Biar Makin Inklusif, Yuk Intip Keseruan Belajar Bahasa Isyarat Bareng Deaf Art Community
Daftar Isi
Pernah nggak sih kamu ngerasa pengen punya superpower baru yang super bermanfaat buat sesama? Nah, salah satu superpower keren yang bisa kamu pelajari sekarang adalah bahasa isyarat. Yup, lupakan stigma kuno yang kaku! Teman-teman difabel kita sebenarnya punya cara berkomunikasi yang estetik dan ekspresif banget. Menariknya, orang yang bisa mendengar pun sah-sah aja kok buat ikut belajar bahasa isyarat sebagai skill tambahan yang berfaedah sekaligus bikin vibes kamu makin positif.
Kamus Kilat Isyarat Harian yang Gampang Kamu Praktekin
Belajar isyarat itu kuncinya pake hati dan ekspresi totalitas, guys! Gak usah jaim, karena gerakan tangan kita kudu sinkron ama ekspresi wajah biar pesannya tersampaikan dengan sempurna. Biar gak bingung, yuk kita coba beberapa gerakan dasar yang gampang bgt dicoba sehari-hari.
Pertama, buat mengucapkan salam 'Assalamu'alaikum', kamu cukup mengepalkan tangan kanan, lalu sentuhin bagian ibu jari ke kening sebelah kanan sambil diayunkan ke depan. Gerakannya mirip banget kayak sikap hormat 'Merdeka' tapi versi lebih santai. Nah, buat ngebalas dengan 'Wa'alaikumussalam', kamu tinggal membentuk jari tangan menjadi huruf W (acungkan telunjuk, jari tengah, dan jari manis bersamaan), lalu sentuhkan ke dahi kanan sambil diayun ke depan.
Mau menyapa teman baru? Gampang! Untuk mengucapkan 'Halo', gerakannya mirip seperti menghormat biasa, tapi cukup gunakan empat jari aja dan ditekuk bagian ibu jarinya. Gerakkan keempat jari menyentuh pelipis kanan lalu arahkan ke depan dengan senyuman terbaik kamu. Oh ya, gmana dengan ucapan waktu seperti 'Selamat Pagi'? Caranya cukup kepalkan kedua tangan di depan dada, lalu buka telapak tangan menghadap ke bawah seolah menyibak sesuatu. Setelah itu, tengadahkan tangan dan angkat tangan kanan untuk menyentuh dahi. Gak sesulit yang dibayangkan, kan? Asal sering dilatih pasti langsung lancar!
Mengenal Lebih Dekat Serunya Deaf Art Community
Yogyakarta emang gak pernah keabisan daya tarik yang bikin takjub. Selain terkenal dengan destinasi wisatanya yang estetik, kota ini juga jadi rumah bagi gerakan sosial yang ramah dan suportif, salah satunya adalah Deaf Art Community (DAC). Basecamp komunitas difabel Yogyakarta yang inspiratif ini berlokasi di Jalan Langenarjan Lor No. 16A, Panembahan, Kraton, Yogyakarta. Tempatnya asyik berupa rumah klasik bergaya retro yang nyaman banget buat ngumpul dan belajar bareng.
Nah, kamu wajib tahu sosok luar biasa di balik berdirinya DAC ini. Beliau adalah Pak Broto! Menariknya, beliau sendiri sebenarnya bukan penyandang teman tuli maupun wicara. Namun, hati beliau terketuk pas mendengar curhatan seorang siswa tuli yang merasa kehadirannya sering kurang dihargai oleh lingkungan sekitar. Sebagai seorang seniman pantomim yang kreatif, beliau gak tinggal diam. Beliau langsung gercep belajar bahasa isyarat dari nol, mulai dari abjad hingga kata-kata, demi bisa merangkul dan membimbing anak-anak ini.
Berkat dedikasi dan bimbingan penuh kasih sayang dari beliau, bnyak banget anak-anak yang tumbuh jadi pribadi yang mandiri dan super percaya diri. Bahkan, prestasi mereka gak main-main! Contohnya ada Octaviani Wulansari yang sukses mengukir prestasi gemilang sebagai perwakilan Indonesia di ajang Miss Deaf World. Keren parah, kan? Ini membuktikan kalau keterbatasan fisik sama sekali bukan penghalang untuk bersinar di panggung dunia.
Ekspresi Sakti Lainnya yang Wajib Kamu Tahu
Selain sapaan harian, ada beberapa kata ajaib alias "magic words" yang penting banget untuk kamu kuasai dalam interaksi sehari-hari. Salah satunya adalah kata 'Maaf'. Gerakan untuk mengekspresikan permohonan maaf ini simpel tapi bner-bner bermakna mendalam.
Kamu tinggal mengepalkan tangan dengan posisi ibu jari berada di bagian luar, lalu letakkan di tengah dada sambil membuat gerakan memutar searah jarum jam. Biar makin dapet feel-nya, pasang ekspresi wajah yang tulus dan sedikit memelas agar pesan penyesalan kamu bener-bener tersampaikan dari hati ke hati.
Kata ajaib berikutnya adalah 'Terima Kasih'. Gerakannya sangat mudah, cukup gerakkan tangan kanan kamu yang terbuka dari arah bibir ke depan dengan lembut. Gerakan ini bisa kamu lakukan berulang kali sebagai bentuk apresiasi dan rasa syukur yang mendalam atas kebaikan orang lain. Lewat bahasa isyarat, kita diajarkan bahwa komunikasi bukan cuma soal suara, tapi tentang bagaimana kita saling memahami dan menghargai dengan penuh empati.