Halo Gen Z dan Milenial! Buat kamu yang seakrang lagi asyik nge-freelance, bisnis kecil-kecilan, atau baru mulai masuk dunia kerja, pernah gak sih kepikiran seberapa pentingnya surat kontrak kerja? Banyak banget anak muda yang nganggap urusan hitam di atas putih itu ribet dan formalitas doang. Padahal, hal ini krusial bnget buat ngelindungin kamu dari hal-hal yang gak diinginkan di masa depan.
Biar kamu makin paham betapa pentingnya kepastian hukum kerja, coba deh simak cerita singkat soal Oni berikut ini.
Oni adalah seorang kreator konten kreatif yang sering nerima proyekan dari sebuah agency. Beliau udah ngerjain belasan skenario visual dan dijanjikan pembayaran bakal cair dalam waktu tiga bulan. Namun, pas udah lewat dari tenggat waktu, hak beliau gak kunjung dibayarkan. Waktu temennya nanya apakah beliau punya dokumen perjanjian kerja buat menuntut agency tersebut, beliau cuma bisa gigit jari karena emang gak pernah dikasih surat kontrak sejak awal.
1. Pentingnya Perjanjian Tertulis Buat Freelancer Dan Pekerja
Kasus yang menimpa Oni ini jujur sering banget kejadian di sekitar kita. Gak cuma di kalangan penulis atau desainer, tapi juga anak muda yang kerja di berbagai sektor. Banyak banget yang gak sadar kalau kontrak kerja tertulis itu adalah tameng utama biar karya dan tenaga kamu gak diperah gitu aja tanpa imbalan yang layak.
Tanpa adanya kesepakatan tertulis, pihak yang gak bertanggung jawab bisa dengan gampang nunda pembayaran atau bahkan lepas tangan. Makanya, sebelum kamu mulai eksekusi sebuah proyekan, pastikan kamu udah memegang surat kesepakatan kerja yang jelas. Jangan cuma percaya sama janji manis lisan yang bisa berubah kapan aja, karena selembar kertas itulah yang punya kekuatan di mata hukum.
Tapi ingat ya, kamu juga harus teliti sebelum tanda tangan. Baca setiap poin dengan saksama biar gak ada pasal karet yang malah ngerugiin posisi kamu. Jangan ragu buat minta revisi kalau ada poin yang terasa memberatkan.
2. Surat Kontrak Untuk Urusan Jual Beli Biar Aman
Gak cuma buat urusan karir, surat kontrak jual beli juga penting banget pas kamu lagi transaksi barang bernilai tinggi. Misalnya pas kamu beli kendaraan, gadget flagship bekas, sewa tempat usaha, sampai investasi aset digital. Dengan adanya dokumen resmi, kepemilikan kamu atas barang tersebut jadi sah dan terlindungi.
Adanya perjanjian jual beli bakal menjaga hubungan bisnis tetap profesional. Kalau salah satu pihak ada yang nakal atau melanggar kesepakatan, dokumen ini bisa langsung dibawa ke jalur hukum sebagai bukti yang sah. Jadi, pastikan transaksi penting kamu selalu dibarengi dengan dokumen yang valid, ya!
3. Aturan Hukum Dan Fungsi Materai Dalam Surat Perjanjian
Secara harfiah, hukum itu dibuat buat ngatur tingkah laku biar tertib dan adil. Dalam dunia surat-menyurat, fungsi dokumen resmi ini berkembang pesat. Kalau jaman dulu kirim surat butuh waktu berbulan-bulan pakai sistem estafet, sekarang di era digital semua bisa ditandatangani secara cepat bahkan lewat e-meterai.
Ngomongin soal dokumen resmi, pasti kamu sering nemuin yang namanya materai. Banyak yang ngira kalau surat perjanjian tanpa materai itu gak sah. Eits, ternyata itu anggapan yang kurang tepat, lho!
Berdasarkan aturan hukum terbaru (UU No. 10 Tahun 2020 tentang Bea Materai), fungsi materai tempel atau e-meterai adalah sebagai pajak dokumen dan syarat pembuktian di pengadillan, bukan penentu sah atau tidaknya suatu perjanjian. Syarat sahnya perjanjian itu tetap mengacu pada kesepakatan para pihak yang terlibat.
Jadi, kalau kamu punya surat perjanjian tertulis yang belum ditempeli materai, dokumen tersebut tetap sah secara hukum. Kalau suatu hari nanti dokumen itu mau dipakai sebagai alat bukti di sidang pengadilan, kamu tinggal melakukan pemateraian kemudian atau yang sering dikenal dengan istilah nazegelen.
Nah, sekarang kamu udah makin paham kan betapa krusialnya perlindungan hukum kerja dan transaksi? Mulai sekarang, yuk lebih melek hukum dan selalu siapkan dokumen resmi di setiap urusan profesional kamu!