Gejala Awal Kehamilan ektopik

Gejala Awal Kehamilan ektopik

Kondisi seorang ibu nan sedang hamil tentu tidak bisa disamakan dengan kondisi ibu nan tak hamil. Pada masa kehamilan ini, seorang ibu diharapkan lebih peka dan peduli pada setiap perubahan nan terjadi pada tubuhnya, sekecil apa pun perubahan itu. Beberapa gejala atau perubahan fisik memang wajar terjadi pada ibu hamil, namun beberapa perubahan atau gejala bisa merupakan tanda bahaya kehamilan .

Kepekaan dan kepedulian ibu hamil akan adanya tanda bahaya kehamilan tidak hanya bisa menyelamatkan ibu namun juga janin nan berada dalam kandungan ibu. Pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam kandungan sangat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan ibu.

Tanda Wajar

Tanda-tanda wajar nan biasa dialami oleh ibu hamil meskipun tak membahayakan namun sebaiknya juga tak diabaikan begitu saja. Selain dapat berubah menjadi berbahaya jika dibiarkan berkepanjangan juga bisa menurunkan kualitas kesehatan ibu sendiri. Ibu hamil nan tak sehat tentu tidak akan bisa menikmati kehamilannya.

Tanda-tanda wajar dalam sebuah kehamilan antara lain:

  1. Rasa lelah Rasa lelah ini timbul sebab perubahan hormonal dalam tubuh ibu dan semakin beratnya beban nan harus dibawa oleh ibu hamil.
  2. Rasa lapar Meskipun sering merasa lapar, tetaplah bijak dalam mengonsumsi makanan.
  3. Sering buang air kecil Selain sebab perubahan hormonal juga sebab kandung kemih tertekan oleh rahim nan kian membesar.
  4. Morning sickness Waspadai jika mual muntah terjadi hiperbola (hyperemesis).
  5. Nyeri di ulu hati Ini terjadi sebab membesarnya ukuran rahim akan menekan alat-alat pencernaan.
  6. Wasir / Ambeien Terjadi sebab adanya tekanan rahim pada pembuluh darah.
  7. Kram otot Terjadi sebab kurang lancarnya peredaran darah di kaki serta indikasi kurangnya vitamin dan mineral tertentu.
  8. Rasa nyeri di punggung Perbaiki sikap tubuh dan lakukan olah raga ringan buat mengurangi keluhan. Hindari menggunakan sepatu hak tinggi dan pakaian ketat.
  9. Pemekaran pembuluh balik darah Seperti halnya wasir, pemekaran pembuluh balik darah terjadi sebab ketidaklancaran peredaran darah.
  10. Keluar lendir dari vaginaIni terjadi sebab selama masa kehamilan vagina menjadi lebih elastis sebagai persiapan buat proses melahirkan. Waspadai jika keluar lendir nan disertai darah, rasa sakit nan menusuk, atau rasa terbakar.

Tanda Bahaya

Ibu hamil perlu waspada dan segera menghubungi dokter jika muncul tanda bahaya kehamilan. Dokter akan segera melakukan inspeksi dan mengambil tindakan nan tepat buat menyelamatkan ibu hamil dan janin nan berada dalam kandungan.
Tanda bahaya kehamilan nan harus diwaspadai itu antara lain:

  1. Hyperemesis Mual muntah nan berlebihan. Jika dibiarkan tanpa penanganan akan mengakibatkan ibu dan janin kekurangan gizi. Ibu pun bisa mengalami iritasi lambung.
  2. Sakit kepala nan sangat hebat Sakit kepala memang biasa dialami oleh ibu hamil, salah satunya dampak perubahan hormonal. Namun sakit kepala hebat bisa mengindikasikan adanya pre-eklampsia, anemia, hingga meningitis dan tumor otak.
  3. Pembengkakan Meskipun wajar terjadi dalam kehamilan, pembengkakan hiperbola bisa merupakan indikasi terjadinya keracunan kehamilan (pre-eklampsia), anemia, penyakit ginjal, jantung, dan hati.
  4. Perdarahan Segera hubungi dokter jika keluar darah dari vagina. Pada trimester ketiga bisa mengindikadikan terjadinya plasenta previa (letak plasenta tak normal dan menutupi jalan lahir), solutio placenta (lepasnya plasenta), dan ruptur uteri .
  5. Berkurangnya gerakan janin Segera ke dokter jika ibu merasakan janin dalam kandungan tak bergerak seperti biasanya.
  6. Ketuban pecah sebelum waktunya

Gejala Awal Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik ialah tipe abnormal kehamilan, di mana embrio berkembang di luar rahim. Hal ini menyebabkan nyeri perut bagian bawah, nyeri pinggang dan pendarahan vagina abnormal. Baca terus buat mengetahui gejala awal nan sama ...

Kedatangan seorang bayi ialah saat nan paling ditunggu dalam kehidupan setiap pasangan. Setiap wanita nan sabar menunggu buat 'kabar baik'. Sebuah periode menstruasi tak terjawab menunjukkan kemungkinan menjadi hamil. Kemudian, menjadi perlu buat melakukan tes buat konfirmasi kehamilan.

Dalam kasus normal, telur nan telah dibuahi mengendap dan tumbuh di dinding rahim. Namun, dalam kasus kehamilan ektopik, embrio nan ditanamkan di luar rahim, terutama dalam tuba falopi. Terkadang, embrio berkembang di leher rahim, ovarium atau perut. Kehamilan ektopik juga disebut sebagai kehamilan tuba, kehamilan perut atau kehamilan serviks. Dalam jenis kehamilan, pertumbuhan normal janin tak dimungkinkan. Kehamilan ektopik terjadi pada sekitar 20 dari 1.000 kasus.

Penyebab

Kehamilan ektopik hasil dari implantasi telur nan dibuahi di dalam tuba fallopi bukan rahim. Beberapa faktor risiko ialah tabung fallopi bedah, riwayat kehamilan tuba, penggunaan obat kesuburan, infeksi saluran tuba seperti gonore, klamidia dan penyakit radang panggul (PID) dan penggunaan intrauterine device (IUD).

Kadang-kadang, kehamilan ektopik bisa terjadi dari kelainan anatomi bawaan di saluran tuba, kista dalam tabung, endometritis, fibroid rahim, komplikasi usus buntu nan pecah dan jaringan parut dampak operasi panggul sebelumnya.

Awal Tanda dan Gejala

Kehamilan ektopik terdeteksi pada minggu-minggu pertama kehamilan 5-10. Pada termin awal, kehamilan ektopik menyerupai kehamilan normal. Tanda-tanda dan gejala awal kehamilan ektopik juga mirip dengan kehamilan normal, seperti haid dan nyeri payudara.

Tapi, dalam beberapa hari, seorang wanita mengalami gejala awal seperti nyeri punggung bawah, nyeri perut bagian bawah, perdarahan vagina nan abnormal, kram di satu sisi, panggul mual, muntah tekanan, darah rendah sebab pendarahan parah, dan detak jantung nan cepat.

Perdarahan vagina terutama dikaitkan dengan perubahan taraf hormon. Periode menstruasi nan tak teratur atau terlambat juga merupakan salah satu gejala kehamilan ektopik. Jika tuba falopi pecah dalam kasus ini, maka menyebabkan rasa sakit di panggul atau perut, nyeri bahu, kelelahan, pusing, pingsan, ringan, berkeringat dan detak jantung nan cepat. Perdarahan nan kuat bisa menyebabkan shock. Anda harus mengambil kondisi ini sebagai darurat medis dan segera mencari donasi medis.

Diagnosa dan Pengobatan

Jika Anda mengalami sakit parah di perut bagian bawah atau perdarahan vagina nan berat, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter. Kehamilan ektopik terdeteksi berdasarkan inspeksi panggul, laporan ultrasound scan, culdocentesis, tes urine dan tes darah kehamilan seperti penentuan perubahan hormon kehamilan (human chorionic gonadotropin / HCG), hematokrit dan jumlah sel darah putih. Tes seperti D dan C, laparotomi dan laparoskopi dilakukan buat konfirmasi kehamilan ektopik.

Pada kehamilan ektopik, janin tak bisa berkembang secara normal. Di sisi lain, pertumbuhan embrio di luar rahim bisa menyebabkan kerusakan parah pada organ reproduksi wanita. Oleh sebab itu, menjadi krusial buat menghapus janin dari tuba fallopi buat menyelamatkan nyawa ibu.

Jika kehamilan ini terdeteksi sebelum pecah tabung, maka obat nan disebut methotrexate diberikan, nan menghancurkan sel-sel janin nan sedang berkembang. Jika massa lebih dari 3,5 cm, tabung nan pecah dan wanita mengalami pendarahan berat, maka pengobatan bedah sangat penting.

Pengobatan nan meliputi salpingostomy (penghapusan bagian tuba falopi nan berisi konsepsi) dan salpingectomy (pengangkatan seluruh tuba falopi). Pengobatan ini bertujuan buat mencegah komplikasi kehamilan ektopik dan melestarikan kesuburan wanita itu selanjutnya.

Kehamilan ektopik sebagai bagian dari tanda bahaya kehamilan bisa dicegah dengan menghindari kondisi nan bisa menyebabkan parut pada saluran tuba. Anda juga perlu menghindari faktor risiko buat penyakit radang panggul seperti banyak pasangan seks atau seks tak kondusif tanpa kondom. Penaksiran dini dan pengobatan penyakit menular seksual (PMS) juga sangat penting.