Tim Kesatuan
Seperti kabar nan telah lama beredar, telah diperkirakan bahwa masuknya Gereja Setan di Indonesia dimulai sejak tahun 1990. Gereja Setan sendiri pertama kali didirikan oleh seorang penulis buku "The Satanic Bible" nan bernama Anton Szandor LaVey pada tanggal 30 April 1966 tepat di San Fransisco, California .
Setelah dia membaut heboh seluruh global dengan teori nan dibuatnya, LaVey membentuk sebuah serikat nan bernama The Order of the Trapezoid . Pada tahun pertamanya, serikat ini mengadakan upacara pernikahan setan nan sempat membuat masyarakat global heboh. Mereka mengadakan upacara pernikahan atas nama Judith Case dan seorang wartawan radikal bernama John Raymond.
Selanjutnya, serikat tersebut resmi diangkat menjadi dewan pengurus Gereja Setan nan LaVey buat. Namun, pada masa ke masa, Gereja Setan ini tak lagi meng-eksplorasi-kan kegiatan nan biasanya mereka lakukan.
Bahkan dalam menerima anggotanya pun, Gereja ini melakukan wawancara tertutup dan dengan mekanisme nan lebih ketat. Anggota nan masuk dalam umat Gereja Setan ini disebut sebagai Satanis.
Hingga adanya kejadian nan disebut sebagai The Satanic Panic nan membuat FBI mengeluarkan laporan resmi atas pembantahan teori persekongkolan criminal nan dibicarakan oleh seluruh umat kristiani di negara tersebut.
Masuknya Gereja Setan di Indonesia
Pertama kali Gereja Setan masuk ke Indonesia ialah di pulau Kalimantan. Namun, segera berpindah ke kota Manado sebab mereka melihat prospek nan baik dalam segi penyebaran ajarannya.
Kenapa Manado? Karena Manado dianggap sebagai kota nan memiliki jumlah umat kristiani terbanyak di Indonesia dengan kehidupan rohaninya nan kuat, sehingga Gereja Setan menjadikan kota ini sebagai tolak ukur buat kehancuran umat kristiani di Indonesia, lebih tepatnya di Asia. Dan, di anggap mampu memengaruhi umat kristiani di kota-kota lain dengan cepat.
Gedung Joeang Manado menjadi gedung pertama sekaligus pusat nan didirikan bertepatan dengan dirayakannya hari Halloween (31 Agustus). Hingga saat ini, Manado juga merupakan pusat Gereja Setan ke-2 setelah California.
Kenyataan baru-baru ini nan tersebar lewat media social BBM telah menyebutkan bahwa pada bulan Februari 2013 kemarin, Gereja setan nan berpusat di Manado itu telah mengadakan konferensi.
Pesan dari BBM itu berbunyi “Akan ada konferensi besar illuminati dan ibadah besar antikris (al-kitab mereka) derta ‘sexs part’ para antikris di Sario kota Manado, dan akan dilaksanakan pada tanggal 20-26 Februari 2013, dimulai pada pukul 06.26 WITA”.
Ritual Spesifik dan Hari-hari Besar
Salah satu ajaran sesat mereka ialah berupa teori Yesus nan merupakan hasil interaksi antara Allah dan Maria . Ada juga beberapa ritual spesifik nan sering diselenggarakan oleh para Satanis, di antaranya sebagai berikut.
- Fremansory: Pemujaan kepada The Great Architect/ Fallen Angel/ Lucifer. Lucifer sendiri merupakan apa nan mereka anggap sebagai Tuhan (Raja Iblis). Ritual ini bertujuan buat menghancurkan para umat kristiani dan juga umat-umat lainnya dengan melalui lambang-lambang, musik, media elektronik, dan film.
- Praise & Worship: Hampir sama seperti Praise & Worship gereja pada umumnya. Bernyanyi. Namun, dengan lagu-lagu beraliran heavy metal and rock .
- Pembacaan Firman: Membacakan isi alkitab (versi mereka), Satanic Bible. Isi dari Satanic Bible merupakan kebalikan dari isi alkitab nan sesungguhnya.
- Perjamuan Kudus: Dalam ritual ini, para Satanis diharuskan memakan organ dan meminum darah dari bayi hasil aborsi .
- Perjamuan Kasih: Dalam ritual ini, para Satanis akan dibagiakan narkoba secara perdeo dan diperbolehkan melakukan seks bebas dengan para Satanis lain nan hadir dalam perjamuan tersebut.
Hampir sama dengan umat kristianis lainnya, Satanis Gereja Setan juga mengadakan hari-hari besar, di antaranya ialah sebagai berikut.
- Halloween (31 Agutus) dirayakan dengan para Satanis nan menggunakan baju aneh dan menyeramkan. Puncak acaranya ialah penginjakan gambar Yesus Kristus dengan kaki mereka.
- Solstice (24 Desember) seremoni ini dirayakan tepat sehari sebelum hari besar umat kristiani sesungguhnya, Natal, dengan sang iblis nan meminta korban kepada para pengikutnya agar umat kristiani mengalami hari duka.
- Equinox (13 Maret) spesifik dirayakan oleh para petinggi wanita di Gereja Setan. Hanya 13 wanita nan dapat mengikutinya dan biasa disebut Sisters of the Light .
- Black Sabath dirayakan dengan meminta tumbal bayi nan masih berumur 4 minggu. Biasanya buat dijadikan Perjamuan Kudus.
Tim Kesatuan
Sama halnya seperti MLM (Multi Level Marketing), dalam Gereja Setan di Indonesia pun terdapat tingkatan-tingkatan kedudukan. Kedudukan paling tinggi dalam GS ini Dragon Team. Tidak semua orang bisa masuk dalam jajaran ini. Dragon Team memuat 12 orang ditambah denga tim elit (Lucifer dan Prince of Michael).
Di bawah Dragon Team, ada The Mou-Mou dan Satan Web nan terdiri dari 250 anggota. Satan Web merupakan "Jaringan Iblis" nan terdiri dari banyak pemuda dan pemudi nan dijaring dengan cara nan tak biasa.
Satan Web hampir sejajar dengan Children of God hanya saja COG ini berada satu level lebih tinggi. Childern of God menanamkan ajaran Asusila. Ajaran asusila inilah nan membuat ketertarikan para generasi muda dan membuat keanggotaan mereka bertambah dalam waktu nan singkat.
Sistem nan Digunakan
Walaupun meng-atasnama-kan iblis, tetapi Gereja Setan memiliki sistem kepengurusan nan sangat rapi. Mereka memiliki peralatan pendukung, seperti komputer dengan perangkat nan sangat canggih. Mereka juga memiliki data base nan mampu menampung data manusia sebanyak 8 milyar jiwa.
Ada dua program nan dijalankan oleh Gereja Setan ini, yakni jangka panjang dan jangka pendek. Program jangka panjang betujuan buat membangun bait Allah dengan versi mereka dan nantinya disebut dengan Antikris.
Untuk jangka pendeknya mereka bertujuan menjaring setiap jiwa-jiwa muda buat dijadikan ‘penyusup’ gereja-gereja.
Target
Tempat nan menjadi target dalam pencarian jiwa-jiwa baru harus merupakan loka dengan aktivitas berlebih, seperti Mall , pertokoan, dan tempat-tempat hiburan. Setelah mendapat bidikan korban, Santanis melakukan aksinya dengan menghipnotis calon korbannya.
Ada dua cara nan biasa mereka gunakan, yaitu dengan menatap mata sang calon dan juga berjabat tangan. Sebelum berjabat tangan, sang Santanis diwajibkan memakai cincin pentagram nan tajam, ini berfungsi membuat tangan sang calon korban berdarah. Dan, dari darah itulah mereka dapat mengontrol sang calon korban dari jeda jauh.
Siapapun Satanis nan sukses mendapatkan korban (jiwa baru), maka ia akan mendapatkan imbalan berupa uang sebesar Rp. 300.000 – Rp. 500.000/jiwa. Tapi, jika saat diberi tugas itu Satanis gagal membawa jiwa baru, maka hukumannya ialah sanksi mati.
Berbeda dengan ketika menggaet jiwa baru dalam kategori ‘pemuda’. Setiap Satanis nan sukses mendapatkan pemuda akan diberi imbalan uang sebesar Rp. 20.000,-/ jiwa dan buat pemudi, Satanis akan mendapatkan imbalan sebesar Rp. 200.000,-/ jiwa. Kenapa wanita bernilai lebih besar? Karena para wanita atau gadis ini bisa dijadikan persembahan buat sang raja iblis, Lucifer.
Jika sudah menjadi anggota Gereja Setan, pasti kita tak bisa keluar dari sana sebab perjanjian nan sudah dibuat sebelumnya antara jiwa baru dan setan. Perjanjian itu berupa pencampuran darah kita dengan ramuan dan Holy Water nan nantinya diritualkan.
Fakta Lain
Pada tahun 1999, tepatnya pada tanggal 28 April, di Jakarta ada seorang pemuda nan mengalami kejang dan muntah darah nan berbau sangat amis ketika dibacakan doa oleh seorang pendeta.
Beberapa saat setelah itu, pemuda tersebut meminta sebuah kertas dan alat tulis, dan di dalamnya tertulis, “Saya diutus ke sini (Jakarta) dari Gereja Setan Manado, buat membuat kekacauan di gereja Bethany, sungai Yordan, Antiokia, dan pemulihan!”
Itulah tadi cerita tentang Gereja Setan di Indonesia. Bahwa sesungguhnya, persekutuan-persekutuan semacam itu bukan hal nan bohong. Sekelompok orang-orang tersebut memang ada dan konkret di sekitar kita.