagia mengekspresikan perasaan, anekdot pun bisa menjadi wahana mengekspresikan perasaan mereka.
Selain itu, bagi semua kalangan anekdot bisa memberi kesan tersendiri, khususnya dalam mengambil pesan nan disampaikan dalam anekdot tersebut. Berikut ini dua cerita anekdot nan sudah tidak asing lagi bagi kita, tetapi tetap akan memberikan imbas lucu ketika kita membacanya kembali.
Jin Pengabul Permintaan
Jin: ”Huahuahuhauhauha……. Uhukuhuk, Kalian sudah membangunkan saya dari tidurku. Sekarang, sebutkan satu permintaan kalian?”
Remaja 1: ”Woow asiiiiiik, aku minta makanan terenakkkkkkkkk!”
Jin: ”Okeeee.” (disiapkanlah ruangan dengan penuh makanan terenak di dunia)
Remaja 2: ”Giliran gue nih, gue minta minuman terenak di dunia!”
Jin: ”Itu mah gampaang!” (disiapkannya ruangan dengan minuman terenak di dunia)
Remaja 3: ”Kalau gue mah , minta HP nan paling kuerennn!”
Jin: ”Nih makan tuh!” (disiapkannya ruangan penuh dengan HP paling keren sedunia)
Sepuluh tahun kemudian, keluarlah mereka dari loka persembunyiannya masing-masing. Remaja 1 perut membusung dan akhirnya meninggal sebab terlalu banyak makan, remaja 2 tak dapat bergerak sama sekali sebab terlalu kembung, dan akhirnya meninggal, sedangkan remaja 3 jalan dengan kesal dan galau. Jin heran melihatnya, ia pun bertanya.
Jin: ”Loh, apa nan terjadi? Mengapa kau tidak bahagia?”
Remaja 3: ”Jin Kampret! Casannya manaaaa?”
Sopir Taksi
Susi harus bekerja sampai larut malam. Ketika hendak pulang, Susi menghentikan taksi buat mengantarkannya pulang. ”Ke Kebon Jeruk ya Pak”, kata Susi. Sopir taksi tersebut menggangguk saja.
Selama perjalanan tak ada nan namanya percakapan antara Susi dan sopir taksi, mungkin sebab Susi merasa lelah telah bekerja hingga larut malam. Setelah 20 menit terjadi keheningan, tiba-tiba Susi ingat bahwa dia tak cukup membawa uang buat membayar ongkos taksi.
Kemudian, Susi menepuk pundak Sopir taksi agar berhenti dulu di depan buat mengambil uang di ATM. Tapi, setelah pundak sang sopir ditepuk oleh Susi. Sopir tiba-tiba dan dengan impulsif membanting stirnya ke kanan, kemudian ke kiri sambil teriak sekencang-kencangnya hingga akhirnya taksi itu menabrak sebuah pohon.
Untung Susi dan sopir taksinya tak mengalami luka nan parah. Sopir taksi tersebut hanya meminta maaf kepada Susi sebab merasa sangat bersalah.
”Maaf ya Bu, Ibu tak apa-apa? Soalnya tadi ibu menepuk pundak saya, kagetnya setengah wafat Bu!”
”Lho, masa sih ditepuk pundaknya aja kaget?”
”Sebab ini pertama kalinya aku dapat mengendarai mobil Bu.”
Fenomena Cerita Seks dan Penanggulangannya
Setelah klarifikasi mengenai anekdot , ada hal lain nan perlu kita ketahui dan juga waspadai. Saat ini, kita perlu berhati-hati dengan beredarnya cerita berbau seks atau porno di global maya. Cerita berbau seks tersebut telah beredar luas di masyarakat, entah siapa nan menginisiasi hal tersebut, tetapi nan niscaya hal itu telah merugikan dan memberi akibat negatif bagi masyarakat.
Walaupun hanya berbentuk tulisan biasa, cerita seks tersebut bisa memberi akibat nan berbahaya bagi setiap orang nan membacanya, sebab setiap orang nan membaca suatu tulisan niscaya akan melakukan visualisasi, membayangkan atau mengkhayal terhadap apa nan dibacanya.
Akhirnya, mereka terstimulus buat mengkhayal dan bahkan dapat sampai ingin melakukan perbuatan seks dan imbas ini jelas sangat buruk. Saat ini, setiap orang bisa dengan mudah menemukan cerita seks tersebut hanya dengan mencarinya di search engine , maka cerita seks pun bisa ditemukan. Hal tersebut membuat peredaran cerita seks semakin bebas dan mewabah dan sulit buat dihentikan.
Cerita-cerita tersebut niscaya dibuat oleh orang-orang nan tak bermoral dan tak bertanggung jawab. Mereka membuat cerita tersebut dapat dari kisah konkret atau hanya fiktif belaka. Penulisnya pun bukan penulis profesional, tetapi hanya penulis amatiran nan tak bermoral.
Banyak remaja dan anak-anak di bawah umur nan menjadi korban dan konsumen situs-situs mengenai cerita seks tersebut. Masa usia seperti merekalah nan paling banyak menjadi kosumen, dengan berbekal rasa penasaran nan sangat tinggi mereka sering membaca cerita-cerita demikian.
Jangan kita tanyakan lagi tentang dampaknya, sebab sudah niscaya akibat buruklah nan akan diterima. Mereka dapat melakukan onani bahkan sampai ingin benar-benar melakukan interaksi seks. Sering terjadinya tindak kriminalitas dalam hal asusila tentu salah satunya disebabkan oleh hal tersebut.
Pelaku-pelaku pembuat cerita tidak bermoral jelas harus mendapat sanksi nan tegas, terlepas apa pun motifnya mereka telah merusak moral anak bangsa. Maka dalam hal ini, pemerintah dan pihak-pihak nan berwenanglah nan harus bisa tegas menindak terhadap hal nan demikian.
Selain itu, orang tua dan guru di sekolah harus terus memberikan pendidikan agama dan moral bagi anak-anak, agar mereka bisa terhindar dari perbuatan tak terpuji, dan moral anak bangsa bisa terselamatkan. Anak harus diajarkan suatu hal nan bermanfaat dan dijauhkan dari hal-hal nan bisa memberikan akibat jelek bagi perkembangan diri mereka.