Lewati ke konten

Ronaldinho: Legenda Brazil yang Bikin Dunia Sepakbola Gak Bisa Ngelupain

1. Awal Karier dan Nama Panggilan

Hai kamu! Yuk kenalan dulu sama si Ronaldinho yang aslinya bernama Ronaldo de Assis Moreira. Di Brazil, Ronaldinho artinya “Ronaldo kecil”, dan julukan ini udah nempel sejak dia masih bocah. Karena selalu jadi pemain termuda di timnya, orang-orang mulai manggil beliau Ronaldinho Gaucho biar beda sama Ronaldo lain. Nah, seiring waktu, sebutan “Gaucho” udah jarang dipake lagi.

Beliau lahir di Porto Alegre, 21 Maret 1980. Ayahnya, João Moreira, kerja di kapal sekaligus mantan pemain klub lokal Esporte Clube Cruzeiro (bukan Cruzeiro yang terkenal). Ibunya, Dona Miguelina de Assis, dulunya sales yang sempat belajar keperawatan. Kakaknya, Roberto, sempat main di klub besar Grêmio, tapi kariernya kepotong cedera dan akhirnya jadi manajer Ronaldinho. Ada juga adik perempuan, Deisi, yang sekarang kerja sebagai koordinator pers.

2. Prestasi Internasional

Di timnas Brazil, Ronaldinho udah ngelakuin banyak hal sejak usia muda. Pada 1997, beliau ikut Piala Dunia U‑17 di Mesir. Dua tahun kemudian, di Kejuaraan Dunia Junior 1999, Brazil tersingkir di perempat final sama Uruguay. Tahun yang sama, beliau pertama kali debut di tim senior Brazil di Copa America dan bantu timnya jadi juara.

Puncak karier internasionalnya datang di Piala Dunia 2002. Bareng Ronaldo dan Rivaldo, beliau jadi motor utama serangan Brazil. Salah satu gol paling ikoniknya datang lewat tendangan bebas melawan Inggris di perempat final, meski akhirnya dikartu merah karena aksi kerasnya ke Danny Mills. Meski absen di semifinal, beliau kembali di final melawan Jerman dan bantu Brazil menjuarai dunia ke‑kelima.

Selain itu, Ronaldinho juga ikut menangkan Piala Konfederasi FIFA 2005. Di Piala Dunia 2006, beliau jadi bagian dari “kuartet fantastis” bareng Adriano, Ronaldo, dan Kaka, walau Brazil tersingkir di perempat final melawan Prancis. Pada Piala Dunia 2010, beliau absen karena pelatih Carlos Dunga tidak memanggilnya, keputusan yang sempat banyak dibicarakan.

3. Momen Emas di Klub

Karier klub Ronaldinho dimulai di tim junior Grêmio, terus melesat ke tim senior lewat Copa Libertadores 1998. Pada 2001, Arsenal sempet tertarik, tapi regulasi pemain non‑UEFA bikin prosesnya macet.

Setelah itu, Ronaldinho gabung sama Paris Saint‑Germain (PSG) dengan nilai transfer 1 juta euro untuk kontrak lima tahun. Selama dua musim, beliau tampil bersinar, walau klub belum berhasil dapat trofi utama.

Pada 2003, transfer ke Barcelona dengan nilai lebih dari 32 juta euro. Di Barca, beliau jadi bintang utama yang bantu tim naik ke posisi kedua, lalu akhirnya menjuarai La Liga dan Champions League 2006 melawan Arsenal dengan skor 1‑0. Karena penampilannya, Ronaldinho dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Dunia FIFA 2004 dan 2005, mengalahkan rival kuat kayak Frank Lampard dan Samuel Eto’o.

Di 2008, meski ditawari 25,5 juta poundsterling dari Manchester City, Ronaldinho milih pindah ke AC Milan dengan nilai transfer 14,5 juta pound. Walau sering kena cedera, beliau tetap jadi pilihan utama di Milan.

4. Statistik Gol

Berikut sekilas statistik gol Ronaldinho di berbagai klub dan timnas. Data ini ngasih gambaran betapa produktifnya beliau di lapangan.

  • Grêmio (1998‑2001): 52 penampilan, 21 gol.
  • Paris Saint‑Germain (2001‑2003): 55 penampilan, 17 gol.
  • Barcelona (2003‑2008): 145 penampilan, 70 gol.
  • AC Milan (2008‑2010): 76 penampilan, 20 gol.
  • Klub lain (2011): 23 penampilan, 13 gol.

Di timnas Brazil:

  • U‑17 (1996): 6 penampilan, 2 gol.
  • U‑20 (1999): 5 penampilan, 3 gol.
  • U‑23 (2000‑2008): 10 penampilan, 3 gol.
  • Tim senior (1999‑2009): 93 penampilan, 33 gol.

5. Penghargaan Individu

Berbagai penghargaan yang diraih Ronaldinho bikin namanya selalu muncul di daftar “pemain terbaik” dunia. Berikut beberapa yang paling menonjol:

  • Bola Emas Piala Konfederasi FIFA 1999.
  • Sepatu Emas Piala Konfederasi FIFA 1999.
  • Top Skor Rio Grande do Sul State Championship 1999.
  • FIFA World Cup All‑Star Team 2002.
  • FIFA 100 (daftar 125 pemain terbaik sepanjang masa).
  • Don Balón Award 2003‑2004, 2005‑2006.
  • EFE Trophy 2004.
  • Pemain Terbaik Dunia FIFA 2004‑2005.
  • Penyerang Terbaik UEFA 2004‑2005.
  • Pemain Terbaik Eropa 2005.
  • Pemain Terbaik FIFA Pro 2005‑2006.
  • Golden Foot 2009.

6. Legacy dan Pengaruhnya

Setelah Ronaldinho pergi dari Barcelona, klub tetap terus mengumpulkan gel

Artikel Lain di Bola