Portal Informasi Gaya Hidup Sehat, Edukasi Nutrisi, dan Tips Praktis Sehari-hari.

Seni Komunikasi Anti-Misscomm Biar Hubungan Kamu dan Circle Makin Akrab

Pernah gak sih kamu lagi asyik chatting-an sama teman, terus tiba-tiba suasana jadi dingin gara-gara salah paham? Yup, hal itu sering banget terjadi! Komunikasi itu emang sekrusial itu dalam kehidupan kita sehari-hari. Biar hubungan kamu dengan pacar, sahabat, atau keluarga tetap harmonis, yuk kita kupas tuntas seni komunikasi efektif dengan gaya yang lebih santai dan kekinian!

Sebenarnya, istilah komunikasi sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu communis, yang artinya sama. Jadi, intinya komunikasi itu adalah proses saling berbagi informasi biar kita dan lawan bicara punya pemahaman yang sama. Komunikasi bisa dilakukan lewat kata-kata langsung (verbal) maupun lewat bahasa tubuh atau simbol (nonverbal) seperti emoji, tatapan mata, atau gestur asyik lainnya.

Biar Gak Salah Paham, Kenali Hambatan dalam Berkomunikasi

Meskipun kita udah sering ngobrol setiap hari, cara mengatasi miss komunikasi tetap wajib banget buat dipelajari. Soalnya, ada beberapa hambatan yang sering bikin pesan kita gak sampai dengan sempurna. Hambatan pertama adalah masalah proses, misalnya gara-gara suasana hati kamu lagi galau, pesan yang diterima pun jadi terasa berbeda. Kadang, salah ketik atau salah kirim emoji juga bosa bikin salah paham, lho.

Hambatan kedua adalah fisik, contohnya pas kamu lagi teleponan di area yang minim sinyal alias blank spot, atau kuota internet kamu mendadak habis. Hambatan ketiga adalah semantik, yaitu perbedaan bahasa atau istilah gaul yang sering bikin bingung. Terakhir, ada hambatan psikolgis atau perbedaan budaya yang bikin interpretasi pesan jadi melenceng dari maksud aslinya. Jadi, pastikan kamu selalu peka dengan kondisi sekitar saat mulai mengobrol, ya!

Alur Seru Proses Komunikasi dari Otak sampai ke Doi

Bagaimana sih sebenarnya pesan itu bisa berpindah dari pikiran kamu sampai bisa dimengerti sama orang lain? Kalo kita pelajari dari teori para ahli komunikasi dunia, salah satunya adalah Harold Lasswell. Sebagai pelopor ilmu komunikasi, beliau merumuskan bahwa komunikasi itu mengalir melalui proses yang runtut.

Semuanya dimulai dari penginterpretasian, yaitu ketika muncul ide di dalam kepala kamu. Setelah itu, otak kamu akan melakukan penyandian untuk mengubah ide tadi menjadi kata-kata atau ketikan pesan di layar smartphone. Pesan ini mnyampaikan maksud kamu dan dikirimkan melalui media pilihan, seperti aplikasi chatting atau obrolan langsung. Setelah pesan menempuh perjalanan, barulah penerima membaca pesan tersebut dan menerjemahkannya kembali ke dalam pikiran mereka. Proses ini semskin sempurna saat penerima memberikan respons atau feedback yang positif untuk kamu.

Elemen Penting Biar Obrolan Kamu Nyambung Terus

Biar proses bertukar informasi berjalan lancar tanpa hambatan, ada beberapa elemen penting yang wajib ada di dalam setiap interaksi kamu. Pertama, harus ada komunikator alias pengirim pesan. Misalnya, saat kamu sedang mendengarkan penjelasan dari seorang dosen atau guru favorit di kelas, maka dalam hal ini beliau berperan sebagai komunikator utama yang sedang membagikan ilmu bermanfaat.

Elemen kedua adalah pesan itu sendiri, yaitu isi informasi yang ingin disampaikan antata kamu dan lawan bicara. Ketiga adalah saluran atau media komunikasi, yang zaman sekarang bisa berupa aplikasi pesan instan, media sosial, atau bahkan lewat voice note. Elemen berikutnya adalah komunikatee alias penerima pesan yang akan menyerap informasi tersebut. Jangan lupa, harus ada fedback atau umpan balik yang menandakan bahwa pesan kamu sudah dipahami dengan baik, serta aturan komunikasi yang disepakati bersama secara santai.

Tahapan Dasar Sebelum Pesan Kamu Meluncur

Sebelum sebuah pesan benar-benar terkirim dan dipahami, sebenarnya ada beberapa fase awal yang terjadi di dalam diri kita. Pemahaman tentang tahapan komunikasi sosial ini sangat membantu agar kita tidak asal bicara atau asal ketik pesan di media sosial.

Tahap pertama adalah persepsi, yaitu bagaimana panca indera kamu melihat dan merasakan lingkungan sekitar. Tahap kedua adalah ideasi, yaitu proses ketika rekaman informasi yang kamu terima tersimpan rapi di dalam memori otak kamu. Tahap terakhir adalah transmisi, yaitu ketika kamu mulai membagikan ide-ide keren tersebut kepada orang lain. Semakin kaya persepsi yang kamu miliki, maka akan semakin seru dan mendalam pula topik obrolan yang bisa kamu bagikan kepada circle pertemanan kamu!

Dengan menerapkan proses komunikasi interpersonal yang sehat dan penuh empati, kamu gak cuma bisa menghindari drama salah paham, tapi juga bisa membangun relasi yang makin erat dan positif dengan siapa saja!