Halo Guys! Kamu pernah kepikiran nggak sih, gimana serunya kehidupan anak muda zaman dulu di pulau Jawa? Kali ini kita bakal kupas tuntas tentang Kerajaan Mataram Kuno yang hits banget di kalangan para peneliti sejarah. Biar kamu nggak fomo, yuk kita kulik bareng-bareng sejarahnya dengan gaya yang lebih santai!
1. Dua Dinasti Keren Penjaga Takhta Mataram Kuno
Mataram Kuno itu unik bgt karena punya dua dinasti besar yang saling melengkapi, yaitu Dinasti Sanjaya yang bercorak Hindu dan Dinasti Syailendra yang bercorak Buddha. Pendiri Dinasti Sanjaya adalah Raja Sanjaya. Beliau memerintah dengan sangat bijaksana, bikin rakyat ngerasa aman nan tentram. Demi ibadah yang khusyuk, beliau mendatangkan pendeta Hindu Siwa dan membangun candi-candi estetik.
Setelah banyk pergantian kekuasaan, muncullah Rakai Pikatan. Beliau punya ambisi besar menyatukan Jawa Tengah. Biar makin mulus, beliau meminang Pramodhawardhani dari Dinasti Syailendra. Tapi, ada sedikit drama nih sama Balaputra Dewa. Akhirnya, beliau berhasil memenangkan pertempuran, dan Balaputra Dewa memutuskan buat pindah ke Sriwijaya.
Oh ya, ada juga Dyah Balitung. Beliau adalah pemimpin yang gokil abis karena sukses mempersatukan kembali keraajan yang sempat pecah. Nama beliau tercatat rapi di Prasasti Mantyasih yang legendaris.
Nah, kalau Dinasti Syailendra sendiri terkenal banget dengan peninggalan masterpiece-nya, yaitu Candi Borobudur yang dibangun pas masa pemerintahan Raja Samaratungga. Beliau emang visioner banget, sih! Dinasti ini juga meninggalkan prasasti penting seperti Prasasti Kalasan, Kelurak, Ratu Boko, dan Nalanda yang menceritakan silsilah keluarga beliau.
2. Alasan Logis di Balik Pindahnya Ibu Kota ke Jawa Timur
Kamu pasti nanya-nanya, kenapa sih kerajaan sekeren ini kudu pindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur? Ternyata ini bukan tanpa alasan, guys. Ada dua faktor utama yang bikin singgasna kerajaan harus bergeser.
Pertama, karena adanya serangan bertubi-tubi dari Kerajaan Sriwijaya. Kerajaan tetangga ini bikin posisi Mataram Kuno makin terdesak ke arah timur. Kedua, faktor alam yang nggak bisa diajak kompromi. Lokasi di Jawa Tengah dianggap udah nggak aman lagi akibat letusan dahsyat Gunung Merapi yang berpotensi membawa kehancuran total. Jadi, keputusan pindah ini adalah langkah penyelamatan diri yang paling logis kala itu demi kelangsungan hidup rakyatnya.
3. Menelusuri Jejak Lokasi Kerajaan Mataram Kuno
Secara geografis, pusat awal kerajaan ini berada di sekitar aliran sungai-sungai kece di Jawa Tengah bagian selatan, seperti Sungai Bogowonto, Progo, Elo, dan Bengawan Solo. Daerah intinya disebut Bhumi Mataram, yang kalau di masa sekarang vibes-nya mirip Yogyakarta. Tapi tahu nggak, istana mereka alias Medang itu sering banget nomaden alias pindah-pindah tempat!
Beberapa lokasi istana legendaris yang pernah ditempati para raja di antaranya Medang i Bhumi Mataram saat era Sanjaya, lalu pindah ke Mamrati dan Poh Pitu di daerah Kedu saat zaman Rakai Pikatan dan Dyah Balitung. Pas era Mpu Sindok, pusatnya digeser ke Jawa Timur, tepatnya di Tamwlang (sekarang Tembelang) dan Watugaluh (sekarang Megaluh) yang ada di daerah Jombang. Istana terakhirnya berada di Wwatan alias Wotan yang berlokasi di daerah Madiun saat dipimpin oleh Dharmawangsa Teguh. Keren banget kan perjalanan peninggalan sejarah Nusantara ini?
Nah, itu dia sedikit obrolan santai kita tentang serunya sejarah masa lalu. Semoga bisa nambah insight baru buat kamu ya!