Gak Cuma Naik, Ini Kisah Keren Kereta Api yang Bikin Kamu Penasaran
Daftar Isi
Fasilitas Keren di Stasiun Kereta: Lebih Dari Sekadar Tiket
Stasiun keret itu bukan cuma tempat nunggu, bro. Di sana ada ruang tunggu ber-AC, kafe kekinian, toilet bersih, bahkan mushola buat yang butuh. Semua dibuat biar kamu ngerasa nyaman, bukan cuman nunggu kereta lewat. Fasilitas kayak parkir luas dan loket informasi juga udah otomatis pakai sistem digital, jadi belanja tiket makin cepet.
Kenalan Sama Kereta Api: Dari Kuda Besi Sampai Shinkansen
Awalnya, kereta api itu cuma kuda besi yang ditarik sama mesin uap. Richard Trevithick yang dulu bikin mesin lokomotif pertama, beliau terus dikembangin sama George Stephenson. Dari situ, teknologi maju terus sampai Rudolf Diesel nyiptain lokomotif diesel, dan akhirnya Jepang meluncurinnya Shinkansen yang super cepat. Sekarang, kereta modern pakai listrik atau hybrid, jadi ramah lingkungan.
Sejarah Kereta Api di Indonesia: Dari Era Belanda Hingga Kini
Di Indonesia, sejarah kereta api dimulai sejak 1864, pas Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr. L.A.J. Baron Sloet van den Beele, nyetir pembangunan rel pertama di Desa Kemijen. NV. NISM yang dipimpin Ir. J.P. de Bordes, beliau terus ngembangin jaringan di Jawa, Sumatra, Sulawesi, Bali, sampai Lombok.
Kereta pertama yang jalan di Semarang‑Tanggung tahun 1867 dibuat buat keperluan militer dan angkut hasil bumi. Selama masa penjajahan, jaringan makin meluas, bahkan Romusha dibawa kerja keras buat bangun rel di medan‑medan berat.
Setelah merdeka, 28 September 1945 ditetapkan jadi Hari Kereta Api Indonesia, dan Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI) dibentuk. Dari situ, nama perusahaan berubah-ubah: PNKA, PJKA, Perumka, PT Kereta Api (Persero), sampai akhirnya PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang sekarang.
Jadi, setiap kali kamu naik kereta, ingatlah bahwa di balik suara gemuruh roda itu ada cerita panjang yang udah melintasi abad. Selamat menikmati perjalanan, bro!