Lewati ke konten

Jam gadang bukittinggi: Ikon klasik yang bikin kamu pengen foto-foto

Hai kamu! Siap-siap deh jalan-jalan virtual ke Bukittinggi, kota keren di Sumatra Barat yang penuh panorama menakjubkan. Dari pegunungan hijau sampai kuliner mantap, yang paling nge‑hits di sini adalah Jam Gadang. Menara jam raksasa ini bukan cuma jadi patokan arah, tapi juga simbol kebanggaan warga Minangkabau.

1. Renovasi & Perubahan Desain

Selama hampir satu abad, Jam Gadang udah ngalamin beberapa kali makeover. Awalnya, atapnya berbentuk kubah Eropa dengan patung ayam jantan di atasnya - kayak penanda angin gitu. Pas masa pendudukan Jepang, atapnya diubah jadi gaya tradisional Jepang, jadi kelihatan kayak kuil kecil. Setelah Indonesia merdeka, atapnya kembali di‑re‑style menjadi atap rumah adat Minangkabau (bagonjong) yang masih kita lihat sampai sekarang. Jadi, tiap generasi dapat "upgrade" tampilan menara ini tanpa menghilangkan karakter aslinya.

2. Keunikan Angka Romawi pada Jam Gadang

Kalau kamu pernah liat jam antik, pasti pernah ngeliat angka empat ditulis IIII bukannya IV. Jam Gadang juga pakai cara ini. Kenapa? Ada beberapa teori seru: dulu para pembuat jam suka pakai IIII supaya tampilan jam lebih simetris dengan VIII di sebelah kiri. Ada juga cerita bahwa Raja Prancis Louis XIV lebih suka IIII, jadi trend ini nyebar ke Eropa dan akhirnya ke jam‑jam kolonial Belanda yang dibawa ke Indonesia.

3. Fungsi & Makna Jam Gadang

Dulu, Jam Gadang bukan cuma penunjuk waktu. Beliau juga dipakai sebagai menara pengintai buat ngintip gerakan pasukan Imam Bonjol saat Perang Paderi. Selain itu, jam ini jadi simbol titik nol kota, tempat warga menandai jam malam, sholat Jumat, dan waktu berbuka puasa. Sekarang, walaupun bunyi belnya udah jarang terdengar, jam ini tetap jadi spot foto Instagramable yang wajib dikunjungi.

4. Mitos & Fakta Menarik

Salah satu rumor paling seru soal Jam Gadang adalah tentang angka empat yang ditulis IIII. Ada yang bilang itu karena kecelakaan saat pembangunan, atau karena ada "tumbal" yang meninggal. Padahal, faktanya penulisan ini memang umum di jam‑jam antik Eropa, jadi bukan karena kesalahan melainkan tradisi lama yang tetap dipertahankan.

5. Sejarah Singkat Jam Gadang

Menara jam ini dibangun pada tahun 1926 atas inisiatif arsitek Yazid Sutan Gigi Ameh (sebut saja beliau). Hadiah dari ratu Belanda buat sekretaris kota (Rook Maker) waktu itu, Jam Gadang dibawa dari Rotterdam lewat Teluk Bayur. Batu pertama diletakkan oleh putra pertama Rook Maker yang baru berusia 6 tahun - keren kan? Menara setinggi 26 meter ini memiliki empat muka jam, masing‑masing berdiameter 80 cm, dan bergerak secara mekanik.

Jadi, kalau kamu lagi planning trip atau sekadar cari inspirasi foto, jangan lupa mampir ke Jam Gadang. Selain menambah koleksi foto, kamu juga bakal dapat cerita-cerita seru tentang sejarah, budaya, dan sedikit misteri yang bikin kota Bukittinggi makin berwarna.

Artikel Lain di Tempat Wisata

  • Koleksi Museum Fatahillah

    Sejarah ialah sesuatu nan memberikan catatan-catatan dan dokumentasi tentang apa nan terjadi di masa lalu. Masa lalu dapat dijadikan pelajaran buat menghadapi hari ini atau masa nan akan datang. Oleh karena, itu jangan pernah...

  • Museum Indonesia - Sahabat Museum

    Museum Indonesia berpacu dengan zaman? Ya. Dengan semakin canggihnya zaman dan semakin terfokusnya masyarakat terutama generasi muda kepada hal-hal nan berbau futuristik dan modernitas hayati nan semakin menggoda, museum...

  • Makanan Khas Indonesia sebagai Alternatif Menu Anti Bosan

    Berbicara tentang makanan khas Indonesia , dari A sampai Z dan kembali lagi ke A sepertinya tak akan ada habisnya. Semua tersaji menggugah selera dan membangkitkan keinginan siapapun buat mencobanya. Termasuk mereka para...

  • Mitos & Fakta Danau Toba: Dari Ikan Raksasa Sampai Supervolcano yang Bikin Dunia Goyang

    Yo, geng! Danau Toba itu bukan cuma wisata Danau Toba yang Instagramable, tapi juga penuh cerita‑cerita gokil yang udah dibawa turun‑turun generasi. Dari legenda petani yang dapet ikan raksasa sampai bukti ilmiah letusan...

  • Jelajah Museum Sri Baduga: Seru, Keren, dan Bikin Kamu Nge‑Explore Budaya Sunda

    Hey, generasi muda Bandung! Pernah denger Museum Sri Baduga belum? Kalau belum, siap‑siap deh buat dapet vibe sejarah yang kekinian sekaligus asik. Museum ini ada di Jl. BKR No.185, tepat di seberang Monumen Lautan Api -...

  • Visit Indonesia - Visit Pulau Jawa dan Sekitarnya

    Visit Indonesia merupakan program pemerintah nan sengaja dicanangkan buat menarik wisatawan mancanegara datang dan berkunjung di tanah air. Pertama kali diluncurkan, Visit Indonesia mulai ramai dimasyarakatkan pada tahun...

  • Tips Merawat Villa Bagi Pemilik Villa

    Anda mau berlibur ke derah pegunungan seperti Puncak, Bandung, dan Bali? Jika iya berarti Anda harus menyiapkan berbagai persiapan, seperti dana liburan, akomodasi, transportasi sampai villa sebagai loka menginap. Berlibur...

  • Tempat Wisata Jakarta - Belanja

    Daerah Spesifik Ibu Kota Jakarta merupakan ibu kota dari Provinsi Indonesia. Jakarta menjadi kota incaran para pendatang, baik para wisatawan nan ingin menikmati loka wisata Jakarta maupun para pendatang nan ingin mengadu...

  • Jembatan-Jembatan Bersejarah di Indonesia

    Siapa nan tak kenal jembatan saat ini? Jembatan sudah menjadi wahana vital nan memudahkan gerak manusia dari satu loka ke loka lain nan terhalang oleh sebuah rintangan nan membuat manusia tak dapat melewatinya dengan mudah....

  • Gak Cuma Vibes-nya yang Bikin Kangen, Ini Alasan Kenapa Jogja Selalu Punya Tempat Khusus di Hati Anak Muda

    Siapa sih di antara kalian yang gak pernah denger tentang Jogja? Kota yang satu ini emang selalu punya magis tersendiri yang bikin siapa pun kangen pengen balik lagi. Tapi, tau gak sih kalau status "Istimewa" yang disandang...