Hai, kmau! Pernah denger tentang Metro di Lampung? Kota ini bukan cuma sekadar titik di peta, tapi punya cerita keren, peta unik, dan spot‑spot seru yang cocok buat liburan santai. Yuk, intip bareng-bareng apa aja yang bikin Metro jadi destinasi must‑visit buat generasi muda!
1. Spot Wisata Kekinian di Metro
Walaupun Metro bukan kota wisata super‑populer, ada beberapa tempat yang bisa bikin liburanmu terasa asik dan nyaman. Berikut rekomendasi spot yang wajib kamu cek:
a. Taman Kota Metro (Taman Merdeka)
Terletak di pusat kota, taman ini jadi tempat nongkrong favorit warga. Dengan fasilitas masjid besar, area kuliner (bakso, jagung bakar, sate jamur, kupat tahu), serta becak hias atau kereta kuda buat anak‑anak, suasananya cocok buat santai bareng keluarga atau temen.
b. Bendungan Raman
Di sebelah utara kota, bendungan ini menawarkan panorama menawan dan udara sejuk yang cocok buat foto‑foto Instagramable. Pepohonan rindang menambah kesan relax buat kamu yang pengen lepas dari hiruk‑pikuk kota.
c. Stadion Tejosari
Stadion ini bukan cuma tempat olahraga, tapi juga dilengkapi kolam renang dan area kuliner. Jadi, selain nonton pertandingan, kamu bisa berenang atau nyeruput jajanan lokal sambil menikmati suasana.
d. Taman Palm Indah
Destinasi keluarga dengan fasilitas lengkap: kolam renang, restoran, dan area bermain. Lingkungan yang bersih dan asri bikin tempat ini jadi pilihan tepat buat hangout bareng sahabat atau keluarga.
2. Sejarah Kota Metro yang Keren
Awalnya, wilayah ini dikenal sebagai Desa Trimurjo. Pada era Hindia Belanda, pemerintah melakukan program transmigrasi (dulu disebut kolonisasi) untuk menyebar penduduk ke daerah baru. Pada April 1936, kolonis Jawa pertama kali tiba, membuka hutan, dan mulai membangun pertanian serta pemukiman.
Pada 9 Juni 1937, nama desa berubah jadi Metro. Ada dua cerita di balik nama ini: pertama, diambil dari bahasa Belanda “centrum” yang berarti pusat; kedua, dari bahasa Jawa “mitro” yang berarti rekan. Kolonis Jawa yang merasa bersatu menyebut tempat itu “mitro”, yang kemudian melorot jadi “Metro”.
Perkembangan cepat menjadikan Metro pusat pemerintahan Onder District dan asisten wedana (setara camat). Pada 1939, sudah ada kantor pos, pasar besar, masjid, dan penerangan listrik. Hingga kini, 9 Juni diperingati sebagai hari jadi Kota Metro.
3. Detail Peta Kota Metro & Administrasinya
Metro menampung sekitar 152.827 jiwa dengan luas wilayah 68,74 km². Koordinatnya berada di 5°6’–5°8’ LS, 105°17’–105°19’ BT. Kota ini resmi menjadi kota administratif sejak 1986, terbagi menjadi 5 kecamatan dan 22 kelurahan.
Kecamatan:
- Metro Pusat – 11,71 km²
- Metro Barat – 11,28 km²
- Metro Timur – 11,78 km²
- Metro Utara – 19,64 km²
- Metro Selatan – 14,33 km²
Kelurahan utama (contoh):
- Metro, Imopuro, Hadimulyo Barat, Hadimulyo Timur, Yosomulyo (kec. Metro Pusat)
- Mulyojati, Mulyosari, Ganjarasri, Ganjaragung (kec. Metro Barat)
- Tejosari, Tejoagung, Iring Mulyo, Yosodadi, Yosorejo (kec. Metro Timur)
- Banjarsari, Karangrejo, Purwosari, Purwoasri (kec. Metro Utara)
- Rejomulyo, Margorejo, Margodadi, Sumbersari (kec. Metro Selatan)
Batas wilayah Metro:
- Utara: Kecamatan Pekalongan (Kab. Lampung Timur) & Punggur (Kab. Lampung Tengah)
- Selatan: Kecamatan Metro Kibang (Kab. Lampung Timur)
- Timur: Kecamatan Pekalongan & Batanghari (Kab. Lampung Timur)
- Barat: Kecamatan Trimurjo (Kab. Lampung Tengah)
4. Kenapa Metro Patut Masuk List Trip Kamu?
Metro menawarkan kombinasi sejarah yang kaya, peta yang terstruktur, dan tempat wisata yang ramah anak muda. Dari taman asri, bendungan sejuk, sampai stadion lengkap, semua ada di satu kota. Jadi, kalau lagi nyari destinasi yang low‑key tapi tetap seru, Metro jawabannya!
Selamat menjelajah, kmau! Jangan lupa abadikan momen di pariwisata Metro dan share ke temen‑temen biar mereka juga ikutan explore. 🚀