Proposal nan Menarik Perhatian
Kata proposal berasal dari kata propositum nan artinya mengusulkan, mengajukan, membawa ke hadapan atau ke muka. Lebih dari itu, proposal sebenarnya juga ialah sebuah media penghubung antara satu pihak dengan pihak lain nan bertugas menyampaikan pesan. Jadi, jika kita salah menangani media nan satu ini, hasilnya pun niscaya tak akan seperti nan kita harapkan. Bagaimanakah contoh proposal nan baik itu? Untuk menilai sebuah proposal baik atau tidak, kita perlu mengenal lebih jauh apa itu proposal dan hal-hal apa saja nan perlu ditulis dalam sebuah proposal.
Proposal Acara - Jenis-Jenis Proposal
Proposal dibuat buat berbagai maksud dan tujuan. Ada nan dibuat buat tujuan bisnis, buat kegiatan sosial, maupun buat tujuan pendidikan dan penelitian. Oleh sebab itu, orang mengenal berbagai macam proposal, seperti:
- Proposal Bisnis atau Usaha. Misalnya: proposal penawaran kerja sama, proposal kredit usaha kecil.
- Proposal Acara atau Kegiatan. Misalnya: proposal penggalangan dana buat penanaman pohon, proposal acara pentas seni sekolah.
- Proposal Penelitian. Misalnya: proposal penelitian kualitatif, proposal penelitian kuantitatif, proposal penelitian kajian pustaka, dan sebagainya.
Skema Penulisan Proposal Acara
Sebuah proposal biasanya memiliki baku eksklusif nan lazim dipakai seperti halnya sebuah karya tulis ilmiah. Ada Pendahuluan , Isi , lalu Penutup . Secara umum, skema penulisan proposal acara sebagai berikut:
- Pendahuluan atau Pengantar. Pada bagian ini, kita bisa menuliskan tentang citra generik dan hal-hal nan melatarbelakangi dilakukannya kegiatan nan dimaksud. Bagaimana interaksi kegiatan tersebut dengan kehidupan kita sehari-hari, lalu paparkan kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman dari keadaan nan kita gambarkan itu.
- Dasar Pemikiran. Setelah pemaparan itu berikan dasar pemikiran dilaksanakannya kegiatan atau acara nan akan kita ajukan. Misalnya, berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor sekian, berdasarkan program kerja tahunan, dan lain sebagainya.
- Tujuan dan Maksud Kegiatan. Isi bagian ini dengan tujuan-tujuan nan ingin dicapai dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut, baik nan bersifat generik maupun nan bersifat khusus. Misalnya, tujuan generik memberikan pendidikan seks nan sahih bagi siswa SMP. Dengan tujuan khususnya agar para siswa mengerti tentang fungsi dan kerja alat-alat reproduksinya.
- Tema dan Jenis Kegiatan. Angkat satu tema menarik dan tentukan jenis-jenis kegiatan nan akan dilakukan. Misalnya, mau mengangkat tema Menulis Itu Asyik . Lalu, jenis-jenis kegiatan nan akan dilakukan antara lain pelatihan menulis, tanya jawab, simulasi, lomba menulis artikel pendek, lomba menulis drama pendek, dan seterusnya.
- Sasaran dan Sasaran Kegiatan. Sebutkan target atau peserta nan akan mengikuti kegiatan tersebut serta sasaran khusus nan diharapkan dari kegiatan tersebut. Misalnya dari kegiatan pelatihan menghitung pajak pribadi selama 2 hari berturut-turut, ditargetkan setiap harinya 100 orang peserta nantinya sudah mampu menghitung pajak penghasilan pribadi serta mampu menulis laporan pajak sendiri.
- Waktu dan Loka Pelaksanaan. Tulis tempat, tanggal serta waktu aplikasi kegiatan dengan jelas pada bagian proposal acara ini.
- Anggaran. Pada bagian proposal acara ini berisi garis besar perkiraan jumlah aturan nan diperlukan buat aplikasi kegiatan tersebut.
- Susunan Panitia. Bagian dari proposal acara ini berisi nama-nama panitia nan menduduki posisi-posisi kunci saja, sedangkan nama dan susunan panitia lengkapnya biasanya dimasukkan dalam bekas lampiran tersendiri.
- Penutup dan Lembar Pengesahan. Bagian proposal acara ini berisi asa dan permohonan dukungan buat terselenggaranya kegiatan serta tanda tangan dan ratifikasi dari pihak-pihak nan berkepentingan.
- Contact Person . Bagian dari proposal acara ini berisi beberapa nama, alamat, telepon, fax, email nan dapat dihubungi terkait dengan tindak lanjut dari proposal acara nan kita ajukan.
- Lampiran. Bagian proposal acara ini biasanya berisi susunan atau jadwal acara nan terperinci, susunan kepanitiaan nan lengkap dan terperinci, perkiraan aturan nan lebih rinci dan memuat pemasukan dan pengeluaran dana, surat-surat resmi serta perijinan, formulir-formulir, dab sponsorship (Sponsor tunggal, sponsor utama, sponsor pendamping).
Skema di atas hanyalah skema proposal acara secara umum. Tentunya sine qua non sedikit modifikasi, entah itu penambahan atau pengurangan buat disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya buat acara komersial, mungkin kita perlu memaparkan dalam proposal kita bagaimana planning pemasaran buat acara tersebut, media-media apa saja nan akan kita gunakan, dan sejauh mana planning publikasinya. Apabila acara kita sangat mengandalkan sponsor, sebaiknya acara kita tersebut benar-benar sebuah acara atau ide nan baru, brilian, dan unik.
Dengan itu, kita dapat menekankan pada sponsor kalau ide semacam itu harus diwujudkan sesegera mungkin sebelum didahului oleh para pesaing. Paparkan keuntungan-keuntungan secara bisnis, sosial maupun pencitraan nan akan diperoleh sponsor kita bila mereka mengambil bagian dalam acara kita. Sebaiknya, pilih proposal nan tipis dan to the point buat proposal sponsorship semacam ini. Terakhir, jangan lupa memperkenalkan diri kita/perusahaan kita secara profesional. Sedikit saja, jangan lebih dari 3 paragraf.
Proposal nan Menarik Perhatian
Sebelum berbicara lebih jauh tentang isi sebuah proposal acara, sebaiknya jangan lupa memberi perhatian juga pada tampilan dan kesan pertama pada proposal kita. Kesan awal itu penting. Diibaratkan sebuah toko nan sebenarnya menawarkan hal-hal nan sangat bagus di dalam, tapi dapat sangat kesulitan mendapatkan pembeli atau pengunjung sebab tampilan luarnya nan tak menarik. Gelap dan suram sebab kurang cahaya, cat dinding luar nan mengelupas, halaman nan kotor dan tak terawat, dan seterusnya.
Begitu juga dengan tampilan dan kemasan proposal. Proposal acara nan menarik pada kesan pertama ialah proposal nan eye catching , rapi, bersih, enak dibaca, dan mudah dimengerti. Bahasa dan kata-katanya tak bertele-tele, tapi singkat, padat, dan jelas. Lalu, isi proposal nan bagaimana nan menarik bagi pihak-pihak nan kita ajukan proposal? Pihak-pihak nan biasanya kita berikan proposal antara lain:
- Pemilik Perusahaan, yaitu pihak intern perusahaan atau organisasi/instansi nan kedudukannya di atas kita. Seorang decision maker nan akan memutuskan apakah kegiatan atau acara tersebut bisa diterima dan diteruskan atau ditolak.
- Partner atau mitra, yaitu pihak nan akan kita ajak bekerja sama buat melaksanakan kegiatan.
- Sponsor, yaitu pihak nan kita mintai donasi dana maupun fasilitas buat aplikasi kegiatan.
- Lembaga Perizinan, yaitu forum nan menilai apakah kegiatan nan kita laksanakan dapat dikeluarkan izinnya atau tidak. Umumnya pihak-pihak ini akan tertarik dan menanggapi dengan positif sebuah proposal apabila kegiatan atau acara tersebut bersifat positif, memberi laba buat perusahaan, kegiatan nan dilaksanakan sejalan dengan misi dan visi maupun kriteria nan ditetapkan oleh perusahaan atau sponsor, jenis kegiatannya bersifat strategis dan inovatif, kegiatannya bersifat urgen dan didukung data nan valid, kegiatannya menyangkut problema nan serius di masyarakat, kegiatannya berkelanjutan.
Template Proposal Acara
Tidak semua orang dapat langsung lancar membuat proposal, apalagi membuatnya dengan baik, benar, dan menarik. Tapi, Anda tidak perlu risi sebab sekarang ialah era informasi, eranya internet. Anda dapat mencari melaui mesin pencari di internet dengan kata kunci contoh-contoh proposal , atau dapat lebih khusus misalnya proposal acara, proposal penelitian, dan sebagainya. Anda juga dapat mendapatkan contoh-contoh tersebut baik dalam bahasa Indonesia, bahasa Inggris, atau bahkan bahasa daerah. Tersedia pula template siap pakai nan hanya perlu sedikit modifikasi buat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Jadi, kini siapa pun dapat menjadi penulis proposal acara dengan mudah. Mau coba?