Portal Informasi Gaya Hidup Sehat, Edukasi Nutrisi, dan Tips Praktis Sehari-hari.

Tahapan Gejala kena AIDS

Gejala –gejala penyakit AIDS secara visual sulit dikenali oleh penderita dan orang lain lain. AIDS merupakan malapataka bagi siapa saja nan terjangkiti. AIDS mudah menular dengan sejumlah media dan perantara. Penyebaran AIDS sempai sekarang sulit dihentikan, sebab pencerahan prilaku manusia nan berisiko AIDS masih sangat kurang.

Penyakit AIDS memang menakutkan. Sekali terinfeksi virus AIDS (virus HIV), selamanya kita tidak dapat lepas dari penyakit ini. Penyakit AIDS tak bisa disembuhkan. Pengobatan nan dilakukan hanyalah mengurangi gejala dan membuat tubuh kita lebih fit saja. Belum lagi, jika diingat pengobatan tersebut berlaku seumur hayati dengan biaya nan sangat mahal. Untuk itulah, ungkapan "Mencegah Lebih Baik Daripara Mengobati" menjadi pilihan nan mutlak.

Tentang Penyakit AIDS

Sebelum membahas lebih lanjut tentang gejala-gejala AIDS ada baiknya mari mengulas dahulu tentang apa itu penyakit AIDS dan penyebabnya. AIDS atau Acquired Immunodeficiency Syndrome. Virus penyebab AIDS bernama HIV kepanjangan dari Human Immunodeficiency Virus.
Virus AIDS ditularkan dari berbagai cara antara lain :

  1. Interaksi seks bebas Salah satu penyebab primer terinfeksi HIV ialah prilaku interaksi seks nan tidak sehat, misalnya dengan WTS, gay dan aktifitas seks nan bergantian pasangan. Virus HIV dapat hayati dan berkembang biak disetiap jaringan manusia, misalnya darah, seperma dan sebagainya. Oleh sebab itu pelaku seks bebas sangat rentan terkena HIV dan AIDS.
  2. Jarum suntik Jarum injeksi bekas pakai nan digunakan bergantian sesama pencandu narkoba. Sangat sulit menghentikan Norma mengonsumsi narkoba, butuh perjuangan panjang dan pencerahan nan timbul dari pencandunya. Apalagi pemakaiannya dengan cara menyuntikan diri dengan suntikan nan tidak steril.
  3. Transfusi darah Tranfusi darah nan terkontaminasi virus pun dapat menular kepada pasien nan sehat. Oleh sebab itu setiap tindakan donor darah harus melewati screening / inspeksi virus terlebih dahulu.
  4. Ibu hamil Ibu hamil nan telah terinfeksi HIV otomatis janin nan dikandungkan turut tertular HIV melalui cairan preseminal, ASI .
  5. Jarum tattoo Jarum tattoo juga dipercayai sebagai media buat menularkan penyakit. Apalagi jarum tattoo nan tidak streril dan kondisinya basah akan cairan tinta.

Tahapan Gejala kena AIDS

Infeksi virus HIV di dalam tubuh memerlukan waktu dan tahapan-tahapan. Tahapan-tahapannya dapat dilihat dari gejala nan timbul serta jumlah virus nan ada di dalam tubuh. Berikut ini ialah gejala-gejala penyakit AIDS nan dapat terdeteksi.

  1. Gejala-gejala infeksi virus di termin inisiasi Tahap inisiasi terjadi dalam beberapa hari setelah pertama kali virus HIV menyerang tubuh. Gejala-gejala nan timbul biasanya berupa keram perut, mual, muntah-muntah, dan diare; pembengkakan kelenjar getah bening di bagian leher, ketiak, dan lipatan paha; demam; sakit kepala; nyeri otot dan sendi; ruam kulit; sakit tenggorokan; serta terjadi penurunan berat badan.
    Gejala-gejala tersebut dapat muncul dengan kondisi nan ringan hingga kondisi parah. Akan tetapi, gejala-gejala itu biasanya akan mereda dengan sendirinya setelah 2 hingga 3 minggu.
  2. Gejala-gejala di termin kronis Peningkatan level infeksi virus HIV ke termin selanjutnya memerlukan waktu bertahun-tahun. Semua bergantung pada kondisi imun tubuh penderitanya. Kebanyakan saat penderita terinfeksi virus HIV, tak ada gejala nan dapat dideteksi. Meskipun demikian, pada saat itu di dalam tubuh penderita, virus HIV sedang melakukan perkembangbiakkan secara besar-besaran. Sehingga, lama kelamaan, sistem kekebalan tubuh akan melemah. Pada saat kekebalan tubuh melemah, barulah gejala-gejala penyakit mulai terlihat. Seperti diare dan penyakit usus lainnya; kelelahan nan luar biasa; demam; hilang selera makan nan diikuti dengan penurunan berat badan drastis; batuk kering dan napas pendek; berkeringat di malam hari; pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, dan lipatan paha; sakit menelan; perubahan kepribadian; pemunculan luka-luka di sekitar organ kelamin dan mulut; serta kesemutan dan wafat rasa.
  3. Gejala-gejala di termin lanjut Tahap lanjut disebut sebagai AIDS. Untuk penderita nan tak menjalani perawatan, lamanya waktu termin infeksi berkembang menjadi termin AIDS dapat terjadi dalam 12-13 tahun. Sedangkan buat penderita nan menjalani perawatan, peningkatan termin ini dapat diperlambat bahkan dapat dicegah buat tak sampai ke termin AIDS.
    Pada termin AIDS, gejala-gejala nan terlihat dapat sangat parah. Penurunan kekebalan tubuh menjadikan penderita AIDS mudah terkena penyakit lain. Keadaan ini disebut sebagai infeksi oportunistik (opportunistic infections) . Penyakit lain nan biasanya mendera penderita AIDS misalnya saja beberapa jenis kanker. Seperti sarkoma kaposi, kanker serviks (leher rahim), dan kanker sistem imun (limpoma). Sarkoma Kaposi memiliki gejala memerah, coklat, atau ungu di sekitar kulit mulut. Adapun kanker serviks dan kanker sistem imun memberikan gejala nan sama dengan gejala kanker ini pada orang normal (tanpa penyakit AIDS).

AIDS menjadi masalah global

Sekarang ini tidak ada satu pun negara nan bebas dari penderita AIDS. Estimasi sampai sekarang ada sekitar 39 juta orang nan terinfeksi penyakit AIDS. Angka ini nan resmi tercatat, tapi masih banyak lagi pengidap nan belum teridentifikasi. Penyakit nan merusak kekebalan tubuh manusia ini menjadi masalah internasional. Sampai sekarang pun belum ditemukan obat nan efektif menyembuhkan virus HIV. Oleh sebab itu para pakar medis terus berupaya mencari formula obat nan dapat melembahkan virus HIV penyebab AIDS.

AIDS sekarang ini bukan lagi menjadi masalah nasional, sebab tidak ada satu pun negara nan dapat mencari solusi ( obat antivirus HIV ) oleh sebab itu perlu kolaborasi antara negara nan memiliki masalah nan sama. Masalah ini pun menjadi issue internasional dan diagendakan oleh PBB buat dibicarakan pada lembaga internasional.

Solusi dari pertemuan-pertemuan internasional nan membahas AIDS antara lain pendampingan ODHA, edukasi dan pengenalan kepada pelaku seks berisiko. Program itu ditetapkan menjadi agenda tetap World Health Oroganization / WHO, sebuah badan kesehatan global dibawah naungan PBB. Guna merealisasikan solusi tersebut, maka diperlukan peran serta pemerintah dan forum non profit.

Selain itu tidak ketinggalan peran serta masyarakat pun harus ditumbuhkan pencerahan guna mengontrol dan menekan laju penularan AIDS. Edukasi pertama diberikan pada masyarakat awam, sekolah-sekolah dimana anak muda merupakan merupakan manusia nan rentan terhadap pengaruh negative.

Tips Mengindari AIDS

AIDS sampai sekarang tidak dapat disembuhkan, AIDS menghancurkan masa depan bangsa dan merontokan kesempatan hayati sang pengidap. Apalagi jika ada pengidap nan tidak berdosa ikut tertular virus HIV mungkin sebab pasangannya suka jajan diluar rumah, atau gara-gara transfusi darah nan terpapar HIV dan sebagainya. Beban sosial orang penghidap HIV dan AIDS sangatlah berat ketika hayati ditengah masyarakat awam. Mereka bakalan dikucilkan dari pergaulan dan kehidupan di masyarakat.
Walau demikian penularan HIV dan AIDS dapat dicegah dengan kampanye dan edukasi kepada masyarakat dan pelaku seks beresiko. Berikut ini tips mencegah agar tidak terjangkiti virus HIV :

  1. Setia pada pasangan Salah satu cara mencegah agar tidak tertular penyakit berbahaya terutama AIDS ialah setia berhubungan seks terhadap pasangannya. Jangan pernah melakukan interaksi seks secara serampangan dengan orang lain, apalagi tanpa menggunakan kondom.
  2. Jauhi narkoba Pencegahan kedua ialah jangan pernah coba-coba memakai narkoba apalagi nan dimasukan dengan cara disuntik seperti heroin, putaw dan lain sebagainya. Jarum injeksi nan kerap di gunakan secara bergantian, berpotensi sebagai media penularan virus HIV.
  3. Gunakan jarum tattoo steril Bagi tattoo artist sebaiknya selalu membuang jarum tattoo dan tintanya setelah selesai dipakai. Demikian juga ketika pelanggan akan menatto tubuhnya sebaiknya meminta kepada tukang tattoo buat memakai jarum nan steril. Hindari menatto tubuh pada tukang tattoo jalanan, jangan mudah termakan rayuan promosi tattoo dengan harga murah tapi, tidak memperhatikan kebersihan peralatan.
  4. Perkuat iman dan spiritual Inilah cara nan paling efektif mencegah tertularnya penyakit HIV dan penyakit moral. Sering-seringlah beribadah sinkron dengan keyakinan, pertebal iman agar tidak mudah tergoda bujukan setan. Hindari datang ke global malam, berteman dengan teman-teman pecandu narkoba. Global malam merupakan sumber dari hal-hal negative seperti seks bebas narkoba dan minuman keras.
    Selamatkan anak bangsa dari AIDS dan narkoba, sekarang juga.

Macam Macam Penyakit