Lewati ke konten

Ngobrol Santai tentang Raden Ajeng Kartini: Inspirasi Hari Kartini yang Tetap Keren

Hai kamu! Udah pada tau belum siapa Raden Ajeng Kartini yang jadi ikon perjuangan wanita di Indonesia? Yuk, kita kulik bareng cerita beliau yang super inspiratif, tapi dengan bahasa yang lebih asik dan gaul. Siap?

1. Jejak Awal & Pendidikan

Beliau lahir di Jepara pada 21 April 1879, anak kelima dari sebelas bersaudara. Walaupun tumbuh di keluarga priyayi, pendidikan formal beliau cuma sampai usia 12 tahun di Europeesche Lagere School (ELS). Di sana, beliau mulai belajar bahasa Belanda—skill yang kelak jadi senjata rahasia buat surat Kartini ke teman-teman di Eropa.

Sayangnya, setelah lewat 12 tahun, orangtua beliau mulai mengatur jodoh. Tapi beliau nggak mau dibikin “burung dalam sangkar”. Jadi, sambil nunggu nikah, beliau belajar mandiri di rumah, terus menulis surat-surat yang penuh semangat kebebasan.

2. surat yang Mengguncang

Lewat korespondensi dengan teman Belanda, terutama Rosa Manuela‑Mandri dan suaminya J.H. Abendanon, surat Kartini menjadi jendela dunia luar. Di sana, beliau curhat soal kebebasan belajar, hak perempuan, bahkan kritik tajam soal adat yang mengekang. Beberapa kutipan suratnya yang terkenal, meski ditulis rapi, kadang ada typo kecil kayak “kebebasann” atau “pemerintahan” yang sengaja dipertahankan biar terasa natural.

Surat-surat itu kemudian dikompilasi jadi buku “Door duisternis tot Licht” (Dari Kegelapan Menuju Cahaya) yang diterjemahkan ke bahasa Melayu, Jawa, Sunda, bahkan Inggris. Buku ini jadi inspirasi besar buat generasi muda zaman dulu, dan sampai kini masih dibaca di kelas‑kelas sejarah.

3. Pendirian Sekolah & Warisan

Setelah nikah dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Ahiningrat, beliau dapet dukungan buat bikin sekolah Kartini pertama di Rembang. Sekolah ini fokus pada pendidikan perempuan, mengajarkan bahasa, matematika, dan ilmu pengetahuan yang dulu dianggap “cuma buat laki‑laki”.

Berbekal semangat itu, keluarga Van Deventer melanjutkan pendirian sekolah Kartini di Semarang (1912) serta di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon, dan banyak kota lain. Jadi, jejak beliau masih hidup di ribuan sekolah yang namanya dibawa sampai sekarang.

4. Pengaruh Sampai Kini

Walaupun beliau meninggal muda pada usia 25 tahun (Desember 1904), pengaruh Kartini tetap bersinar. Lagu “Ibu Kita Kartini” ciptaan Wage Rudolf Supratman jadi anthem tiap Hari Kartini. Bahkan di era digital, hashtag #KartiniDay selalu trending di media sosial, mengajak generasi Z buat terus memperjuangkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Kalau kamu lagi cari inspirasi buat aksi sosial atau kampanye di sekolah, coba deh tiru semangat beliau: belajar mandiri, menulis kritik yang membangun, dan jangan takut menantang tradisi yang nggak adil. Karena, seperti yang beliau tulis, “kebebasan belajar itu hak semua orang, termasuk kamu!”

Jadi, kapan nih kamu bakal ambil langkah kecil untuk terus melanjutkan perjuangan wanita ala Kartini? Ingat, setiap aksi kecil kamu bisa jadi cahaya yang mengusir kegelapan, persis kayak judul bukunya.

Artikel Lain di Profil

  • Tokoh Keperawatan Islam Rufaidah Al-Asalmiya

    Perawat, mungkin Anda pernah mendengar atau bahkan sudah sangat akrab dengan orang nan bertugas sebagai perawat. Dapat sebab Anda sendiri nan pernah mengalami menjadi pasien di salah satu rumah sakit atau orang terdekat Anda...

  • Keunggulan Militer Indonesia - Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) atau Unmanned Aerial Vehicles (UAV)

    Militer Indonesia . Jangan pernah meremehkannya. Walau di dalam negeri sering dikecam, sebab seringkali melakukan tindakan represif terutama di era Presiden Soeharto berkuasa, namun faktanya militer Indonesia masih tetap...

  • Sukarno dan Fatmawati

    Sukarno sebagai presiden pertama di Indonesia tentunya memiliki pesona tersendiri, baik di mata rakyat Indonesia maupun para pemimpin global lainnya. Beliau menjadi Proklamator Kemerdekaan Indonesia bersama Mohammad Hatta,...

  • Tokoh Tokoh Musik Mancanegara

    Tahukah Anda tokoh tokoh musik mancanegara ? Sebelum membahas tokoh musik mancanegara, mari kita membahas musik. Membanjirnya grup-grup musik dan penyanyi membuat kita sulit mengklasifikasikan mana musik nan berkualitas dan...

  • Wafatnya Sang Jenderal

    Pahlawan itu sangat istimewa. Mereka itu bahkan mungkin ikhlas tidak didiberi predikat pahlawan. Ini sebab mereka melakukan pembelaan terhadap negerinya dengan ikhlas. Pahlawan nasional Indonesia ialah gelar nan diberikan...

  • Motorola Indonesia - Produk Unggulan Dari Motorola

    Motorola Indonesia merupakan perusahaan nan bergerak di bidang telekomunikasi. Motorola Indonesia sebagai salah satu cabang dari perusahaan internasional Motorola di Illinois, United States. Motorola nan kita kenal sebagai...

  • Biografi Emma Watson: Karier di Film Lain

    Bagi Anda pecinta film "Harry Potter", niscaya tidak asing lagi dengan gadis nan berperan sebagai Hermoine. Aktingnya banyak mendapatkan pujian dari para pengamat film Inggris. Gadis cantik nan mulai dikenal orang sejak membintangi...

  • Visi dan Misi Dinas Pendidikan Nasional

    Dinas Pendidikan Nasional nan kini dikenal dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebelumnya dinamakan dengen Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) nan dahulu pada era Orde Baru juga disebut dengan...

  • Daftar Nama Menteri Luar Negeri Indonesia

    Depertemen Luar Negeri atau disingkat Deplu ialah depertemen nan membidangi interaksi dan kolaborasi antara Indonesia dengan negara-negara sahabat. Depertemen Luar Negeri merupakan salah satu dari tiga departemen nan dijelaskan...

  • Perkembangan Komik Tokoh tokoh Pahlawan Lokal

    Tokoh tokoh pahlawan kartun dari luar negeri sangat dikenal di Indonesia. Siapakah nan mengenal: underline;">Superman, Batman, Spiderman, Naruto, Ultraman, Wolverine, dan Iron Man? Rasa-rasanya meski orangtua tidak banyak...