Gaya Seksual dalam Kitab-kitab Kuno

Gaya Seksual dalam Kitab-kitab Kuno

Hubungan keharmonisan antara pria dan wanita, terutama pada pasangan pria dan wanita nan sudah terikat dalam mahligai pernikahan sangat erat hubungannya dengan gaya-gaya nan digunakan dalam gaya seksual atau gaya bercinta. Gaya seksual menjadi kodratnya dan terjadi secara alami sebagai suatu kebutuhan krusial nan akan mengikat pasangan pria dan wanita tersebut seumur hidup.

Gaya seksual ini seharusnya bukan hanya menjadi suatu kegiatan rutin, tapi juga merupakan bagian dari seni nan membutuhkan pemahaman dan penghayatan. Dalam melakukan gaya seksual ini sangat dibutuhkan rasa saling pengertian antara pria dan wanita tersebut agar mampu mengetahui dan memahami kebutuhan dan kepuasan pasangannya.

Kita dapat mengambil contoh seperti nan banyak terjadi di negeri Asia sebut saja negara China nan mempunyai prinsip keharmonisan dan akar budaya nan tinggi dalam memandang interaksi suami istri nan dilandasi dengan variasi gaya seksual. Jadi, dalam seni gaya seksual pun mereka tak hanya mengandalkan fisik. Mereka dapat mempresentasikan gaya seksual dari berbagai sisi kehidupan, cinta, etika, dan seni.

Gaya seksual juga dapat diungkapkan dengan penuturan kata atau penuturan tulisan, seperti pada penulisan novel-novel dewasa nan dapat mengungkapkan bahasa-bahasa gaya seksual nan menggambarkan dua insan manusia nan sedang berhubungan seksual. Penggambaran tersebut dilakukan melalui penuturan kata-kata gaya seksual dengan tujuan para pembacanya ikut berimajinasi dengan imajinasinya masing-masing.

Seharusnya, pembahasan mengenai gaya seksual di dalam interaksi pria dan wanita nan sudah terikat dalam mahligai pernikahan bukanlah pembahasan nan tabu. Bahkan, pembahasan ini perlu dilakukan agar masing-masing individu tersebut bisa mengetahui gaya seksual nan dibutuhkan oleh pasangannya. Hal ini juga bisa dipelajari melalui berbagai media nan saat ini sudah tersedia dan beredar banyak di dalam masyarakat. Entah itu melalui media internet, konsultasi, buku ataupun dari pergaulan.

Dari sinilah kita akan mendapatkan berbagai surat keterangan nan menyangkut berbagai gaya seksual. Dari surat keterangan ini pula kita akan bisa memberikan berbagai variasi gaya seksual nan akan bisa memuaskan pasangan kita.

Menciptakan Sendiri Gaya Seksual

Sebenarnya gaya seksual dalam bercinta dapat diciptakan sendiri, dengan menambahi atau mengurangi dari gaya seksual nan sudah ada. Gaya seksual bercinta juga butuh penemuan dan ke kreativitasan dari diri sendiri dan pasangan agar tidak terjadi suatu rutinitas nan membuat bosan. Menurut salah satu ahli bidang seksologi, "Tak ada batasan pedoman spesifik buat gaya seksual bercinta, Anda pun bisa menciptakan gaya baru bersama pasangan sebab bercinta merupakan permainan nan asik dan menyenangkan".

Berganti-ganti gaya seksual dalam bercinta merupakan kunci primer buat menghindari kebosanan nan mungkin saja terjadi dampak gaya nan digunakan hanya gaya nan itu-itu saja. Dimulai dari masa pemanasan atau nan lebih dikenal dengan tahapan foreplay sampai masa-masa keintiman atau saat di mana penetrasi dilakukan.

Dasar-dasar posisi dalam gaya seksual dibagi menjadi tiga posisi, yakni gaya seksual berdiri, gaya seksual berbaring, dan gaya seksual duduk. Dari gaya seksual dasar itu kemudian dikembangkan menjadi beberapa variasi-variasi nan tanpa batas sinkron dengan kenyamanan dan keasikan pada setiap pasangan.

1. Gaya Seksual Posisi Berdiri

Pada gaya seksual bercinta posisi berdiri ini ialah posisi nan paling banyak membuang kalori dan tenaga. Taraf kesulitannya pun agak tinggi dibandingkan dengan posisi lain. Gaya seksual ini bisa dilakukan di mana saja sinkron dengan situasi dan kondisi nan mendukung pasangan ketika ingin melakukannya.

Gaya seksual berdiri ini bisa dilakukan di kamar mandi atau di ruangan mana pun nan ada di dalam rumah jika memang situasi memungkinkan dan tak ada orang lain. Dimulai dengan aksi panas nan menggoda dan posisi awal berhadapan, lakukanlah pemanasan secara singkat, dapat dengan cara melakukan belaian lembut pada titik-titik saraf pasangan. Kita dapat memberikan pula ciuman panas di sekitar leher, telinga atau pada bagian dada pasangan.

Remasan di beberapa bagian perlu dilakukan buat merangsang keinginan buat segera melakukan gaya seksual selanjutnya. Bahkan, gaya seksual berdiri ini sangat nyaman buat melakukan berkaitan dengan mulut seks nan biasanya sangat disukai para pria. Memang buat melakukan penetrasi pada posisi gaya seksual ini cukup sulit jika belum terbiasa, tapi dengan latihan nan rutin maka gaya seksual nan satu ini akan sangat mengasyikkan buat dilakukan.

Kita dapat menggunakan berbagai donasi seperti misalnya sebuah kursi nan akan menopang kaki pada saat pasangan wanita kita berdiri dan menumpukan berat badannya di tubuh kita. Dalam posisi menggendong di depan pun sambil melakukan penetrasi akan sangat mengasyikkan dan menimbulkan kenyamaan nan luar biasa bagi kedua belah pihak.

2. Gaya Seksual Posisi Berbaring

Posisi berbaring merupakan gaya seksual nan paling gampang dan gaya nan paling sering dilakukan oleh kebanyakan pasangan. Dengan gaya berbaring, biasanya ejakulasi akan bisa diperlambat dengan cara penggantian posisi. Woman on top biasanya ialah posisi gaya seksual nan paling disukai oleh para pria. Dalam posisi ini, tubuh wanita nan menampakkan buah dada nan menggelantung akan terlihat seksi dan semakin menciptakan suatu stimulasi nan membuat para pria menjadi lebih bergairah.

Pada posisi woman on top ini pula, titik-titik sensitif pada vagina wanita akan terstimulasi dengan sangat baik sehingga menciptakan sensasi nan sangat luar biasa. Masih ada banyak gaya seksual posisi berbaring nan bisa dicoba dan mampu menciptakan orgasme nan fantastik bagi kedua belah pihak. Woman on top di atas hanyalah salah satu dari sekian banyak gaya seksual nan bisa dicoba.

Posisi lain nan dapat dicoba dalam gaya seksual berbaring ini ialah posisi perempuan berbaring telentang dengan kedua kaki ditopangkan pada dada pria nan mengambil posisi di atasnya. Letakkan bantal pada bagian punggung mendekati pantat buat membuat posisi vagina sedikit lebih tinggi. Dengan posisi seperti ini, maka penetrasi akan mencapai titik terdalam dan menimbulkan rangsangan nan sangat kuat baik pada penis pria maupun pada klitoris wanita.

3. Gaya Seksual Posisi Duduk

Gaya seksual dengan posisi duduk bisa dilakukan di loka tidur atau tempat-tempat lain seperti di sofa, kursi, dan sebagainya. Pada kondisi gaya seksual posisi duduk ini, pasangan nan sedang berhubungan intim bisa bereksplorasi menggunakan media tambahan, misalnya sebuah cermin. Posisi duduk ini membuat visual kita menjadi lebih luas ketimbang posisi nan lain. Bayangan nan dihasilkan oleh cermin terpantul dan menghasilkan dimensi baru nan mampu meningkatkan gairah masing-masing.

Contoh posisi gaya seksual duduk ini misalnya pria duduk di sebuah kursi atau loka tidur. Cermin diletakkan sejajar atau di samping sehingga baik pria atau wanita akan bisa melihat pasangannya melalui cermin tersebut. Wanita duduk di pangkuan pria secara berhadapan. lalu, lakukan goyangan naik turun buat menciptakan sensasi nikmat.

Agar bisa mengatur gerakan, wanita sambil memeluk erat prianya sekaligus mengatur napas dan gerakan. Sementara wanita melakukan goyangannya, maka pria bisa melakukan ciuman pada dada dan leher sambil membelai bagian sensitif tubuh pasangannya. Bahkan, jika sudah terampil, gaya duduk di kursi juga bisa dilakukan penambahan di mana pria memberikan stimulasi pada klitoris wanita, sementara wanita menggoyangkan tubuhnya.

Gaya Seksual dalam Kitab-kitab Kuno

Dalam gaya seksual bercinta, variasi gaya tersebut sudah dikenal sejak zaman dulu. Terbukti dari inovasi beberapa kitab-kitab antik dan perkamen-perkamen antik dari berbagai negeri. Kitab-kitab gaya seksual bercinta nan tak asing bagi kita ialah kitab Kamasutra . Ada pula kitab gaya seksual bercinta lainnya dari negeri-negeri lain sampai negeri sendiri seperti kitab Tantra , kitab Tao , kitab Xuang Ni Jing, dan Serat Centhini nan sangat jelas menerangkan gaya seksual buat menggapai kepuasan dalam berhubungan intim.

Dalam kitab Kamasutra, posisi gaya seksual bercinta memakai lambang penyimbolan misalnya seperti posisi gaya seksual kembang teratai, antara lain teratai gantung, tekukan teratai, teratai mekar, teratai menguncup dan sebagainya. Kitab Serat Centhini berisi karya-karya sastra dari dalam negeri khususnya daerah Jawa. Dalam kitab Serat Centhini ini, selain berisi tembang-tembang Jawa, juga menggambarkan posisi gaya seksual. Isi gaya seksual dalam kitab Serat Centhini disimbolkan dengan bahasa kiasan, nan antara lain meraba baunya bunga, laksana kumbang menghisap madu, patukannya laksana ular galak, seperti kapal layar turun ke tengah laut, dan lain-lain.

Pada kitab Tao pun dilukiskan seribu satu macam gaya seksual posisi bercinta. Kitab ini ditulis oleh Lao Tzu, seorang pakar filsafat dari Tionghoa. Tulisan gaya seksual pada kitab Tao ini kemudian dikembangkan oleh murid dari Lao Tzu. Disebutkan dalam buku Tao, gaya seksual bercinta menjadikan hayati lebih sehat dan kebahagian buat pasangan suami istri. Kemudahan-kemudahan nan dipaparkan kitab Tao memanjakan para wanita sebab di kitab itu mengajarkan agar para wanita mendapatkan orgasme nan berulang.