Prinsip Tumbuh Kembang
Proses Pematangan
Proses ini bukan hanya harus ditopang oleh pertumbuhan secara fisik nan memadai dengan segala pemenuhan kebutuhannya, proses ini harus juga didukung oleh pengaruh lingkungan nan sehat. Tanpa adanya lingkungan nan sehat, anak akan tumbuh menjadi manusia nan tak mengerti ke mana ia akan melabuhkan dirnya. Ia mungkin tak memahami bahwa orang-orang nan mencintai sesama jenis itu bukanlah orang nan baik. Ia mungkin hanya memahami bahwa kebaikan itu hanya kalau orang lain itu tak menyakitinya.
Padahal makna baik itu bukan hanya selapis kulit seperti itu. Orang baik itu ialah orang nan tahu Tuhannya, sayang kepada Tuhannya, dan tak akan gegabah dalam mengkhianati Tuhannya. Bagaimana agar ia tak mengkhianati Tuhannya, ia akan mempelajari semua tuntunan nan diturunkan oleh Tuhannya. Dengan mempelajari tuntunan inilah ia akan tahu kalau kaum homoseksual nan mungkin baik dengan orang lain itu, ternyata ialah kaum nan dilaknat Tuhan.
Tidak dapat menjadi baik hanya kepada manusia tetapi tak baik kepada Sang Pencipta. Begitupun sebaliknya. Tidak dapat dikatakan orang baik kalau hanya baik kepada Tuhan tetapi malah berbuat dursila kepada manusia. Perkembangan mental anak demi mengetahui makna kehidupan seperti itu akan berjalan seumur hidupnya. Ia akan dipengaruhi oleh banyak hal. Orangtua sebagai orang nan paling bertanggung jawab terhadap semua pertumbuhan dan perkembangan anak hingga anak itu dewasa dan tahu membedakan nan baik dan nan benar, harus berjuang sekuat tenaga agar anak tak tersesat.
Luar biasanya pengaruh nan ada di sekeliling anak, maka orangtua harus memilihkan lingkungan nan baik agar anak tak terpengaruh hal-hal nan tak baik. Lingkungan nan mengutamakan perkembangan dan pengaruh terhadap hati, ialah karakteristik lingkungan nan baik. Lingkungan nan baik ini akan membimbing anak menuju jalan nan tepat dan benar. Semua masalah nan ada di global akan diajarkan sinkron dengan porsinya. Misalnya, sosialisasi terhadap seks dilakukan dengan teknik nan tepat sehingga tak akan membuat anak tergoda buat melakukan seks bebas.
Pneghargaan terhadap orangtua dan cara menghormati orangtua juga akan ditanamkan dengan baik sehingga anak tak lupa dengan orangtuanya. Pendidikan nan tak mengutamakan angka ini akan membuat anak tumbuh dan berkembang secara normal sinkron dengan nan diharapkan oleh semua pihak. Anak-anak nan sehat dengan mental dan jiwa nan kuat akan menjadi manusia-manusia mumpuni. Dengan demikian, pendidikan memang telah memanusiakan manusia. Tidak mudah melakukannya, tetapi proses itu harus dijalani bagaimanapun beratnya.
Teori
Whaley dan Wong (2004) mengungkapkan pengertian tumbuh bunga anak sebagai terjadinya peningkatan ukuran dan jumlah nan menitikberatkan pada suatu perubahan nan terjadi secara per tahapan dari strata nan terendah sampai ke strata nan tertinggi dan begitu kompleks dengan melalui proses pembelajaran dan maturasi nan terjadi di dalamnya. Pengertian ini akan menjadi pelaksanaan nan baik bila ada kolaborasi nan baik antara orangtua, masyarakat, dan guru. Semua nan ada di sekeliling anak ialah komponen nan akan membuatnya menjadi manusia nan tumbuh dan berkembang seutuhnya.
Manusia nan berhasil ialah nan tahu bagaimana menjadi manusia nan paling bermanfaat buat keluarga dan lingkungannya. Ia tak akan membuang waktu percuma hanya buat mencari kesenangan sesaat. Ia paham bahwa akhir kisah hidupnya di global ini bukanlah akhir dari segalanya. Akhir hidupnya di global ialah kelahirannya nan sesungguhnya. Pada saat berakhirnya hayati itu, maka ia akan memasuki global kelahiran baru nan bernama ‘kematian’.
Lewat kematian ini, ia akan memasuki kehidupan nan sesungguhnya. Kekekalan jiwa dan kekekalan kebahagiaan nan sesungguhnya. Kalau ia tumbuh dan berkembang dengan baik, maka ia akan terlahir lagi dengan kehidupan nan menyenangkan dalam kuburnya. Bila sebaliknya, maka kuburan itu akan menjadi ‘taman’ neraka nan menyakitkan. Keadilan akan datang dan semua nan dilakukan akan mendapatkan balasannya.
Memahami semua itu membutuhkan donasi dari banyak pihak. Tidak dapat anak tumbuh dan berkembang dengan sendirinya. Kalaupun ia tumbuh lewat bacaan nan dibacanya, ia tetap membutuhkan sentuhan pendidikan nan diberikan oleh orang lain. Anak tak dapat tumbuh dalam balutan global sendirian. Ia akan menjadi liar sebab ia tak mempunyai Norma dan tak tahu bagaimana mendisiplinkan diri. Segala bentuk langkah-langkah mendapatkan karakter diri itu harus dicetak dan bukan dibiarkan menemukan cetakannya sendiri.
Untuk dapat mencetak dengan baik, cetakan awal juga harus baik. Itu artinya orangtua harus menjadi oarng nan mempunyai cetakan nan baik dan tahu bagaimana membentuk cetakan nan baik agar dapat memberikan cetakan nan baik juga. Teori ini akan sukses ketika semua pihak nan memegang kendali terhadap cetakan itu mempunyai komitmen buat memberikan nan terbaik kepada generasi penerus. Mereka bertekad tak akan meninggalkan generasi nan lemah.
Faktor-Faktor Tumbuh Kembang Anak
Banyak hal nan akan mempengaruhi setiap jengkal pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Di antara beberapa faktor nan mempengaruhi tumbuh bunga seorang anak yakni:
Bisa dikatakan faktor genetik ini merupakan kapital dasar nan sangat menentukan tumbuh kembangnya seorang anak. Karena melalui berbagai instruksi nan terkandung dalam sel telur nan telah dilakukan pembuahan dapat ditentukan kuantitas dan kualitas dari pertumbuhan seorang anak. Tidak salah kalau orang Jawa berusaha mencari pasangan dengan mempertimbangkan bibit, bebet, bobot. Sedangkan dalam anjuran mencari pasangan, seorang muslin harus mempertimbangkan tak hanya kecantikan, melainkan akhlak, agama, termasuk juga kekayaannya.
Faktor ini ditandai dengan percepatan dan intensitas pembelahan, keterangsangan serta umur dari suatu proses pubertas sampai pada berhentinya pertumbuhan tulang. Segala macam penyakit nan diderita oleh orangtua dapat juga tertular dan menjadi penyakit anak-anaknya. Untuk itulah, segala pertimbangan sebelum menikah dengan seseorang itu harus dipikirkan dengan matang. Tidak dapat hanya memikirkan diri sendiri kalau generasi nan akan dilahirkan kelak malah akan menerima akibat nan tak baik dari rendezvous antara sel telur ibunya dan sperma ayahnya.
Faktor ini sangat menentukan tercapai atau tidaknya sebuah potensi bawaan. Yang termasuk dalam faktor lingkungan ini terangkum dalam faktor lingkungan disaat masih berada dalam kandungan, dimana nan mempengaruhinya yakni gizi nan diberikan sang ibu, faktor toksin, mekanis, zat kimia, imunitas, stres, imuno, dan sebagainya.
Faktor lingkungan pasca melahirkan nan dibedakan menjadi: lingkungan biologis, lingkungan psikososial, lingkungan fisik, faktor adat istiadat dan keluarga. Faktor ini akan sangat kuat memberikan pengaruh cara berpikir dan cara memandang kehidupan. Memilihkan lingkungan nan baik ialah salah satu hal nan sangat penting.
Klasifikasi Pertumbuhan dan Perkembangan
Klasifikasi tumbuh bunga anak dibagi menjadi tiga macam, yaitu:
1. Tumbuh bunga intelektual
Tumbuh bunga jenis ini sangat berkaitan dengan kemampuan dalam menangani berbagai masalah dan komunikasi nan bersifat abstrak dan simbolis, seperti ditunjukkan dalam berbicara, bermain dan membaca.
2. Tumbuh bunga fisik
Tumbuh bunga fisik meliputi perubahan dalam ukuran nan besar dan fungsi organisme atau individu. Perubahan jenis ini sangat bervariasi nan terjadi dari taraf molekuler nan sangat sederhana seperti aktifasi terhadap disparitas sel, sampai pada perubahan metabolisme nan sifatnya kompleks dan terjadinya perubahan fisik pada masa pubertas.
3. Tumbuh bunga emosional
Tumbuh bunga emosional sangat bergantung pada kemampuan sang bayi buat melakukan pembentukan ikatan bathin dan kemampuannya dalam menjalin rasa cinta kasih.
Prinsip Tumbuh Kembang
Pada prinsipnya tumbuh bunga pada anak dibagi menjadi, kejelasan mengenai perkembangan nan merupakan hal alamiah nan terjadi mengiktui sebuah rangkaian tertentu. Perkembangan ini ialah kompleks, dapat diprediksi dan pola kejadiannya sangat konsisten dan kronologi. Perkembangan merupakan suatu keadaan nan terarah dan terjadi dalam tempo nan terus-menerus. Itulah pengertian tumbuh bunga pada anak nan dapat menjadi pedoman bagi orang tua nan kebetulan punya anak kecil di rumahnya.