Lewati ke konten

Kisah Jusuf Kalla: Dari Pemuda Enerjik Sampai Jadi Wakil Presiden Kekinian

1. Jejak di Dunia Bisnis

Setelah lulus dari Universitas Hasanuddin dengan gelar sarjana ekonomi, Jusuf Kalla langsung disodori tanggung jawab mengelola perusahaan keluarga. Walaupun masih muda, beliau berhasil ngembangin bisnis ekspor hasil bumi jadi sebuah holding dengan banyak anak perusahaan. Kesuksesan ini bikin Jusuf Kalla makin percaya diri buat nyelam ke dunia politik.

2. Kehidupan Pribadi & Nilai Sederhana

Kamu pasti penasaran, gimana sih Jusuf Kalla hidup sehari‑hari? Meski pernah pegang jabatan tinggi, beliau tetap hidup sederhana. Di kantor, beliau milih ruangan kecil di Jalan Gatot Subroto, bukannya ruang megah seluas 200 m². Bahkan saat jadi Wakil Presiden, gaji yang diterima terasa “rugi” karena beliau tak kepengen harta berlebih. Sikap hemat ini jadi contoh keren buat semua orang, terutama yang berasal dari ekonomi menengah ke bawah.

3. Awal Karir & Organisasi

Sejak remaja, Jusuf Kalla udah aktif di organisasi kepemudaan. Beliau pernah jadi Ketua Pemuda Sekretariat Bersama Golongan Karya di Sulsel & Tenggara, sekaligus anggota DPRD saat masih kuliah. Gak cuma itu, beliau juga menamatkan pendidikan di Institut di Paris (Eiffel Tower) pada 1977, menambah wawasan internasionalnya.

4. Olahraga & Kegiatan Sosial

Selain politik, Jusuf Kalla juga pecinta olahraga. Beliau pernah menjabat sebagai Ketua PSM Makassar dan pemilik klub Makassar Utama. Di bidang sosial, beliau memimpin Kadin Sulawesi Selatan dan menjadi Ketua Generik ISEI (Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Sulsel). Semua peran ini ngebuktikan kalau beliau bisa menyeimbangkan antara bisnis, politik, dan hobi.

5. Perjalanan di Pemerintahan

Karir politik Jusuf Kalla makin melesat saat dipercaya jadi Kepala Bulog, Menteri Perindustrian & Perdagangan, lalu Menkokesra di era Megawati. Puncaknya, beliau terpilih jadi Wakil Presiden RI periode 2004‑2009, mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selama masa jabatan, beliau berperan penting dalam menyelesaikan konflik di Poso dan Ambon, menunjukkan kepemimpinan yang tegas namun tetap humanis.

6. Pernikahan & Keluarga

Di sisi pribadi, Jusuf Kalla menikah dengan Mufidah, putri Pak Miad. Keluarga mereka dikaruniai lima anak: Muchlisa, Muswirah, Imelda, Solichin, dan Chaerani. Meskipun beragama Muhammadiyah, mereka memberi kebebasan pada anak-anak untuk pilih jalur keagamaan, baik NU maupun Muhammadiyah. Bersama Mufidah, beliau juga mendirikan Sekolah Athirah sebagai wujud cinta pada ibunya.

Semoga cerita Jusuf Kalla ini ngasih inspirasi buat kamu yang lagi berjuang meraih mimpi. Dari organisasi mahasiswa, bisnis, hingga puncak kepemimpinan negara, semua bisa dicapai dengan kerja keras, integritas, dan hati yang tetap sederhana.

Artikel Lain di Kisah Sejati