Tetap Gaya pada Usia 40 ala Monica Bellucci

Tetap Gaya pada Usia 40 ala Monica Bellucci

Jika kita mendengar frase " artis Italia ", nan ada dalam pikiran barangkali ialah artis-artis wanita nan getol memamerkan tubuh. Pandangan tersebut tak sepenuhnya salah jika kita hanya memahami masalah tabu dari perspektif ketimuran kita--tubuh ialah privasi; memamerkannya jelas melanggar privasi.

Sejak zaman Sophia Loren hingga Melita Toniolo, nan rela bugil jika Inter Milan kampiun Perserikatan Champions, seniman Italia memang dikenal "vulgar". Akan tetapi, kita tak boleh semena-mena berkata bahwa seniman Italia , terutama kaum wanitanya, ialah kumpulan orang bejat. Setidaknya, kita dapat melihat "anomalinya" pada sosok Monica Bellucci.

Diskografi Singkat Monica Bellucci

Monica Bellucci nan lahir di Citta de Castello, Umbria, Italia, tentu sudah kita kenal berkat penampilannya di beberapa film. Di antaranya, Malèna (2000) sebagai Malèna Scordia. Astérix & Obélix: Mission Cléopâtre (2002) sebagai Cleopatra. Tears of the Sun (2003) sebagai Lena Fiore Kendricks. The Matrix Reloaded (2003) sebagai Persephone. Dan, nan penting, dalam The Passion of the Christ (2003) sebagai Maria Magdalena.

Dalam beberapa film seperti Malena dan Astérix & Obélix: Mission Cléopâtre , kita tentu dimanjakan dengan kemolekan tubuh Monica Bellucci. Bahkan, jika mau mencari, kita dapat menemukan foto telanjang Monica Bellucci saat hamil anak pertamanya, Deva, pada 2004. Monica Bellucci tampil vulgar seperti ini sebagai protes terhadap hukum Italia nan melarang donor sperma.

Benarkah Monica Bellucci hanya berakting dengan memamerkan tubuh aduhainya? Kita dapat melihatnya dalam film kontroversial nan mengangkat nama istri Vincent Cassel ini. Apa lagi kalau bukan film Malena (2000).

Mengumbar Seks atau Semangat Anti-Masyarakat?

Malena mengisahkan perjuangan seorang perempuan bernama Malena Scordia. Alkisah, pada Perang Global II, Malena ditinggal sang suami, Nino Scordia, nan berangkat ke medan perang sebagai serdadu Italia. Tak lama setelah sang suami pergi, Malena mendengar bahwa Nino gugur. Seluruh kota mengetahui hal tersebut.

Dengan kecantikan Malena dan statusnya sebagai janda, Malena menjadi incaran banyak warga kota, termasuk seorang anak berusia 12 tahun bernama Renato, nan kerap berfantasi melakukan interaksi seks dengan Malena.

Malena gigih mempertahankan kesetiaannya pada sang suami nan sudah tiada. Akan tetapi, bulan demi bulan berlalu dan Malena semakin miskin; nyaris tiada seorang pun nan mau membantunya. Dengan terpaksa, demi menyambung hidup, Malena melacurkan diri kepada tentara Jerman.

Singkat cerita, perang berakhir; Malena nan menjadi pelacur buat Jerman dihakimi dan dipermalukan oleh masyarakat (ditelanjangi dan dipukuli di depan umum). Saat itulah, Nino nan ternyata masih hidup, pulang. Berkat surat kaleng Renato, Nino sukses menemukan Malena. Keadaan pun berbalik. Malena justru diagung-agungkan oleh masyarakat.

Sekilas, jika kita hanya mencuplik satu demi satu adegan dalam Malena , kita akan mudah berkata bahwa film ini cenderung terkategorikan film porno. Bagaimana tidak? Sepanjang film, ada saja adegan Malena nan telanjang atau melakukan adegan panas.

Akan tetapi, jika dapat menangkap pesan lain di samping kevulgaran cerita, kita dapat melihat betapa film ini mengkritik masyarakat habis-habisan: betapa masyarakat tak pernah peduli pada sosok seperti Malena. Ketika dia jatuh, masyarakat menghinanya; dan ketika dia terbukti benar, masyarakat menyanjungnya.

Lebih jauh, film ini juga menunjukkan betapa menyedihkannya dampak perang. Dengan memperhatikan hal ini, peran Monica Bellucci dalam Malena tak dapat dihakimi semata-mata mengumbar seks, tetapi menunjukkan cita rasa khas Italia: ada pesan moral tersembunyi di balik adegan nan mengumbar keringat para penonton laki-laki.

Model dan seniman Italia, Monica Bellucci terpilih menjadi paras baru buat menjadi model kosmetik ternama Dolce & Gabbana. Seniman Italia nan terkenal dengan keseksiannya itu akab bersanding dengan nama-nama besar lainnya, seperti Scarlett Johansson dan English Felicity Jones nan diplot sebagai brand ambassador oleh kosmetrik terkenal itu sebagai model.D&G dan Monica Bellucci telah sering melakukan kerja sama.

Oleh sebab itu, D&G telah mengenal model senior asal Italia ini secara personal. Pihak D&G bahkan mengatakan bahwa pihaknya sangat menyukai Monica Bellucci dan telah menjalin kolaborasi dengannya beberpa kali selama kurun waktu 20 tahun. Pihak D&G pun menyatakan bahwa kecantikan dan keseksian seorang Monica Bellucci ini sangat abadi.

Pihak Dolce&Gabbana menyatakan bahwa seniman Italia itu merupakan ikon nan paripurna buat produk kosmeti D&G. Pihak D&G pun mengatakan bahwa Monica Bellucci merupakan ikon seniman Italia nan sebenarnya. Wanita kelahiran 30 September 1964 ini tak hanya menjadi model iklan buat produk kosmetik Dolce&Gabbana, Monica pun akan berkolaborasi buat membuat lipstik sendiri.

Artis Italia nan fasih berbahasa Italia, Perancis, dan Inggris ini sangat bahagia dapat berkolaborasi dengan lini kosmetik Dolce&Gabbana. Monica Bellucci sangat menyukai produk kosmetik D&G dan sangat bersemangat ikut berpartisipasi dalam seluruh proses pembuatannya.

Tetap Gaya pada Usia 40 ala Monica Bellucci

Cantik, berani, sensual, seksi, dan bersikap baik merupakan citra nan pas buat sosok seniman Italia, Monica Bellucci. Kecantikan dan sensulitas nan dimilikinya bahkan membuat dia dipinang oleh produk kosmetik terkenal buat menjadi brand ambassador -nya.

Meski usia wanita asal Italia ini sudah tak muda lagi, namun pasangan dari Vicent Cassel ini selalu berusaha tampil cantik. Bahkan kecantikan dan sensualitas nan dimilikinya membawa wanita ini menjadi nomor 1 sebagai The Most Beautiful Women in the World versi AskMen’s.

Menurut Monica Bellucci, saat seseorang memasuki usia 40 tahun, harus lebih mementingkan bersikap sensual daripada tampil seksi. Hal ini disebabkan sebab berpenampilan seksi biasanya digunakan oleh perempuan nan masih muda. Monica Bellucci menambahkan bahwa saat usia bertambah, harus tetap fokus buat tampil elegan.

Untuk itu, hal pertama nan harus dilakukan ialah bersikap nan baik dan elegan. Tentu saja setiap wanita memiliki gaya masing-masing, namun cara nan baik buat membawa gaya dengan tampil percaya diri.

Saat masih muda, wajar jika Anda melakukan banyak eksperimen dengan riasan. Oleh sebab itu, saat usia bertambah, banyak nan menyarankan buat mengurangi penggunaan make up . Namun, menurut Monica Bellucci, hal itu merupakan hal nan kurang tepat.

Artis sekaligus model asal Italia ini mengatakan bahwa saat wanita berusia 50 tahun dan masih menyukai penggunaan make up dan rambut pirang merupakan hal nan sangat cantik dan menyenangkan. Monica berucap bahwa pada usia nan sudah tak lagi muda, Anda harus berani bereksperimen dengan make up .

Monica Bellucci menyukai lipstik rona merah khusunya buat hadir di acara-acara besar. Namun terkadang, Monica pun selalu menggunakan riasan dan lipstik nan bernuansa natural.

Usia Monica Bellucci tak lagi muda. Namun, buat menjaga penampilannya, Monica Bellucci selalu tampil sederhana jika sedang dalam waktu santai. Namun, kesederhanaan nan ditampilkan seniman Italia ini tetap menampilkan fashion nan stylish . Untuk selera fashion, Monica Bellucci tak diragukan lagi.

Pada usianya nan menginjak usia 43 tahun, Monica Bellucci tetap menjadi pribadi nan stylish . Salah satu trik fashion dari Monica ialah memilih rona busana nan tepat buat usia 40 tahunan.

Satu hal nan ditekankan oleh Monica Bellucci ialah be your self . Pada usia nan sudah tak muda lagi, Anda tak perlu memaksakan diri buat tampil di luar kemampuan. Hal ini dikarenakan menjadi diri sendiri pada usia nan sudah tak muda akan menambah kesan elegan dan sensual.

Itulah cerita mengenai sejarah perjalanan artis Italia , Monica Bellucci. Usianya nan tak lagi muda tak mengendurkan semangat Monica Bellucci buat tetap tampil seksi, modis, dan sensual.