Portal Informasi Gaya Hidup Sehat, Edukasi Nutrisi, dan Tips Praktis Sehari-hari.

Film Action Hollywood sebagai Motivasi

Film apa nan Anda suka? Film drama, film dokumenter, film lawak atau film action ? Film merupakan sebuah tontonan nan senantiasa menghibur masyarakat. Banyak film-film berkualitas nan menghiasi layar kaca maupun layar lebar bioskop tanah air.

Di antaranya nan menghiasi itu seperti dari Indonesia sebagai tuan rumah, Hollywood, Bollywood, Mandarin, dan masih banyak lagi. Begitu pun dengan ragamnya, seperti film action , komedi, drama, horror, serta masih banyak lagi.

Ragam film-film tersebut selalu dikemas dengan sebaik mungkin. Tentu saja agar meraih berhasil di mata masyarakat, serta berhasil di global perfilman itu sendiri. Banyak aktor serta aktris top nan bekerja sama dengan produser film tersebut sebagai salah satu cara buat memuluskan karyanya menjadi sangat berkualitas.

Tidak sporadis juga para debutan kerap menjadi bagian dari suatu film tersebut. Hal itu tak mengurangi kemasan berkualitas suatu film selama film tersebut diracik dengan sedemikian rupa oleh sang sutradara. Tidak terkecuali dengan film action .

Film nan banyak mendapat perhatian dari masyarakat sebab jalan cerita nan selalu meledak-ledak. Hal ini menjadikan film action sebagai film nan berada dalam urutan teratas sebagai film dengan penonton terbanyak.

Hampir setiap film nan masuk ke Indonesia, terutama jenis film nan menghadirkan tembak menembak, perkelahian taraf tinggi, dan spesial imbas nan memukau, selalu dipenuhi setiap harinya. Itu menjadi fakta nan tak terbantahkan sebab memang masyarakat kita, bahkan masyarakat global selalu mengapresiasi berlebih buat jenis film ini, selain film-film bergenre lainnya.

Tengok saja beberapa tahun ke belakang dari banyak bioskop nan berada di kota-kota besar di Indonesia, buat pemutaran film laga ini hampir tak pernah sepi penonton. Selain didukung dengan kualitas nan tak perlu diragukan lagi dari produksi Hollywood, film jenis ini memang selalu menjadi pemuas dahaga para penikmat film.

Film action yang hadir dan diproduksi hingga tayang, selalu menjadi rona tersendiri buat masyarakat Indonesia nan memang sangat getol dengan hiburan. Disandingkan dengan ragam film lainnya, seperti drama, horor, komedi, dan dokumenter, film nan berisikan aksi nan menegangkan ini mampu menjadi panutan bagi global perfilman Indonesia.

Film-film nan dibuat Indonesia memang cenderung belum memiliki kualitas, terutama buat film bertemakan laga. Selain itu, film nan beredar dari sineas indonesia hanya terbatas kepada aliran nan itu-itu saja, seperti percintaan, horror, dan sex. Menurut mereka para produser film dengan tema seperti itu lebih laku dijual di pasaran. Hal itu juga banyak didukung oleh masyarakat kita nan condong terhadap materi perfilman nan ringan.

Perhatikan saja bagaimana industri perfilman Indonesia nan banyak menyuguhkan tontonan nan ringan dengan tema nan seragam. Banyak sekali hantu, pocong, kuntilanak, drama percintaan, lawak seks nan menghiasi bioskop tanah air, dan sangat sporadis sekali menghadirkan film dengan gambaran film laga nan sarat dengan kualitas.

Meskipun bisa dikatakan ada, film dengan tema seperti itu dan mendapatkan kepuasan dari berbagai pihak, hanya bisa dihitung dengan jari saja. Hal itu banyak terjadi sebab beberapa faktor. Di antaranya ketidakberanian rumah produksi kita nan mengusung tema nan tak biasa dilakukan di Indonesia. Malah cenderung menghasilkan tema dengan nan sudah niscaya menghadirkan banyak keuntungan, tanpa memerhatikan unsur kualitas.

The Raid, Film Action Indonesia Bercitarasa Hollywood

Baru-baru ini Indonesia mampu berbangga hati dengan karyanya nan dibuat oleh sineas bangsa. Film ini mampu meraih banyak penghargaan di mata dunia. Film nan dimaksud ialah The Raid.

Film nan dibintangi oleh Iko Uwais serta beberapa aktor senior Indonesia lainnya, seperti Ray Sahetapy, Donny Alamsyah, Pierre Gruno, juga dengan atlet judo asal Indonesia, Joe Taslim ini dikemas dengan sangat apik oleh sang pengarah adegan Gareth Evans.

Bagaimana tidak? Film ini masuk ke dalam acara penghargaan film internasional nan diselenggarakan di Toronto pada September 2011 silam. Acara dengan tajuk Toronto Internasional Film Festival 2011 (TIFF) edisi ke-36 ini membuat penghargaan buat film ini. Mendapat penghargaan “The Cadillac People’s Choise Award” membuat film The Raid mendapatkan suara tertinggi.

Selain itu, raihan penghargaan lainnya adalah pada beberapa negara nan mengadakan acara bergengsi, seperti di Irlandia dan Skotlandia. Film ini mendapatkan standing ovation dari penonton nan menghadirinya. Kebanggan lainnya adalah film ini ditayangkan secara serentak di beberapa negara, di antaranya Indonesia, Amerika Serikat, Kanada, Australia pada 23 Maret 2012.

Pembuatan film action nan satu ini memang tak main-main. Banyak pihak nan terlibat di dalamnya dan mereka tak perlu diragukan lagi kemampuannya sebab telah berkecimpung di global hiburan dunia. Sebut saja Mike Shinoda sebagai personel band Linkin Park nan menggarap musik dan Joseph Trapanese seorang composer nan menggarap sebuah film keluaran Walt Disney, Legacy (2010).

Film action ini mengisahkan sekelompok pasukan polisi elit nan ditugaskan buat menyerbu gembong narkotik di kawasan Jakarta. Pemeran primer Iko Uwais termasuk di dalamnya. Penyerbuan nan dilakukan oleh pasukan elit tersebut medapat sergapan dari gembong narkotik tersebut sehingga terjadi duel.

Salah satu alasan nan membuat film ini berkualitas ialah aksi para pemainnya ketika duel sedang berlangsung. Kualitas taraf tinggi nan dihadirkan sangat memukau para penonton. Selain itu, sebab film ini diproduksi oleh industri perfilman Indonesia nan memang sangat kurang terhadap duel-duel nan terlihat nyata. Tapi dalam ini film action ini terlihat sangat sempurna.

Film Action Hollywood sebagai Motivasi

Indonesia memang selalu kebanjiran buat film-film hasil karya Hollywood. Banyak nan dapat dipetik dalam “serbuan” mereka. Selain sebab mempunyai kualitas nan tak perlu diragukan lagi, juga cerita dan spesial imbas nan fantastis. Film karya Hollywood ini mampu dijadikan motovasi oleh sineas Indonesia buat membuat karya-karya nan mampu berbicara di mata internasional.

Deretan film action hampir setiap saat mendatangi bioskop kita dengan sejuta sisi menarik nan selalu ditunggu. Sejenak kita sebagai penonton dan pemerhati film berpikir, kenapa kita tak dapat membuat film seperti Hollywood dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri? Banyak terlintas pertanyaan seperti di benak masrayakat tanah air.

Keterbukaan dan keberanian ialah alasan nan bisa dikembangkan menjadi suatu pelaksanaan nan mungkin akan menjadi kebanggan, layaknya The Raid. Seharusnya para sineas tanah air nan mempunyai kreativitas nan tinggi mampu membuat suatu terobosan dalam menghadirkan sesuatu nan baru.

Masyarakat Indonesia terlalu menyukai budaya asing dan itu berimbas pada selera dan minat buat tetap mengosumsi hal-hal nan berbau asing. Andai saja pola pikir masyarakat Indonesia nan mulai bergerak buat membuat film lokal nan berkualitas. Hal ini sudah niscaya akan mendapat sorotan dan pengakuan di mata dunia.

Hadirnya film action dari rumah produksi Indonesia memang sangat ditunggu oleh seluruh masyarakat. Tengok saja film-film karya Hollywood seperti The Avengers, Die Hard, Mission Impossible, dan lainnya nan membutuhkan banyak spesial imbas dengan level nan sangat tinggi. Semua itu mampu dibuatnya sehingga menjadi tontonan nan sarat dengan penghargaan.

Kita mugkin tak terlalu muluk-muluk buat membuat film action nan homogen dengan film-film tersebut. Tetapi setidaknya dengan mengambil tema perkelahian atau perang bisa menjadikan film-film nan dibuat oleh sineas kita mendapat acungan jempol. Dengan catatan, film-film tersebut dikemas dan dibuat dengan segala pengorbanan nan tinggi.

Pengorbanan itu mulai dari pendanaan, kolaborasi dengan para pakar di bidangnya masing-masing, dan pengambilan setting yang tepat. Selain itu, isi cerita nan memukau ialah beberapa syarat nan standar.

Jika diprediksi, setelah rilis dan suksesnya film The Raid sebagai film action terbaik Indonesia, mungkin akan banyak bermunculan film-film action yang mampu menunjukkan kharismanya di global perfilman internasional. Layak kita tunggu dan masyarakat selalu berharap hal itu menjadi kenyataan.

Film Inception (2010) sukses menyedot perhatian pecinta film global bahkan sebelum film tersebut dibuat. Christopher Nolan, sang pengarah adegan sekaligus penulis skenarionya, mengadakan kasting nan mengundang ketertarikan banyak aktor dan aktris Hollywood.

Sikap tim produksi Inception nan menahan informasi tentang film ini, mengeluarkannya satu per satu, merupakan trik nan jitu sehingga film ini menjadi salah satu nan dinanti-nanti tahun ini.

Film Action nan Lengkap

Inception ialah film action nan komplet: film petualangan berbalut rahasia dan ketegangan.

Dom Cobb (diperankan oleh Leonardo DiCaprio), tokoh dalam film ini, mempunyai kemampuan langka, yaitu bisa membaca informasi misteri nan ada dalam pikiran bawah sadar seseorang. Kemampuannya ini ia gunakan buat berbagai hal nan menguntungkan dirinya, sebagai seorang pencuri nan tangguh dan diincar banyak kepentingan.

Kelebihan Cobb menjadikannya tenar, namun juga harus mengorbankan kehidupannya sendiri di antara lingkungan nan tumbuh bersamanya.

Daftar kejahatan Cobb nan panjang membuatnya menghadapi tuntutan. Salah satunya tuduhan membunuh istrinya sendiri. Sebuah tawaran datang, nan akan membebaskannya dari segala tuduhan, namun dengan syarat. Cobb harus melakukan tugas terakhir nan berat, nyaris mustahil. Misi inilah nan dinamai inception. Berbeda dengan pengalaman sebelumnya, kali ini Cobb justru diperintahkan buat menanamkan informasi ke alam bawah sadar sang target.

Cobb menghadapi hambatan sebab kekacauan perencanaan. Sementara, musuh siap menghadangnya.

Skenario nan Tidak Biasa

Film action nan memadukan kemampuan luar biasa nan dikaitkan dengan sains selalu mengundang para penontonnya buat berpikir. Skenario nan digarap Nolan dianggap cukup sukses meningkatkan rasa ingin tahu penonton sejak awal film dimulai, dipadu gambar film nan apik.

Menonton film Inception berarti Anda harus bersiap-siap memusatkan pikiran ikut menjelajahi global mimpi bersama tokoh utamanya, Dom Cobb. Meskipun membutuhkan konsentrasi menonton jalan ceritanya, Anda tidak perlu risi sebab film ini sangat menarik diikuti, memancing penasaran, sekaligus mendebarkan sebab aksi dan imbas musik latar nan sangat pas.

Karya ini dihasilkan melalui tangan dingin pengarah adegan Christoper Nolan, nan juga menulis skenario film-film action laris seperti Dark Knight (2008), Prestige (2006), dan Batman Begins (2005) . Nolan kini tengah menggarap pra-produksi film action lainnya yaitu Superman: Man of Steel (2012) .

Film Action Terlaris

Didukung pemain-pemain terkenal seperti Leonardo DiCaprio, Ken Watanabe, Joseph Gordon-Levitt, Marion Cotillard, dan Ellen Page, film Inception ini sukses menjadi film laris di tahun 2010, dengan pendapatan sekitar US$ 750 juta.