Kamasutra Indonesia

Kamasutra Indonesia

Di antara jutaan kitab bersejarah di dunia, kitab kama sutra termasuk salah satu kitab terkemuka di global dan diburu banyak orang. Kitab ini berisi ragam informasi teknik dan pedoman melakukan interaksi seks buat memperoleh kreativitas, kepuasan, dan estetika bercinta. Tapi, perlu dipahami bahwa Kitab Kamasutra bukanlah buku porno. Sangat berbeda.

Ini ialah teks antik Agama Hindu nan memaparkan interaksi afeksi dalam ranjang antara sepasang kekasih. Teks ini diburu banyak orang lantaran detailnya informasi mengenai cara berhubungan seks, nan mungkin masih dianggap tabu atau tidak pernah terlintas sebelumnya.

Teknik, nama, dan gaya berhubungan seks di dalamnya begitu mempesona. Banyak pasangan di global menjadikan Kitab Kamasutra sebagai salah satu surat keterangan buat memperoleh kepuasan seks. Majemuk gaya seks nan dilakukan pasangan, sedikit banyak telah tercatat dalam teks ini. Mulai posisi konvensional nan generik sampai nan romantis.

Berdasarkan sejarahnya, Kamasutra diartikan sebagai ajaran mengenai cinta. Dalam teks agama Hindu, ajaran ini dihormati sebagai salah satu dari Veda Smrti. Maksudnya, di dalamnya memuat kebijaksanaan dari Veda atau kitab kudus agama Hindu.

Vatsyayana, penulis Kitab Kamasutra nan paling populer, menekankan kebaikan dan kebijaksanaan dikategorikan sebagai pencapaian paling tinggi bila dibanding kekayaan dan cinta. Menurutnya, seksualitas bagian dari esensi sebuah keberlangsungan hayati manusia.

Kamasutra dipandang umat Hindu sebagai kitab krusial guna memandu kehidupan etis umat manusia. Teks ini mendeskripsikan dengan latif proses keintiman sepasang kekasih. Ini pula nan menjadi alasan Kamasutra disanjung sebagai panduan memperoleh kebahagiaan.

Selain berisi pedoman interaksi seks, dalam kitab ini juga tertuang pedoman membina interaksi bersama pasangan agar tercipta rekanan nan serasi . Di dalamnya ada 1.250 ayat, 36 bab, dan 7 bagian. Meski banyak gaya seks nan disajikan, namun pembahasan tentang seks ini hanya termaktub dalam satu bab.

Asal Muasal Jadi Terkenal

Konon, Vatsyayana menulis kitab ini dari hasil meditasi. Tapi, asal muasal kitab ini pertama kalinya diperoleh dari penjaga pintu rumah Dewa Siwa bernama Nandi. Dikisahkan, Nandi sering mendengar Dewa Siwa dan Dewi Parwita bercinta dalam berbagai pose dan berinisiatif menuliskannya. Kitab ini pun sudah berusia lebih dari 1.800 tahun.

Setelah ditulis Vatsyayana, lalu ditulis ulang Adtya Narayan nan menambahkan legenda interaksi intim manusia. Seiring waktu, kitab ini dikenal sebagai satu literasi pedoman bercinta dengan ragam posisi seks. Banyak posisi seks nan sulit dipraktikkan orang biasa lantaran tak terbiasa. Tapi, sebagian besarnya generik dan mudah dicoba.

Ada posisi dasar dan variasi. Setiap posisi dikembangkan menjadi majemuk gaya. Perjalanan penulisan teks ini punya sejarah panjang. Sebelum menjadi kitab terkenal, selama ratusan tahun Kamasutra sempat ditolak sejumlah penerbit lantaran dinilai terlalu vulgar . Para penerbit menolaknya lantaran takut dianggap melabrak kebiasaan umum.

Barulah ketika memasuki era 60-an, susunan bahasa kitab Kamasutra ini dirombak ulang Sir Richard Burton dengan gaya bahasa nan lebih santun. Sejak itu menjadi terkenal di dunia.

Dari rangkaian pembahasan di atas, kronologi perjalanan Kamasutra dari awal sampai menjadi terkenal dibuat majemuk versi. Para pakar sejarah berpendapat versi orisinil kitab ini disebut Kamasutra India Kuno, nan ditulis Vatsyayana pada abad ke-3. Vatsyayana seorang rohaniwan nan berasal dari India Utara.
Versi orisinil ini sempat hilang beberapa tahun dan kemudian ditemukan kembali. Lalu, ditulis ulang Adtya Narayan Dhairyasheel Haksar. Lantas disempurnakan dan dialihbahasakan dalam bahasa Inggris oleh Doniger dan Richard Burton. Keduanya peneliti dari Universitas Oxford.

Kelembutan Cinta ala Kamasutra

Kamasutra menjelaskan, kepuasan seksual mudah diperoleh dengan proses kelembutan seksual atas dasar cinta. Berhubungan seks bukan didasari nafsu, namun perlu dibalut kasih sayang. Sinkron bahasa aslinya, nan berasal dari Sansekerta. “Kama” memiliki makna “hasrat cinta”. Sedangkan “sutra” bermakna “rangkaian” atau “jalinan”. Bila digabungkan akan bermakna: “jalinan hasrat cinta”.

Teks orisinil di dalamnya kental dengan perbedaan makna Hindu klasik, nan ditulis dalam bahasa Sansekerta. Kendati demikian, banyak nan mengalihbahasakannya dalam berbagai bahasa, termasuk versi Indonesia dan Inggris. Tak heran bila sampai sekarang tetap menjadi acum internasional dalam hal interaksi seksual manusia.

Selain berisi majemuk posisi seksual, ada pula informasi mengenai tips-tips memulai sentuhan sebelum interaksi inti dimulai. Mulai dari aneka ciuman, belaian, sampai gigitan lembut hingga memberi bekas merah pada pasangan. Tipe berciuman dalam kitab ini dijelaskan detail, dari nama atau istilah sampai tatacaranya.

Misalnya, ada ciuman kering dan basah, sebagai pemanasan sebelum berhubungan seks. Ciuman kering ini diawali bertemunya dua bibir pasangan yangs sedikit terbuka. Lalu, salah satu pasangan mengusap lembut bibir pasangannya dengan lidah, sampai basah. Setiap akan memulai interaksi seksual, dianjurkan buat tak tergesa-gesa.
Masing-masing pasangan perlu memberi sentuhan lembut di titik-titik sensitif sebagai rangsangan nan dilandasi kepasrahan total berselimut cinta . Hal-hal ini juga dijelaskan rinci dalam Kamasutra, termasuk ragam informasi etika seksual nan kental dengan nilai estetis.

Kamasutra Indonesia

Selain dibuat film dan diterjemahkan dalam berbagai referensi, seks terbaik di global ini juga diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan disesuaikan dengan budaya di masyarakat. Kamasutra Indonesia dibuat guna memudahkan pasangan nan ingin mengadopsi pose dan ilmu-ilmu percintaan.

Tercatat sedikitnya ada 60 gaya bercinta nan dinukil dalam Kamasutra dan dapat menjadi acum para pasangan. Holistik posisi dalam kitab itu ada ratusan, di mana ada di antaranya tabu buat dipraktikkan. Sejumlah penulis menerjemahkan “gaya seks” dengan majemuk versi. Ada nan menyebutnya dengan gaya, posisi, jurus, dan semacamnya.

Dari majemuk posisi seks nan ditawarkan Vatsyayana, ada empat pose paling generik dan populer. Yakni:

1. Pose Woman on Top
Posisi ini mengharuskan wanita ada di atas pria. Ada nan menganggap pose ini sebagai salah satu pose nan paling banyak digemari wanita. Di sini wanita memegang kendali selama permainan seks berlangsung. Dengan posisi ini, wanita bebas mengatur kedalaman penetrasi nan diinginkannya agar memperoleh orgasme nan dahsyat. Di sisi lain, bagi kaum Adam, pose ini membuatnya tahan lama sebab kepasrahan total dengan menyerahkan kendali pada pasangannya.

2. Pose The Tigress
Posisi ini modifikasi dari pose woman on top . Di mana pria berbaring di lantai sedangkan wanitanya duduk menindih pria dengan membelakanginya. Pasangan wanita tetap memegang kendali percintaan, nan mengontrol maju mundurnya penetrasi. Tips agar wanita tak jatuh, tangannya memegang dada pria sebagai tumpuan atau sandaran. Dapat satu tangan atau keduanya.

3. Pose Indrani
Posisi ini disebut-sebut mampu memunculkan sensasi nan seru. Istri berbaring menyamping sedangkan kedua lutut dan pahanya ditekuk. Lalu suami berperan melakukan penetrasi sekuat tenaga. Diawali dengan mengayun pelan, lalu menambah kecepatan sinkron nan diinginkan kedua pasangan.

4. Pose Misionaris
Posisi ini disebut sebagai salah satu pose paling generik dan konvensional. Pria berada di atas dan wanita berbaring di bawahnya. Pria memegang kendali penuh. Di sini penterasi lebih optimal dan menghasilkan kepuasan memuncak. Bahkan, kedua pasangan dapat saling cium, sentuh, dan membelai.

Ratusan pose lainnya sangat banyak dan detail dijelaskan dalam kitab Kamsutra. Di mana, satu nama pose ada variasi tambahan nan sarat akan seni bercinta. Misalnya, pose atau gaya teratai. Satu jenis pose ini divariasikan dengan beberapa gaya. Sebut saja, misalnya kamustra teratai mekar, kamustra teratai menekan, teratai memeluk, kuncup teratai, kamustra tekukan teratai.

Bahkan, ada juga poses bercinta nan dapat menjadi rekomendasi dengan menyesuaikan tubuh serta berat badan kita.

Selain mengabadikan teknik bercinta dan cara meningkatkan keharmonisan, Kamasutra juga menganjurkan sejumlah tips selepas bercinta. Tujuannya sama: agar saling menghargai pasangan demi meningkatkan rasa cinta nan terjalin.
Hal-hal nan perlu dilakukan usai bercinta sepele, tapi memiliki akibat besar bagi masa depan interaksi pasangan. Misalnya, mengucapkan terima kasih atas pelayanan nan diberikan, mengecup kening, saling membelai rambut, mengusap punggung, atau bagian tubuh masing-masing pasangan.

Kamasutra “mengharamkan” setiap pasangan langsung tidur setelah bercinta. Ini dapat memperburuk keadaan. Gunakan momen selepas bercinta buat bicara hati ke hati, menuangkan cinta dan harapan. Dapat pula meneruskan seks ronde kedua dan seterusnya. Hal nan perlu diingat, bercinta perlu dilakukan dengan kelembutan dan kasih sayang.