Making Love dan Interaksi Percintaan

Making Love dan Interaksi Percintaan



Mengapa Harus ML?

Tiap orang dapat mengartikan ML dengan caranya masing-masing. Jika ia seorang nan beragama, maka akan mengartikan ML sebagai ibadahnya kepada Tuhan, sebab menjalankan perintah-Nya buat menikah dan bercinta dengan pasangannya nan halal.

Namun, bagi nan tak terlalu mengindahkan ajaran agama maka ML dapat saja ia maknai sebagai sebuah kebutuhan antara satu dan lainnya.

Terlepas dari itu, ML ialah kebutuhan manusia. Dapatlah kita bayangkan jika dalam hayati manusia tidak ada pernikahan dan ML. Tanpa ML mustahil akan lahir keturunan manusia hingga kini

Bagaimana caranya?

Nah, ini nan patut diketahui juga. Ada disparitas karakter seks antara laki-laki dan perempuan. Lelaki umumnya suka tergesa-gesa dan ingin segera mengakhiri “ritual” itu.
Akhirnya, tidak sporadis dari lelaki nan lebih cepat puas dan loyo. Sementara itu, perempuan tak begitu. Kepuasan mereka lebih terletak pada sisi kenyamanan, imajinasi, dan tak tergesa-gesa.

Cara ML umumnya mengikuti alur seperti di bawah ini.

  1. Mulailah dengan do’a. Agama mengajarkan agar manusia memulai sebuah kebaikan dengan do’a. Baiknya, mulailah dengan do’a sebab kelak itu dapat dapat mempengaruhi anak keturunan.
  2. Foreplay (pemanasan). Pernah lihat motor atau mobil kan? Kedua alat transportasi itu tak mungkin ketika di-starter langsung dapat jalan. Sine qua non pemanasan dulu. Nah, ketika motor/ mobil itu sudah panas, barulah dikendarai. Begitu juga dengan ML. Kedua pasangan perlu saling “memanasi” (memberi rangsangan) sehingga gelora seksualnya meningkat antara satu dan lainnya.
  3. Mulailah dari atas ke bawah. Kedua pasangan dapat saling menikmati dari tubuh masing-masing. Mulailah dari nan mudah. Kalau seseorang berjumpa muka, maka niscaya nan lebih mudah dan dekat ialah wilayah wajah. Jangan terburu-buru mau menyelesaikan itu, sebab dapat jadi itu akan membuat salah satu pasangan tak puas.
  4. Sentuhlah wilayah sensitif. Wilayah nan paling sensitif dan begitu dahsyat (waduh, kayak perang aja nih!) ada di bibir, bawah mata, belakang telinga, leher, dada, dan sekitar kemaluan. Tampaknya, antara lelaki dan perempuan wilayah itu tak jauh berbeda.
  5. Jangan cepat beranjak. Ini krusial sekali bagi laki-laki. Biasanya kalau mereka sudah puas, mereka langsung meninggalkan pasangannya dengan melakukan aktivitas lainnya. Bagi perempuan, walau ML sudah selesai, mereka masih membutuhkan kebersamaan setelah itu. Jadi, setelah ML, baiknya ada waktu buat ngobrol, atau membelai rambut pasangannya.

Wah, lumayan juga nih. Mungkin ada nan bertanya, "Tapi kapan aku dapat melakukan itu?" Nah, bagusnya, nanti kalau sudah menikah, bisa pasangan nan halal, baru deh! Oke?!

Making Love dan Interaksi Percintaan

Dalam interaksi percintaan, seks memang bukan hal nan utama. Namun, hal tersebut juga dapat menjadi bumbu nan sangat dibutuhkan buat membuat interaksi percintaan menjadi lebih ranum lagi. Hal ini disebabkan oleh adanya ikatan nan kuat saat melakukan interaksi seksual sehingga pecintaan pun menjadi semakin terikat.

Namun, tak semua pasangan nan melakukan making love bararti pasangan nan saling mencintai sebab dua hal tersebut dapat berdiri sendiri. Bagi sebagian orang, melakukan interaksi seksual merupakan sebuah jalan buat menemukan makna cinta. Akan tetapi, bagi sebagian nan lain, melakukan interaksi seksual dapat jadi merupakan salah satu hal nan dilakukan hanya buat bersenang-senang.

Hubungan seksual harus dilakukan atas dasar suka sama suka sehingga tak akan terjadi nan namanya penyesalan dan rasa sakit hati setelah melakukannya. Bahkan pada pasangan suami istri pun, seorang suami harus terlebih dahulu melakukan pemanasan agar istri tak merasa terpaksa saat melakukan interaksi intim.

Dalam interaksi suami isteri, making love bukan dilakukan demi kesenangan saja, melainkan juga buat memperkokoh interaksi nan sudah dibina tersebut sehingga tak mudah terdera oleh berbagai tantangan kehidupan. Oleh karena itu, banyak pula konsultasi nan dilakukan oleh pasangan suami isteri agar interaksi mereka tetap harmonis.

Making Love Sebagai Media Komunikasi

Seperti nan sudah disebutkan di atas, berhubungan intim merupakan hal nan tak dapat dilepaskan dari percintaan. Begitu juga dengan komunikasi nan menjadi bagian dari interaksi tersebut.

Tanpa komunikasi nan baik, maka interaksi percintaan pun akan menjadi terganggu. Oleh karena itu, komunikasi menjadi bagian krusial nan berpengaruh terhadap interaksi suatu pasangan. Namun, komunikasi di sini bukan hanya komunikasi nan dilakukan dengan menggunakan bahasa verbal, melainkan bahasa nonverbal.

Komunikasi dua arah nan dilakukan pada saat berhubungan intim bisa meningkatkan harmonisasi kedua belah pihak agar lebih memahami satu sama lain. Bahasa nan digunakan dalam interaksi seksual ialah bahasa tubuh nan secara hakiki lebih bermakna daripada bahasa verbal.

Berbagai Manfaat dari Melakukan Making Love

Selain kesenangan dan keharmonisan, ada lagi beberapa kegunaan nan dapat didapatkan dari interaksi seksual buat tubuh manusia. Beberapa kegunaan tersebut antara lain ialah sebagai berikut.

1. Membuat Kulit Sehat

Kulit nan sehat, halus, dan bersinar pada zaman dahulu sering diidentikkan dengan frekuensi berhubungan intim nan dilakukan oleh seseorang. Sebuah penelitian mengenai kesehatan pernah membuktikan bahwa kulit nan sehat juga dapat dipengaruhi oleh keaktifan seseorang dalam berhubungan seksual.

Hal ini disebabkan oleh adanya hormon nan membuat rambut bersinar serta membuat kulit terlihat sehat, halus, dan bersinar. Selain itu, keringat nan keluar saat bercinta juga merupakan salah satu faktor nan membuat tubuh dan kulit menjadi lebih sehat.

2. Meningkatkan Stabilitas Stamina Tubuh

Berhubungan intim merupakan satu olah raga nan secara tak langsung dapat menghasilkan kebaikan bagi tubuh, baik dari segi bentuk maupun stamina. Aktivitas bercinta memang membutuhkan energi sehingga dibutuhkan stamina nan baik pula buat dapat membuat interaksi seksual terasa lebih nyaman dan produktif.

Oleh karena itu, melakukan interaksi intim juga dapat membuat tubuh pria menjadi lebih kekar dan kuat, sedangkan tubuh wanita menjadi lebih langsing sebab kalori nan dibakar pada saat berhubungan intim tersebut.

3. Mengurangi Stres

Salah satu kegunaan nan dapat didapatkan dari interaksi intim ialah mengurangi stres. Hal ini disebabkan oleh adanya divestasi hormon endorfin ke dalam darah sehingga menumbuhkan perasaan gembira dan menghilangkan perasaan stres nan tengah dialami.

4. Menjadikan Perempuan Merasa Seksi

Perasaan seksi bagi perempuan mungkin menjadi salah satu hal nan memengaruhi taraf kepercayaan diri mereka. Oleh karena itu, salah satu hal nan dapat membuat seorang perempuan menjadi percaya diri ialah dengan melakukan interaksi seksual bersama pasangannya.

Pada tubuh seseorang nan aktif secara seksual, akan diproduksi senyawa feromon nan mampu memikat versus jenisnya buat melakukan interaksi seksual. Dengan kemampuan inilah maka seorang wanita akan merasa seksi di hadapan pasangannya.

5. Menyembuhkan Berbagai Rasa Sakit

Satu hal lagi nan menjadi kegunaan making love ialah bisa menyembuhkan atau setidaknya mengurangi rasa sakit nan dirasakan oleh bagian tubuh seseorang, seperti sakit kepala, influenza, dan lain sebagainya. Hal ini disebabkan oleh kegiatan bercinta nan bisa membuat genre darah menjadi stabil sehingga oksigen nan diedarkan ke bagian tubuh pun sinkron dengan kebutuhan tubuh akan oksigen.