Pengaruh Lagu Jorok Pada Remaja dan Anak-anak
Kata-kata dalam lirik lagu pun dapat terang-terangan menjurus ke sesuatu nan negatif, ada pula lagu nan liriknya ambigu atau samar sehingga tidak terlihat sebagai lirik nan jorok. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan diulas dengan singkat mengenai lagu jorok dan lirik-liriknya.
Contoh Lagu Jorok
Tema cinta tampaknya memang tidak pernah layu buat dijadikan sebuah lagu. Sayangnya, cinta sering dikait-kaitkan dengan masalah seks, dan ironisnya hal tersebut sering tertuang dalam lagu-lagu kreasi anak negeri.
Dari sisi komersial, lagu ini memang dapat menarik banyak orang buat ikut mendengarkan. Hal ini secara tidak langsung dapat membuat lagu itu terkenal, termasuk penyanyi dan penciptanya. Hal ini terbukti dengan beberapa lagu jorok nan memang akhirnya cukup dikenal di tengah-tengah masyarakat. Berikut ini ialah beberapa contoh lagu berlirik jorok.
1. Cucak Rawa ( Cucak Rowo )Lagu Cucak Rowo ialah salah satu lagu nan cukup populer di Indonesia. Lagu campursari ini sempat populer saat dibawakan oleh penyanyi Didi Kempot. Lagu ini sendiri seperti berisi lantunan pantun berbahasa campuran, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Jawa.
Bagi orang Jawa atau Anda nan cukup mengerti dengan kata-kata Jawa, dijamin tak akan susah buat mengartikan lirik lagu nan satu ini. Cucak Rowo tergolong lagu jorok sebab liriknya nan cukup vulgar dan menjurus ke hal-hal tabu. Perhatikan saja lirik lagu Cucak Rowo berikut ini.
Kucoba coba melempar manggis
Manggis kulempar mangga kudapat,
Kucoba coba melamar gadis
Gadis kulamar janda kudapat
Iki piye iki piye iki piye
Wong tuwo rabi perawan,
Prawane yen bengi nangis wae,
Amargo wedi karo manuke
Manuke manuke cucak rowo,
Cucak rowo dowo buntute
Buntute sing akeh wulune,
Yen digoyang ser-ser aduh enake
Jamane jamane jaman edan
Wong tuwo rabi perawan
Prawane yen bengi nangis wae
Amargo wedi karo manuke
Secara garis besar, lirik lagu ini menceritakan seorang laki-laki nan sudah tua dan menikah dengan seorang gadis. Namun, gadis tersebut diceritakan selalu menangis setiap malam sebab diduga takut berhubungan intim dengan suaminya. Lagu Cucak Rowo tergolong lagu jorok nan cukup vulgar, hal ini terlihat pada kata-kata seperti ‘ manuke ’ nan dalam bahasa Jawa berarti burungnya. Burung sendiri sering dikonotasikan sebagai alat kelamin pria.
Tak berhenti sampai di situ, lagu ini malah sengaja mengeksplorasi karakteristik fisik burung Cucak Rawa dan menyamakannya dengan alat kelamin. Kalimat “ Cucak rowo dowo buntute. Buntute sing akeh wulune. Yen digoyang ser-ser aduh enake ” berarti, “Cucak Rawa panjang ekornya. Ekornya nan banyak bulunya. Bila digoyang aduh enaknya”. Kalimat inipun sangat menjurus ke arah nan negatif, sekalipun sama sekali tak menyebutkan alat kelamin dengan jelas.
2. Belah Duren oleh Julia PerezBila tadi kita membahas lagu jorok bergenre campursari, maka sekarang kita beralih pada lagu dangdut. Musik dangdut sendiri seolah menjadi karakteristik khas negara kita nan seharusnya dilestarikan. Namun sayang, saat ini ada begitu banyak lagu dangdut dengan lirik-lirik bermakna negatif dan menjurus ke masalah seks. Dan tidak dapat dipungkiri, saat ini kebanyakan lagu berlirik jorok kerap ditemukan pada lagu dangdut.
Kita ambil salah satu contohnya yaitu “ Belah Duren ” nan dinyanyikan oleh seniman Julia Perez. Bila judul “ Cucak Rawa ” masih mampu membuat orang membayangkan nama seekor burung, maka pada lagu Belah Duren ini kebanyakan orang niscaya akan langsung membayangkan hal-hal berbau seks.
Ya, istilah ‘belah duren’ sendiri memang diartikan sebagai pengalaman malam pertama seorang pengantin baru. Lagu miliki seniman nan kerap disapa Jupe inipun tampaknya memang menceritakan pengalaman tersebut. Mari kita perhatikan lirik lagunya berikut ini.
Makan duren dimalam hari
Paling enak dengan kekasih
Dibelah bang dibelah
Enak bang silahkan dibelah
Jangan lupa mengunci pintu
Nanti ada orang nan tau
Pelan-pelan dibelah
Enak bang silahkan dibelah
Semua orang niscaya suka belah duren
Apalagi malam pengantin
Sampai pagi pun yo wis ben
Yang satu ini durennya luar biasa
Bisa bikin bang gak tahan
Sampai-sampai ketagihan
Kalo abang suka tinggal belah saja
Dibandingkan dengan “ Cucak Rowo ”, lagu jorok nan satu ini tak terlalu vulgar walau sama-sama menjurus ke hal-hal nan tabu. Sekilas, lirik lagu ini seolah menggambarkan seseorang nan ingin makan durian. Tapi sebab memakai judul ‘ Belah Duren ’, asumsi itu langsung hilang.
Ditambah dengan kalimat-kalimat seperti “Pelan-pelan dibelah. Enak bang silahkan dibelah” atau “Semua orang niscaya suka belah duren. Apalagi malam pengantin”. Lirik-lirik seperti itu seolah memperkuat bahwa sebenarnya lagu Julia Perez ini memang lagu nan sarat akan pornografi.
Tak cukup di bagian lirik saja. Cara sang penyanyi dalam membawakan lagu seakan-akan menggiring para pendengarnya buat membayangkan pengalaman malam pertama. Baik dari segi suara nan disertai desahan lembut, sampai pada penampilan sang penyanyi nan cukup ‘terbuka’.
3. Jangan Tusuk Aku Dari Belakang oleh Mahadewi feat Mulan JameelaLagu jorok tak selalu menampilkan lirik-lirik vulgar, namun juga dapat dalam bentuk lirik dengan kata ambigu. Hal ini dapat membuat orang menyanyikannya dengan santai tanpa harus berpikir ke arah negatif. Namun bila liriknya diperhatikan dengan baik-baik, mungkin akan timbul kesan kalau lagu tersebut sebenarnya tak pantas buat dinyanyikan.
Salah satu lagu dengan lirik tabunya nan cukup ‘samar’ ialah lagu Mahadewi feat Mulan Jameela nan berjudul “ Jangan Tusuk Aku Dari Belakang ”. Judul lagu ini pun tak terkesan jorok atau porno, namun tidak sedikit orang nan akhirnya mengira kalau kalimat tersebut ada hubungannya dengan interaksi intim. Apakah lirik lagunya juga vulgar? Mari kita simak dulu liriknya.
Aku tahu dari dulu kamu
Menginginkannya setengah mati
Aku tahu dari dulu kamu
Mendambakannya setengah mati
Aku tahu kamu penasaran
Pasti kamu mau ulangi lagi
Aku tahu kamu penasaran
Jadi belingsatan seperti setan
Jangan jangan, lakukan itu
Jangan lakukan, jangan lakukan
Jangan lagi kamu, menusuk diriku dari belakang
Karna rasanya itu, sakit bukan main, sakit minta ampun
Sekilas, tidak ada nan aneh dengan lirik lagu tersebut, berbeda dengan “ Cucak Rowo ” dan “ Belah Duren ” nan beberapa baitnya memang menjurus ke masalah seks. Lagu dari Mahadewi ini seolah membiarkan orang buat berimajinasi dan mengartikan sendiri apa makna lagu tersebut.
Namun, sebab tak ada satu bait pun nan menjelaskan apa makna lirik-lirik itu, maka lagu Mahadewi ini terkesan ambigu dan memiliki banyak arti. Walau begitu, tidak sedikit nan akhirnya menilai kalau lagu tersebut memang terkesan negatif dan menganggapnya sebagai lagu jorok. Apalagi dengan judul ‘ Jangan Tusuk Aku Dari Belakang ’ nan punya konotasi buruk.
Pengaruh Lagu Jorok Pada Remaja dan Anak-anak
Lagu-lagu berlirik tidak pantas tentu memiliki pengaruh tersendiri pada remaja dan anak-anak. Ini sebab usia mereka tergolong usia labil nan belum sepenuhnya dapat membedakan mana nan baik dan mana nan buruk.
Lagu jorok dengan lirik vulgar awalnya mungkin agak membingungkan anak-anak. Dari rasa bingung itu, kemudian berubah menjadi penasaran. Diiringi rasa ingin tahu nan tinggi, seorang anak akan berusaha mengartikan apa isi lagu berlirik jorok nan mereka dengar.
Bayangkan bila mereka sudah mengenal hal-hal tabu di usia nan sangat muda. Bukan, tidak mungkin mereka akan terus mencari tahu tentang hal-hal lainnya nan berkaitan dengan seks.
Kemudahan koneksi internet saat ini turut membantu seorang anak buat mencari informasi sebanyak-banyak tentang berbagai hal, termasuk seks. Gambar dan video porno jelas tak terelakkan lagi. Tanpa dampingan orang dewasa, anak-anak dan para remaja dapat saja terjebak pada masalah nan lebih besar, yaitu seks bebas. Inilah bahaya nan secara tak langsung ditimbulkan oleh lagu jorok.