Kenalan Sama TransJakarta: Busway Kekinian yang Bikin Jalanan Jakarta Lebih Lancar
Daftar Isi
Sejarah Singkat TransJakarta
Udah pasti kamu pernah denger nama Busway Jakarta kan? Beliau pertama kali meluncur pada 25 Januari 2004, ngikutin jejak BRT yang udah sukses di Bogota, Kolombia. Dari situ, jaringan rute Busway terus meluas sampai 11 koridor pada akhir 2011, dan rencananya bakal nambah lagi 4 koridor baru.
Kenapa Busway Jadi Pilihan Keren?
Kalau kamu masih suka ngantor pake motor, pasti udah ngerasain macet yang bikin stress. Beliau hadir dengan jalur khusus yang gak boleh dilanggar sama kendaraan lain, bahkan pejabat sekalipun. Jadi, kamu bisa melaju lebih cepat tanpa harus nunggu ribuan mobil di depan.
Tips Menggunakan Busway Tanpa Ribet
1. Beli tiket dulu lewat aplikasi atau mesin tiket di halte. Harga tiket tiket subsidi masih terjangkau karena didukung pemerintah DKI.
2. Pilih halte yang deket sama tujuan kamu. Misalnya, kalau mau ke Blok M, naik koridor 1 dan turun di halte Blok M.
3. Selalu perhatikan jalur Busway khusus, jangan sampai keblinger masuk jalur umum, nanti bisa kena tilang.
Statistik dan Capaian TransJakarta
Pada 2011, TransJakarta berhasil mengangkut 114.783.774 penumpang, rata‑rata sekitar 310.000 orang per hari—naik 32 % dibanding tahun sebelumnya. Hingga kini, jaringan rute Busway terpanjang di dunia dengan panjang 172 km dan lebih dari 520 bus yang beroperasi.
Subsidi per tiket sekitar Rp 2.901 (tahun 2011) dan diproyeksikan turun menjadi Rp 2.114 pada 2012, bikin tarif tetap ramah kantong.
Rute Populer yang Wajib Kamu Coba
Berikut contoh beberapa koridor yang paling sering dipakai:
- Koridor 1 (Kota – Blok M): Berhenti di halte Kota, Monas, Sarinah, Setiabudi, dan Blok M.
- Koridor 2 (Pulo Gadung – Harmoni): Ada halte Pulo Gadung, RS Islam, Istiqlal, dan Harmoni Sentral.
- Koridor 3 (Kalideres – Pasar Baru): Mulai dari Kalideres, Jembatan Gantung, sampai Pasar Baru.
Masih banyak koridor lain yang siap mengantar kamu keliling Jakarta dengan cepat.
Kesimpulan: Busway Solusi Kemacetan?
Secara keseluruhan, TransJakarta memang masih perlu perbaikan, terutama soal ketersediaan armada dan kecepatan operator. Tapi kalau kamu udah ngerasain kemacetan tiap jam sibuk, coba deh naik Busway. Dengan tarif murah, jalur khusus, dan jaringan yang terus berkembang, peluang besar kamu bisa beralih dari mobil pribadi ke transportasi publik yang lebih efisien.